3c67001c575c4f2f3d87ac32aeb1f3ea


🎬 Meningkatkan Iman Dengan Menghadiri Majelis Ilmu
🎙 Ustadz Farhan Abu Furaihan, Lc حفظه الله

89f2b9dc68b0c00e60878d9b5165fa34


ADAKAH HUKUM KARMA DALAM ISLAM?
​​
Apa itu hukum karma?

Adapun di dalam islam tidak dikenal ada istilah hukum karma, itu tidak ada...
Tidak ada sama sekali...
Tidak disebutkan dalam Al Qur’an, tidak disebutkan dalam sunnah Rasullulah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam...

Na’am, makanya kembali kepada istilah hukum karma itu apa sih?
Tapi kalau yang dimaksud misalnya, siapa yang berbuat, dia akan mendapatkan balasannya...
Siapa yang melakukan satu perbuatan, dia akan menerima hasilnya...
Apabila seorang berbuat kebaikan, kebaikan pula yang dia dapatkan...
Apabila seorang berbuat dzolim, maka dia akan mendapatkan pula akibatnya...

“Dan Balasan Suatu Kejahatan adalah Kejahatan yg Setimpal, Tetapi Barangsiapa yg Memaafkan dan Berbuat Baik kepada Orang yg Berbuat Jahat Maka Pahalanya Dari Alloh.
Sungguh DIA Tidak Menyukai orang-orang yang Dzalim” (QS. Asy-Syura : 40)

Seseorang yang melakukan perbuatan yang dzolim, itu tidak akan dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala...
Pasti akan ada balasannya, entah di dunia atau di akhirat...
Siapa saja yang berbuat kejahatan, maka pasti akan ada balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, entah di dunia ataukah di akhirat...
Kalau yang dimaksud dari sisi ini...
Bahwa setiap perbuatan keburukan itu ada balasannya, maka dari sisi ini benar...

Demikian banyak dalil dari Al Qur’an, dari hadits-hadits Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Ala ‘Alihi wa Sallam yang menerangkan tentang hal tersebut...
Tapi kalau kembali kepada istilah bahwa hukum karma, apakah ada di dalam Islam???
Tidak ada di dalam Islam hukum karma itu...
Tidak dikenal di dalam Islam, istilah hukum karma...

Semoga bermanfaat..

240fb19a79555d6c60165517fceced95



BERSABAR DALAM MELAKUKAN KETAATAN


Tidak ada satupun ketaatan yang ingin anda lakukan, pasti di sana anda akan mendapatkan rintangan, hambatan, halangan, dsb.

○ Anda ingin menuntut ilmu ? Pasti ada halangan dan rintangan. Entah itu rasa malas, ngantuk, berat meninggalkan urusan dunia seperti berdagang, dsb.

○ Anda ingin rajin sholat berjama'ah di masjid ? Pasti anda akan mendapatkan rintangan dan halangan.

○ Anda ingin berbakti kepada orang tua ? Pasti anda akan mendapat rintangan.

○ Seorang wanita muslimah ingin memakai busana muslimah yang syar'i, pasti dia akan mendapatkan rintangan.

○ Anda ingin melakukan puasa sunnah ? Anda akan mendapatkan rintangan.

√ Semua rintangan itu bisa dihadapi dengan kesabaran. Apabila anda bersabar, dan bersungguh sungguh dalam menjalankan ketaatan, maka Allah akan memberikan kebaikan yang banyak kepada anda.

Tetaplah bersabar karena anda sedang bermuamalah (berinteraksi) dengan Allah, dan muamalah dengan Allah butuh perjuangan dan pengorbanan. Pengorbanan itu bisa berupa harta, tenaga, pikiran sampai nyawa pun akan dikorbankan demi meraih surga Allah azza wa jalla.

Jujurlah kepada Allah, ingatlah bahwasannya surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu.

❗️Jangan bilang anda tidak mampu,

Anda punya kesehatan, maka manfaatkan dengan baik (untuk beramal sholeh) sebelum datangnya penyakit.

Anda punya waktu luang, manfaatkan dengan baik, sebelum datang kesibukan, Allah telah memberi banyak kenikmatan kepada kita. Merupakan bentuk syukur terhadap sebuah kenikmatan, yaitu dengan menggunakan kenikmatan tersebut dalam hal yang diridhoi Allah.

✍ Penulis: Ustadz Budi Santoso Hafizhahullah

🌏 Sumber: Link

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

8fb1f281003421da40e6d7d9653aa7ed


Bismillah..

📌🌷🌻🌷IA BUKAN TIDAK TAHU DENGAN FASHION
.
Kesederhanaan anak perempuan dalam pakaiannya (berhijab) bukanlah berarti dia tidak tahu dengan fashion.

Namun dia menjawab perintah Robbnya, Meneladani sabda Nabinya dan menghormati kemuliaan bapaknya dan saudara laki-lakinya

Karena ia yakin bahwasanya jubah itu berfungsi sebagai penutup dan menjaga kemuliaan dan jubah itu bukanlah berfungsi untuk memamerkannya didepan para laki-laki yang bukan mahromnya

Ketaatan merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akhirat.

Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman manakala ia enggan merealisasikan,mengaplikasikan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar“. [Al Ahzab/33:71]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

. ذَاقَ طَعْمَ الإِيماَنِ مَنْ رَضِيَ بالله رَباًّ وَبالإسْلامِ دِيْناً وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا.

“Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah“. [HR Muslim]

Barokallahu fiikum.

e55407be11fe610ca229d267cc95fef3


TIGA ADAB PADA HARI JUM`AT
➖➖➖➖➖➖

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudhri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَسِوَاكٌ، وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ

“Mandi hari Jum’at itu wajib atas setiap orang yang telah baligh, bersiwak, dan memakai minyak wangi sesuai dengan kemampuannya.” (HR. Muslim no. 846)

Al-Qurthubi rahimahullah berkata,

“Adab di hari Jum’at itu ada tiga, memakai minyak wangi; bersiwak; dan memakai baju yang baik. Tidak ada perselisihan dalam masalah ini, karena terdapat dalil-dalil tentangnya.” (Bidaayatul Mujtahid, 1: 206)

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata dalam syarh (penjelasan) beliau untuk Shahih Muslim,

“Perkataan Nabi,

وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ

“dan memakai minyak wangi sesuai dengan kemampuannya” mengandung kemungkinan (motivasi untuk) memperbanyak memakai minyak wangi, dan mengandung kemungkinan (motivasi untuk) menekankan memakai minyak wangi jika mendapatkannya. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَلَوْ مِنْ طِيبِ الْمَرْأَةِ

“meskipun dengan minyak wangi wanita”. Dimaksudkan bahwa (minyak wangi wanita itu) makruh untuk laki-laki, karena warnanya yang mencolok, kemudian dibolehkan di kasus ini, karena memang tidak ada yang lain dan juga karena kondisi darurat. Maka hal ini menunjukkan penekanan memakai minyak wangi di hari Jum’at.” (Syarh Shahih Muslim, 3: 236)


Sumber: Link

ce542dea25645934ec21e6a1448bcbef


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ يُدَٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ {٣٨}

Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.

Indeed, Allah defends those who have believed. Indeed, Allah does not like everyone treacherous and ungrateful.

(Al-Hajj : Ayat 38)


📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

38. Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman dari gangguan orang musyrik. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat atas amanah yang mereka emban, dan banyak mengingkari nikmat. Maksudnya Allah akan menghukum mereka sebab perbuatan mereka itu. Ayat ini turun ketika orang beriman telah banyak di Makkah sedangkan orang-orang kafir menyakiti mereka. Sehingga mereka hijrah menuju Habasyah, dan sebagian orang mukmin menghendaki untuk memerangi orang kafir yang telah menipu, menghianati dan membunuh

Referensi :
Link

42f914ba682d733c3985df96aa24d383


IRI DALAM KEBAIKAN

Ibnu Rajab rahimahullahu taala berkata :
"Hamba yang berakal merasa iri terhadap orang yang menginfakkan hartanya di berbagai jalan kebaikan dan dalam rangka menggapai derajat yang mulia. Sedangkan hamba yang jahil irinya ditujukan kepada orang yang membelanjakan hartanya di berbagai urusan syahwat dan kelezatan yang diharamkan."

(Lathaif al-Maarif Karya Ibnu Rajab, hal. 547)

ce2b7dfe9a1c33c57c14dc08fd5c6c12


Ibnu Qudamah mengatakan,

ومتى استبق الاثنان والجعل بينهما فأخرج كل واحد منهما لم يجز وكان قمارا لأن كل واحد منهما لا يخلو من أن يغنم أو يغرم وسواء كان ما أخرجاه متساويا مثل أن يخرج كل واحد منهما عشرة أو متفاوتا مثل أن أخرج أحدهما عشرة والآخر خمسة

Ketika 2 orang berlomba dan ada hadiahnya, namun masing-masing membayar iuran, hukumnya tidak dibolehkan. Dan termaduk judi. Karena masing-masing ada 2 kemungkinan, beruntung atau rugi. Baik iuran yang dikeluarkan nilainya sama, misalnya, masing-masing membayar 10 ribu. atau iurannya beda, misalnya, yang satu membayar 10 ribu sementara satunya membayar 5 ribu. (al-Mughni, 11/131).

Karena hakekat iuran hadiah yang dibayarkan adalah taruhan. Sehingga ada satu pihak yang diuntungkan, sementara pihak lain dirugikan. Berbeda jika yang terjadi adalah ada pihak yang diuntungkan, sementara pihak lain tidak dirugikan, ini bukan judi.

Terkait perlombaan, ada 2 kasus kegiatan berhadiah yang perlu kita bedakan,

Pertama, hadiah yang diambil dari pihak luar, bukan dari iuran peserta. Peserta yang mendapat hadiah beruntung, sementara peserta yang tidak mendapat hadiah tidak dirugikan, karena mereka tidak mengeluarkan apapun.

Misal: kegiatan jalan sehat berhadiah yang diselenggarakan di RT, peserta bayar 3 ribu untuk biaya snack, minuman, dan perlengkapan kegiatan. Hadiahnya beragam dari mulai motor dari sponsor sampai makanan. Kita bisa memastikan, hadiah yang diberikan bukan dari iuran peserta, karena hadiah itu sudah habis untuk biaya snack dan keperluan panitia.

Kedua, hadiah yang diambil dari iuran peserta kegiatan, sehingga ada sebagian yang diuntungkan sementara di saat yang sama, ada pihak yang dirugikan.

Misal: jalan sehat yang diselenggarakan perusahaan x, tiap peserta bayar 100 ribu dan hanya mendapat 1 botol air mineral. Ada 300 peserta, hadiah utama motor dan hadiah terkecil setrika.

Kita bisa memastikan, hadiah yang dibagikan peserta diambil dari biaya pendapaftaran. Sehingga peserta yang mendapat hadiah beruntung, sementara peserta yang tidak mendapat hadiah rugi 97 ribu (yang 3 ribu biaya air).

Berdasarkan batasan yang disampaikan Ibnu Qudamah, untuk kasus kegiatan yang pertama dibolehkan, karena tidak ada taruhan, sehingga bukan termasuk judi. Sementara kasus kedua, iuran yang dibayarkan peserta merupakan taruhan dan termasuk judi.

Acuannya adalah jika hadiah itu diambilkan dari iuran peserta, berarti iuran itu menjadi taruhan. Namun jika hadiah tidak diambil dari iuran peserta, tidak termasuk taruhan karena tidak ada yang dirugikan.

Jika jalan sehat membayar 20 ribu, dengan fasilitas berupa kaos, snack, dan minum, tentu sudah habis. Sehingga hadiah bukan dari peserta.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel: Link

c64820f57cb8ef043424791b89cd76e2


TIDAK BOLEH MENUNDA-NUNDA SHALAT ASHAR

e0dd941399a9cbe0bf82d4f03c9c76f1


🎬 Jangan Membanggakan Diri Sendiri / AL FAKHR
🎙 Ustadz Khalid
Ustadz Firanda

1216e682340b29915aff29d145f99676


BERUSAHA MENYEMPURNAKAN PAHALA SHOLAT JUM`AT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا». 
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 857]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa yang berwudu lalu menyempurnakan wudunya kemudian datang ke tempat salat Jumat, lantas menyimak (khotbah) dengan saksama dan diam, maka akan diampuni (dosanya) antara Jumat itu dengan Jumat setelahnya dan ditambah tiga hari. Siapa yang memegang (memainkan) kerikil, maka ia telah berbuat sia-sia." 
[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 857]

Uraian
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang berwudu dan memperbagus wudunya dengan menyempurnakan rukun-rukunnya serta melaksanakan sunah-sunah dan adab-adabnya, kemudian datang ke tempat salat Jumat lalu diam mendengarkan khatib dengan seksama serta diam dari tindakan sia-sia, Allah akan mengampuni dosa-dosa kecilnya selama sepuluh hari, yaitu sejak salat Jumat itu ke salat Jumat berikutnya dengan tambahan tiga hari karena kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipatnya. Kemudian beliau ﷺ memperingatkan tentang berpalingnya hati dari nasihat-nasihat yang disampaikan di dalam khotbah, demikian juga perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh anggota tubuh seperti pegang-pegang kerikil dan berbagai macam perbuatan sia-sia, bahwa orang yang melakukan hal itu telah berbuat sia-sia, sedangkan orang yang berbuat sia-sia maka ia tidak akan mendapatkan pahala salat Jumat yang sempurna. 

Faidah dari Hadis
1- Anjuran untuk berwudu dan menyempurnakannya secara baik serta anjuran agar menjaga salat Jumat.
2- Keutamaan salat Jumat.
3- Kewajiban diam ketika mendengarkan khotbah Jumat dan tidak menyibukkan diri dari mendengarnya dengan berbicara dan lainnya.
4- Siapa yang berbuat sia-sia di tengah khotbah, salat Jumatnya sah dan kewajibannya gugur, tapi disertai pengurangan pahala.

sumber: Link

6ddbd530aad6e6bdd4dfa6d6e01641c1


Makna shuroh dalam hadis di atas adalah gambar makhluk hidup yang memiliki wajah atau kepala. Ibnu Abbas menyatakan,

الصورة الرأس، فإذا قطع الرأس فليس بصورة

Imam Khottobi –rahimahumullah– berkata, “pernyataan ini menunjukkan bahwa bila gambar telah diubah, yaitu dengan memangkas bagian kepalanya, atau memisahkan antara kepala dan badannya, hingga bentuknya tidak lagi seperti semula, maka hukumnya tidak mengapa memakainya” (Ma’alim As-sunan 6/82).

Jumhur ulama menegaskan, hukumnya boleh mengenakan sarung kasur, bantal atau kursi atau sandaran yang bergambar makhluk bernyawa. Begitu pula pada benda-benda yang terhinakan, seperti keset, tikar dan lain sebagainya. Mereka berdalil dengan hadis ‘Aisyah radhiyallahu’anha,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِي عَلَى سَهْوَةٍ لِي فِيهَا تَمَاثِيلُ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَتَكَهُ، وَقَالَ: ” أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ ” قَالَتْ: فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ

“Pernah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika tiba dari perjalanan jauh. Ketika itu aku menutupkan rak kepunyaanku dengan sebuah tirai. Pada tirai itu terdapat gambar-gambar (makhluk bernyawa, pent). Saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat tirai bergambar tersebut, beliau langsung mengambilnya seraya bersabda : “Manusia yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyamai (menandingi) ciptaan Allah”. ‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa berkata : “Maka tirai itu kami jadikan satu sampai dua bantal.” (HR. Bukhori no. 5954, Muslim no. 2107)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Tirai itu aku jadikan menjadi dua bagian. Kemudian saya melihat Nabi shallallahu’alaihiwasallam, bersandar pada salah satu dari dua bagian tirai bergambar itu” (Al-Musnad, 43/209)

Nah… berangkat dari hadits ini, bila memakai tirai yang ada lukisan atau bordiran makhluk bernyawanya saja terlarang, maka memakai baju atau kaos yang terdapat gambar makhluk bernyawa, tentu lebih terlarang lagi. Karena dalam pakaian yang bergambar, terdapat unsur pengagungan yang lebih terhadap gambar, daripada pada tirai yang bergambar. Yang dikecualikan oleh mayoritas ulama adalah, bila gambar bernyawa tersebut dikenakan pada benda-benda yang dihinakan. Oleh karenanya, hukum memakai kaos atau baju yang bergambar makhluk bernyawa adalah terlarang berdasarkan hadis yang telah disebutkan di atas. (lihat: Syarah Manzhumatul Adab hal. 440).

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

[Disarikan dari kitab: Al-Fawaidul Majmu’ah fi Syarhi Fushulil Adab wa Makaarimil Akhlaq Al-Masyruu’ah, karya Dr. Abdullah bin Sholih Al-Fauzan]

Penulis: Ahmad Anshori
Artikel: Link

0738474df5862d3fc2a2db1d8923302b


🎬 Hakekat Husnul Khotimah
🎙 Ustadz Abu Ghozie As Sundawie حفظه الله

9f0819eec8bc70caa1056e1ec6b31e01


AIB AKAN TERTUTUPI DENGAN KEBAIKAN

Said bin Musayyib berkata
"setiap orang yang mulia atau ulama pasti memiliki aib. Tapi diantara manusia ada yang tak layak aibnya disebut. Siapa yang kebaikannya lebih banyak maka kekurangannya ditutupi dengan kebaikannya."
(Al Kifayah hal 79)

01867ab02149a08d95c89046fff865e2


SEBAB DATANGNYA NIKMAT DAN JAUHNYA AZAB

Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu taala pernah memberi faedah keutamaan zikir. Kata beliau,
Tidaklah didapatkan berbagai kenikmatan Allah dan tertangkal murka-Nya `Azza wa Jalla dengan semisal zikir.
Sebab, zikir akan mengalirkan nikmat Allah dan akan menolak kemarahan Allah `Azza wa Jalla.
Al-Wabilush Shayyib, hlm. 154

ac69b245b38f072f1c9799df609df221


KIAMAT TAK AKAN DATANG KECUALI DI HARI JUM`AT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kiamat terjadi pada hari Jumat. Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

“Hari terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari itu, Adam diciptakan; di hari itu, Adam dimasukkan ke surga; di hari itu pula, Adam dikeluarkan dari surga; dan kiamat tidak akan terjadi kecuali di hari Jumat.” (HR.. Muslim, Ahmad, dan Turmudzi)


sumber: Link

3f0512ca60cffbc0f149f0dc3cb309af


﷽ WASPADALAH DARI SANKSI YANG TAK TERASA…❗️

Ada seseorang yang bertanya kepada gurunya,
“Kita banyak berbuat maksiat, tapi jarang sekali Allah memberi sanksi?!"

Lalu Sang guru menjawab:
Bukankah kamu pernah tidak merasakan nikmat saat bermunajat kepada-Nya?

Bukankah pernah lewat hari-harimu sementara kamu tidak mampu membaca Al-Qur’an?
Atau kamu membaca Al-Qur’an tetapi hatimu tidak khusyu’ dan tidak menikmatinya?
Padahal jika Al-Qur’an diturunkan kepada gunung, maka gunung tsb akan menjadi takut.

Bukankah pernah lewat malam-malammu dan kamu merasa berat untuk sholat malam?

Bukankah pernah lewat waktu-waktu utama untuk berpuasa,
Lalu kamu tidak semangat melakukannya?

Bukankah pernah lisanmu terasa kering untuk berdzikir kepada-Nya?
Dan bukankah banyak waktumu lewat tanpa mengingat-Nya?

Bukankah pernah surga terasa tidak menggiurkan lagi di hatimu?
Bukankah pernah siksa akhirat dan neraka tidak menakutkan lagi di hatimu?
Dan bukankah pernah semangat dalam beramal sholih dan kebaikan tidak lagi berkobar di dadamu?

Bukankah pernah engkau mendapati dirimu tidak bersemangat mengumpulkan bekal akhirat agar bisa selamat dan bisa berkumpul dengan Rasulullah dan Para Sahabat Beliau?

Bukankah pernah engkau melihat dirimu tidak bersegera menuju surga Allah dan menggapai wajah-Nya?
Dan bukankah sering kamu dapati hatimu keras, kotor, buruk dan jauh dari keshalihan?

Adakah hukuman yang lebih besar daripada itu semua??!

Bukankah kamu sering melewatkan waktumu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat,
Bukankah terkadang dijadikan keinginan terbesarmu adalah dunia..
Sementara akhirat sering kamu kesampingkan?

Adakah hukuman atas maksiat terdahulumu yang lebih besar daripada itu semua??!

Sadarilah..
Wahai anakku..
Karena hukuman yang tidak terasa dan tidak disadari itu...
Jauh lebih berbahaya dari hukuman yang kita rasakan...

✍🏻 Ditulis oleh:
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

🌐 Sumber:
Link

نسأل الله السلامة والعافية
(kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan)

76ed7eb5858556aaad0c2cb5f8157bbb


Allah Ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyatakan bahwa ayat ini mewajibkan untuk berperang di jalan Allah. Sebelumnya orang-orang beriman tidak diperintahkan untuk berperang dikarenakan kelemahan dan ketidakmampuan mereka untuk berperang. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah dan kaum muslimin semakin banyak, Allah memerintahkan mereka untuk berperang. Hal ini tidak disukai mereka karena pasti akan merasakan letih, capek, penuh kekhawatiran, dan takut ada yang binasa. Padahal di balik itu ada kebaikan yang banyak. Di dalam jihad ada pahala yang besar. Juga dengan berjihad akan menyelamatkan dari siksa yang pedih. Dengan berjihad akan meraih kemenangan atas musuh dan juga akan mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang). Boleh jadi yang kita suka, malah itu jelek bagi kita. Yaitu kita suka untuk tidak pergi berjihad dan ingin rehat. Padahal seperti itu akan mengakibatkan kehinaan, musuh akhirnya menguasai Islam, dan menindas kaum muslimin, juga kita akan luput dari pahala yang besar, serta mendapatkan hukuman yang pedih. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 87)

Sumber Link

3afef3e3bab84210a5a5def930fa5eb1


NASEHAT UNTUKKU
_

Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata:

"Terkadang seorang manusia mungkin tak sanggup untuk melupakan perlakuan buruk orang lain kepadanya. Sekalipun demikian hendaknya bagi manusia agar melatih dirinya untuk melupakan masalah agar sirna kedengkian di dalam hati".

(Syarh Shahih Bukhari 3/167)
Reff : Ustadz Yusuf Abu Ubaidah, hafidzahullah

e13c2d84d7751b7143d73c16880d2da0


▶️ SEKARANG BULAN HARAM, JAUHI MAKSIAT DAN PERBANYAKLAH AMAL SHALIH

📡 Link Youtube:
Link

Alhamdulillah kita telah memasuki salah satu Bulan Haram yaitu bulan Rajab. Disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi ﷺ bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3197 & Muslim No. 1679).

Ini merupakan bulan-bulan diagungkan dalam Islam, Allah mengkhususkan larangan berbuat zalim di bulan-bulan tersebut. Allah Ta’ala berfirman :
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu)...” (QS. At-Taubah[9]:36)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat di atas,
في كلهن، ثم اختص من ذلك أربعة أشهر فجعلهن حراما، وعظم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم.
“(Janganlah kalian menganiaya diri kalian) dalam seluruh bulan. Kemudian Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram dan Allah pun mengagungkan kemuliaannya. Allah juga menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan didalamnya lebih besar. Demikian pula, Allah pun menjadikan amalan shalih dan ganjaran yang didapatkan didalamnya lebih besar pula” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/26).

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

99d199cec4e27c50c3be51ae529f0a91


BULAN MENANAM
yang menunda beramal, nanti saja saat Ramadhan. Kala amal berlipat, ujarnya.

Padahal, beramal shalih butuh pembiasaan. Dan tiada masa yang paling tepat selain semenjak sekarang.

Sebab bisa jadi Ramadhan tiba, tapi tak lagi bersama kita.

Abu Bakr al-Balkhi -rahimahullah- berkata,

"Barangsiapa tidak menanam di bulan Rajab, juga tidak menyirami di bulan Sya'ban. Maka bagaimana bisa ia berharap menuai hasil panen saat Ramadhan". (Latha'iful Ma'arif Ibnu Rajab)

Zun Nun Al-Misry -rahimahullah- berkata,

“Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyiram, sementara Ramadan adalah bulan memanen. Siapa yang menyia-nyiakan kesempatan menanam, maka dia akan menyesal di waktu panen, hasilnya di luar harapan dan ujungnya adalah keburukan.”

🌱 Apa maksud dari kata menanam? Apa yang perlu kita tanam?

Maksudnya adalah yang terpenting dalam hal ini adalah bersiap-siap dengan amal saleh sebelum datangnya bulan Ramadhan. Sehingga para ulama menjadikan bulan Rajab sebagai permulaan persiapan secara khusus untuk menghadapi bulan Ramadhan. Maka satu tahun diumpamakan suatu pohon yang terlihat rindang dedaunannya di bulan Rajab, lalu berbuah pada bulan Sya’ban, kemudian dipetik buahnya di bulan Ramadan.

🪷 Maka setiap muslim hendaknya mempersiapkan amal kebaikan di bulan Rajab, lalu bertekad kuat memperbaiki serta melaksanakannya dengan sungguh-sungguh di bulan Sya’ban, agar dia dapat melakukan amal ibadah sebaik mungkin nanti di bulan Ramadhan.

🌐 Sumber: Linko/id/answers/332295/rajab-adalah-bulan-menanam

af115ae2985fd737f5f6286f5d7bd9bc


SAYANG BANGET KAN CUMAN NGGERAKIN HP BISA ILANGIN PAHALA SHOLAT JUM`AT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Padahal sepele, tapi dampaknya ga main-main

Hal ini bukan berarti shalat jumatnya batal. Shalatnya tetap sah, hanya saja ia terluput dari pahala shalat jumat. Dan cukuplah ini kerugian yang besar bagi seorang mukmin.

- Bagaimana dengan orang yang bermain handphone ketika khutbah jumat?
Jawabannya adalah bermain handphone di saat khatib sedang berkhutbah juga tidak boleh. Hukumnya sama dengan orang yang bermain kerikil yang disinggung dalam hadis di atas. Jadi seorang yang sibuk bermain handphone ketika khatib sedang khutbah, ia juga terluputkan dari kesempurnaan pahala shalat jum’at.

Sumber : Link

56594deefa9b6106d39828c10d49f129


Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Zakaria berkata, ”wahai tuhanku,jadikanlah untukku satu pertanda yang membuktikan bahwa akan munculnya seorang anak dariku, supaya timbul rasa gembira dan perasaan bahagia dalam hatiku.” Allah berfirman ”tanda yang kamu minta adalah kamu tidak bisa berbicara dengan manusia selama tiga hari,kecuali dengan isyarat semata kepada mereka, padahal kamu adalah manusia normal dan sehat. pada masa itu, perbanyaklah mengingat tuhanmu dan shalatlah karenaNYA di waktu-waktu penghujung siang dan permulaannya.”
Referensi : Link

68db6df5d114ef20f0be83a440e8bd2d


NASEHAT UNTUKKU
____


Bila Istrimu Gemoy Doyan Makan

Diantara fiqih menarik adalah ucapan ahli fiqih bahwasanya wajib bagi seorang suami untuk mencukupi nafkah istrinya berupa makanan sekalipun dia gemoy doyan makan. Tetap wajib bagi suami untuk membuatnya kenyang karena itu resiko musibah yang menimpanya.

"Syarh Kabir karya Dirdir 2/509"

Dotulis oleh Ustadz Yusuf Abu Ubaidah, hafidzahullah

792c355335c1f5db7477a233f6d9b261


💎📊 ﷽ WAHAI ORANG-ORANG YANG ENGGAN MENUNTUT ILMU


💎 Asy-Syaikh Muhammad Ghalib Al-'Amri hafizhahullah,

💡 Al-'Allamah Ibnu Sa'di rahimahullah berkata:

✅ Wahai orang-orang yang enggan menuntut ilmu ...

🔹 Apa alasan kalian kepada Allah meninggalkan ilmu, padahal kalian masih merasakan nikmat kesehatan?

🔸 Apa yang menghalangi kalian dari ilmu, padahal kalian berlezat-lezat dengan rizki dari Rabb kalian?

🔹 Apakah kalian ridha menjadi seperti hewan ternak yang digembalakan?

🔸 Apakah kalian lebih memilih hawa nafsu daripada petunjuk, dalam keadaan hati-hati kalian lalai dan bimbang?

🔹 Apalah kalian rela menjalani jalan-jalan kebodohan yaitu jalan-jalan yang tidak berharga, lalu kalian meninggalkan jalan-jalan petunjuk, yaitu jalan-jalan yang jelas lagi bermanfaat?

🔸 Apakah kalian ridha:

☝️ Jika nanti ditanyakan kepada kalian: "Siapa Rabb-mu, apa agamamu dan siapa nabimu, kemudian kalian tidak dapat menjawabnya?"

☝️ Juga ketika kalian ditanya: "Bagaimana cara kamu salat dan beribadah?", lalu kamu salah dalam menjawabnya?

🔹 Bagaimana kamu melakukan jual beli dan bermuamalah sedangkan kamu tidak mengetahui halal haramnya?

✅ Ketahuilah -Demi Allah- sesungguhnya keadaan ini tidaklah dapat diterima kecuali oleh orang-orang yang menyerupai hewan ternak!!

✅ Maka, jadilah kalian -rahimakumullah- para penuntut ilmu!!

✅ Jika kalian tidak mampu melakukannya, maka hadirilah majlis-majlis ilmu sebagai mustami' yang mengambil faedah, bertanyalah kepada ulama dengan tujuan mendapatkan bimbingan dan penjelasan.

✅ Jika kalian tidak juga mau melakukannya, bahkan kalian mengabaikan ilmu secara total, pastilah kalian akan binasa dan menjadi golongan yang rugi.

✅ Apakah kamu tidak mengetahui:

🔹 Bahwa sibuk dengan ilmu termasuk ibadah yang paling mulia, bentuk ketaatan serta pendekatkan diri kepada Allah yang paling utama dan mendatangkan ridho Pemilik langit dan bumi.

🔹 Majelis ilmu yang kamu duduk padanya lebih baik bagimu daripada dunia dan seisinya?

🔹 Faidah yang kamu peroleh dan bermanfaat bagimu, tidak ada sesuatupun dari dunia yang dapat mengimbangi dan menyamainya?

-----------------------

‼Aku katakan:
Alangkah benar apa yang disampaikan Syaikh Abdurrahman As-Sa'di, alangkah indah dan menakjubkan tegurannya.

☝️ Maka, ilmu itu -Demi Allah- adalah harta karun yang orang-orang cerdas berlomba-lomba mendapatkannya, juga orang-orang berakal bersegera untuk menempuh jalannya.

☝️ Ilmu itu menjaga pemiliknya dari syahwat dan syubhat serta membantunya untuk berpegang teguh dan mantap di atas agamanya.

☝️ Alangkah kurang perhatian manusia tentang ilmu! dan alangkah cepatnya kebinasaan mereka pada perkara selain ilmu!

☝️ Hingga kita berada di satu zaman yang tidaklah kamu temukan seorang penuntut ilmu yang tekun, jujur lagi bersemangat, komitmen dan memiliki tekad yang tinggi, kecuali hanya pada kisah-kisah orang terdahulu dan hanya ada pada kitab-kitab yang tertulis.

💎 Ya Allah, ampunilah kami...
📮 Oleh tim Salafy Cirebon


9d88f9115e8ed1b912d7b5c156f2ac45


📎 WAHAI SAUDARAKU, JANGAN LALAI!

👤 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Sungguh sangat mengherankan lalainya seorang yang senantiasa dihitung waktu luangnya, dihisab napasnya, serta perjalanan malam dan siang begitu cepat membawanya.

Akan tetapi ia tidak pernah berfikir kemana ia akan dibawa dan ke tempat apa ia akan dipindahkan."

📒 At-Tibyan (1/641)

a168fd82dd03ed502828d5ad95e5e741


AL-QUR`AN SEMPURNA TAK ADA KECACATAN & KEBENGKOKAN DI DALAMNYA

Allah Ta`ala berfirman :
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.
(QS. Al-Kahfi : 1)

Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya) Yakni tidak menjadikan suatu kekurangan dalam lafadz maupun maknanya, serta tidak menjadikannya saling berbenturan.
(Zubdatut Tafsir)

Lanjut-Nya :
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Artinya:
Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa.mereka akan mendapat pembalasan yang baik.
(QS. Al-Kahfi : 2)


Semoga Allah Ta`ala jadikan kita golongan yang selamat. Aamiin

d288045180a510999a8e34a826c1414f


HATI-HATILAH DENGAN KETENARAN
➖➖➖➖➖➖➖

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menjauhi ketenaran dan pujian-pujian karena pujian itu fitnah. Beliau bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالتَّمَادُحَ فَإِنَّهُ الذَّبْحُ

“Jauhilah sifat suka dipuji, karena dengan dipuji-puji itu seakan-akan engkau disembelih.” (HR. Ahmad no. 16460, di-shahih-kan al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 2674)

Abu Ayyub as-Sikhtiyani mengatakan: “Seorang hamba sama sekali tidaklah jujur jika keinginannya hanya ingin mencari ketenaran.” (Ta’thiru al-Anfas, hlm. 276)

Dari al-Husain bin al-Hasan al-Marwazi diriwayatkan bahwa ia berkata: “Abdullah ibnu Mubarok pernah berkata: “Jadilah orang yang menyukai status khumul (status tersembunyi dan tidak dikenal) dan membenci popularitas. Namun, jangan engkau tampakkan bahwa engkau menyukai status rendah itu sehingga menjadi tinggi hati. Sesungguhnya mengklaim diri sendiri sebagai orang zuhud justru mengeluarkan dirimu dari kezuhudan karena cara itu, kamu telah menarik pujian dan sanjungan untuk dirimu.” (Shifatu ash-Shafwah, 2/325)

Islam memerintahkan umatnya agar tawaduk atau rendah hati dan menjauhi popularitas. Terkadang ketenaran bisa membuat orang sombong dan tidak ikhlas dalam beramal.

Sumber: Link

ae0bdb794495a818a3f1ca66d2778e02


TUJUAN BERHIJAB
➖➖➖➖➖➖➖

بسم الله الرحمن الرحيم

Tujuan syari’at berjilbab bagi wanita untuk menutupi keindahan, kecantikan, perhiasan dan semua yang menarik pandangan kaum lelaki.

Maka sungguh aneh jika pakaian hijab muslimah dibuat indah dan diberi hiasan, bahkan diperlombakan agar terlihat mana yang paling indah, atau sengaja diperlihatkan kepada kaum lelaki di medsos.

Allah ﷻ berfirman,

وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

“Dan janganlah kamu ber-tabarruj (menampakkan perhiasan dan kecantikan kepada laki-laki yang bukan mahram) seperti wanita Jahiliyah dahulu.” [Al-Ahzab: 33]

Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata,

إن التبرج هو إظهار الزينة، وإبراز المرأة محاسنها للرجال

“Sesungguhnya tabarruj itu adalah seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan menampilkan kecantikannya kepada kaum lelaki (yang bukan mahram).” [Tafsir Atn-Thobari, 20/260]

Al-Imam Al-Albani rahimahullah berkata,

والمقصود من الأمر بالجلباب إنما هو ستر زينة المرأة، فلا يعقل حينئذ أن يكون الجلباب نفسه زينة

"Maksud perintah berjilbab adalah menutupi perhiasan wanita, maka tidak masuk akal jika jilbab yang ia kenakan adalah sebuah perhiasan (yang menarik pandangan kaum lelaki)." [Jilbab Al-Marah Al-Muslimah, hal. 120]

Sumber instagram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

1f6bb0623dfcb59407598b9d122be23b


TIDAK AKAN MASUK SURGA ORANG SEPERTI INI
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma, Rasulullah bersabda:
"Tiga orang yang tidak masuk surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: Seorang yang durhaka kepada kedua orangtuanya, seorang wanita yang menyerupakan dirinya dengan lelaki dan lelaki dayyuts (tidak ada rasa cemburu terhadap keluarganya)."
[HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami', no. 3071]

77f3c6e3d5eca404d1fc7648c9b5cacb


📛 DIANTARA MUSIBAH BESAR

Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah berkata :

من أعظم المصائب للرجل أن يعلم
من نفسه تقصيرا و لا يبالي و لا
يحزن عليه

"Termasuk musibah paling besar yang menimpa seseorang adalah, ia tahu adanya kekurangan pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak pula sedih karenanya".

📚 Kitab Syu`abul Iman, hlm. 867 karya Imam Al Baihaqi rahimahullah

0ebded5651adc476665bfca00f9e6ecc


BIAR DAPAT PAHALA FULL SETAHUN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Coba Usahakan

Hukum mandi Jumat itu sunnah bukan wajib sebagaimana pendapat kebanyakan ulama. Yang dijadikan alasan adalah hadits dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ
“Siapa yang berwudhu pada hari Jumat, maka itu baik. Namun siapa yang mandi pada hari Jumat, maka mandi lebih afdal.” (HR. An-Nasa’i, no. 1380; Tirmidzi, no. 497; Ibnu Majah, no. 1091. Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Sumber : Link

6d372a31701f841001596fba84cbd67d


💎💦MEMANDANG WAJAH ALLAH, KENIKMATAN TERTINGGI DI AKHERAT

Link

Salah satu keyakinan dan prinsip dasar Ahlus sunnah wal jama’ah yang agung, melihat wajah Allah Ta’ala. Dengan memahami dan mengimani masalah ini dengan benar, maka peluang kita untuk mendapatkan anugrah dan kenikmatan tersebut akan semakin besar, dengan rahmat dan karunia-Nya.
Adapun orang-orang yang tidak memahaminya dengan benar, apalagi mengingkarinya, maka mereka sangat terancam untuk terhalangi dari mendapatkan kemuliaan dan anugrah tersebut, minimal akan berkurang kesempurnaannya, na’uudzu billahi min dzaalik.

Dalam hal ini salah seorang ulama salaf berkata: “Barangsiapa yang mendustakan (mengingkari) suatu kemuliaan, maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut”[29].

Akhirnya kami berdoa kepada Allah Ta’ala dengan doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas:

أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ
[As-aluka ladzdzatan nazhor ila wajhik, wasy-syauqo ilaa liqo’ik]

Aku meminta kepada-Mu (ya Allah) kenikmatan memandang wajah-Mu (di akhirat nanti)
dan aku meminta kepada-Mu kerinduan untuk bertemu dengan-Mu (sewaktu di dunia)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 12 Rabi’ul awwal 1431 H
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA
Artikel Link


© 2023 Link
Sumber: Link

99cddd21579149a6dbe85d23ef6ba632


📑 YANG SERING TERJADI DIANTARA IKHWAN DAN AKHWAT
🖋 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

🔵 Sebagian Akhwat berkata :

"Ikhwan suka melihat akhwat bercadar tapi setelah cadarnya dilepas (nadzhor) mereka mundur teratur. "

🔵 Sebagian Ikhwan berkata :

"Akhwat senang melihat ikhwan berpenampilan sunnah namun setelah mengetahui penghasilan / pekerjaan si ikhwan mereka mundur tidak teratur."

34510ffec0e7535332b31f2b46b8f17a


Nasihat Muslim Bikers

Brother Fillah Berbuat Baik Juga Butuh Ilmu

Abdullah bin Mubarak menunjukkan keheranan, bagaimana mungkin seseorang jiwanya baik jika tidak mau menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu. Beliau berkata,

"aku heran dengan mereka yang tidak menuntut ilmuilmu, bagaimana mungkin jiwanya bisa mengajak pada kebaikan."?

(Siyar A`lam An-Nubala 8/398)
.

aceac5b1687f67acadd22a2b8f77a928


Jadikan semuanya indah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menuturkan :

Boikot yang indah adalah memboikot tanpa menyakiti, Berpaling yang indah adalah berpaling tanpa mencela, dan Kesabaran yang indah adalah bersabar tanpa disertai mengeluh kepada makhluk

(Majmu` Fatawa: 10/666)

3bdaacd0c3c79dd75cea2ebf7add3bd4


🎥 WAKTU PALING AWAL BERANGKAT SHOLAT JUMAT
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.

9be328361b06c1ccb0e05bb05bcbd9c7


BERAMAL DI ATAS ILMU

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
"Jangan kita tertipu dengan apa yang dilakukan oleh manusia. Sebab, apa yang dilakukan oleh manusia, bisa jadi tidak berdasarkan ilmu. Oleh karena itu, yang menjadi tolok ukur (kebenaran) adalah apa yang ditunjukkan oleh syariat, bukan apa yang dilakukan oleh manusia."
Al-Qaul al-Mufid `Ala Kitab at-Tauhid, jilid 1 hlm. 204

4eef7bb3b0465d377ce61d4b5ade8c60


Dalam Hal ini Kamu harus Berguru kepada diri sendiri

Al-Ahnaf bin Qais (w. 72 H) ditanya, "Dari siapa Anda belajar ilmu?" "Dari diriku sendiri," jawabnya. "Bagaimana itu?" Lanjut si penanya. "Kalau aku tidak menyukai apapun dari selainku, aku pun tak akan melakukan hal serupa kepada orang lain," tuturnya.

(At-Taudhih Syarh al-Jami' ash-Shahih, 2/512)

Dari : Ust. Alee Massaid

ab7f4de8cb7b88b5412d9e298c1ef486


Fakus Bayar Hutang Dulu

Sufyan Ats Tsauri pernah ditanya tentang seorang yang memiliki hutang, apakah boleh baginya untuk memakan daging? Beliau menjawab: "Tidak".

" Hilyatul Auliya` 7/19"

┈┉┅━━••••━━┅┉┈

6cfd17ff858403ce86b45c711c0c7b7f


📑 YANG SERING TERJADI DIANTARA IKHWAN DAN AKHWAT
🖋 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️

🔵 Sebagian Akhwat berkata :

"Ikhwan suka melihat akhwat bercadar tapi setelah cadarnya dilepas (nadzhor) mereka mundur teratur. "

🔵 Sebagian Ikhwan berkata :

"Akhwat senang melihat ikhwan berpenampilan sunnah namun setelah mengetahui penghasilan / pekerjaan si ikhwan mereka mundur tidak teratur."

4f3c2ca43079e2c0ff385d1c7c6d0cc2


CUMAN MAINAN HP TAPI BISA NGILANGIN PAHALA SHOLAT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Padahal sepele, tapi dampaknya ga main-main

Hal ini bukan berarti shalat jumatnya batal. Shalatnya tetap sah, hanya saja ia terluput dari pahala shalat jumat. Dan cukuplah ini kerugian yang besar bagi seorang mukmin.

- Bagaimana dengan orang yang bermain handphone ketika khutbah jumat?
Jawabannya adalah bermain handphone di saat khatib sedang berkhutbah juga tidak boleh. Hukumnya sama dengan orang yang bermain kerikil yang disinggung dalam hadis di atas. Jadi seorang yang sibuk bermain handphone ketika khatib sedang khutbah, ia juga terluputkan dari kesempurnaan pahala shalat jum’at.

Sumber : Link

9aed5b85136836bda7438acd62c3e2c2


📎 Kumpulan Amalan Ringan : Membaca Doa Setelah Berwudhu

Dari ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu; ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ »

“Siapa yang berwudhu dengan memperbagus wudhunya lalu ia mengucapkan

‘ASY-HADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH, ALLOHUMMAJ’ALNII MINATTAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIIN’

"Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang bersuci), dengan ia membacanya melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia akan masuk lewat pintu mana saja yang ia mau.”

📚 HR. Tirmidzi, no. 55. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

Sumber Link
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

789f1a721ff3c285be9805997d07b1eb


SIFAT-SIFAT TEMAN YANG BAIK.

Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh pernah berkata :

وفى جملة، فينبغى أن يكون فيمن تؤثر صحبته خمس خصال : أن يكون عاقلاً حسن الخلق غير فاسق ولا مبتدع ولا حريص على الدنيا

“Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat itu memiliki lima sifat berikut : orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid’ah, dan bukan orang yang rakus dengan dunia.”

( Mukhtasar Minhajul Qashidin , 2/36).

Kemudian beliau menjelaskan :

“Akal merupakan modal utama. Tidak ada kebaikan berteman dengan orang yang bodoh (yang tidak berakal). Karena orang yang bodoh, dia ingin menolongmu, tapi justru dia malah mencelakakanmu.

Yang dimaksud dengan orang yang berakal itu adalah orang yang memamahai segala sesuatu sesuai dengan hakekatnya, baik untuk dirinya sendiri atau tatkala dia menjelaskan kepada orang lain.

Teman yang baik itu juga harus memiliki akhlak yang mulia. Karena betapa banyak orang yang berakal tetapi dikuasai oleh rasa marah dan tunduk pada hawa nafsunya, sehingga tidak ada kebaikan berteman dengannya.

Sedangkan orang yang fasik (banyak berbuat dosa/maksiat), dia tidak memiliki rasa takut kepada Alloh. Orang yang tidak mempunyai rasa takut kepada Alloh, tidak dapat dipercaya dan engkau tidak aman dari tipu dayanya.

Sedangkan berteman dengan ahli bid’ah, dikuatirkan dia akan mempengaruhimu dengan kejelekan bid’ahnya."

( Mukhtashor Minhajul Qashidin , 2/ 36-37)

Semoga Alloh ta'ala memberikan dan memilihkan kepada kita teman-teman yang sholih dan yang baik agamanya secara umum ......

Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ....

Surabaya , Selasa pagi yg sejuk, 11 Syawal 1444 H / 2 Mei 2023 M

✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

6737e06c4237bed09ccee52111cb2c92



.
📖 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
.
أَنتَ وَلِىِّۦ
.
(Engkaulah Pelindungku)
Yakni penolong dan pengatur segala urusanku.
.
فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۖ
.
( di dunia dan di akhirat)
Yang menjadi penolongku di dunia dan di akhirat.
.
QS. Ali-`Imran I 101
Sumber Tafsirweb

f1c3c906f13667b5b00bc80eac2b340d


🎥 LEMBUT DENGAN ORANG LAIN KASAR DENGAN KELUARGA SENDIRI
.
👤 Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

d0a71f1b4fb8bee4ed108ace8e0d9c3f


📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari`ah Universitas Qashim - Saudi Arabia

Siapapun yang dapat mentadabburi firman Allah : { لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ } dia tidak akan berani untuk menghinakan manusia ciptaan Allah, dan tidak pula ia akan menghinakan setiap makhluk ciptaan Allah yang dipuji oleh-Nya.

Referensi : Link

c61c3d68ba39b4497e1d2a49354e7ec1


🍁☘🍁🍁☘🍁
------------------------
Keshalihan Seorang Anak Tidaklah Datang Seketika.
-
🎙Numair bin Aus (wafat 115H) rahimahullahu ta‘ala berkata,

كَانُوا يَقُولُونَ : الصَّلاحُ مِنَ اللهِ والأَدَبُ مِنَ الآبَاءِ

“Dahulu mereka (para sahabat Nabi) selalu mengatakan, `Keshalihan anak merupakan karunia dari Allah, namun pendidikan adab mereka dari orangtuanya`.”

📕 Al-Adabul Mufrad (no. 92)

28f9803218e60809a640ff9abadc56db


﷽ Sudah tau belum...?
-----
Adapun urutan mendahulukan nafkah pada istri daripada kerabat lainnya tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hal ini disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا ، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا ، بَيْنَ يَدَيْكَ ، وَعَنْ يَمِينِكَ ، وَعَنْ شِمَالِكَ
.
“Mulailah dari dirimu sendiri. Sedekahkanlah untuk dirimu. Selebihnya dari itu untuk keluargamu (anak dan istrimu). Selebihnya lagi dari itu untuk kerabat dekatmu. Selebihnya lagi dari itu untuk tujuan ini dan itu yang ada di hadapanmu, yang ada di kanan dan kirimu.”
.
(HR. Muslim, no. 997)
-
🌐Source : [Link]

d85b04cf9849132427c512ed6508a1d3


Jangan sampai terlewat yaa⁣
ㅤ⁣
Bisa jadi doa yang belum terkabul, Allah kabulkan di akhir jum’at ini⁣
ㅤ⁣
IMAM IBNUL QOYYIM BERKATA :⁣
ㅤ⁣
كان سعيد بن جبير إذا صلى عصر الجمعة لم يكلم أحدا حتى تغرب الشمس متحريا ساعة الإجابة ⁣
ㅤ⁣
Dahulu Said bin Jubair apabila selesai shalat asar di hari jumat, beliau tidak mengajak bicara seorangpun sampai tenggelam matahari, beliau bersungguh2 mencari waktu yg Mustajab (Doa)
ㅤ⁣
[Kitab : Zaadul Maad 1 / 394]⁣
ㅤ⁣
------------------------------------------------

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

81cfe502bb8ea683e0456b440d401843


بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــــــــم

KELUARGA ADALAH HARTA TERBESAR YANG TIDAK TERGANTIKAN
____✒️

Banyak orang yang berkata, keluarga adalah salah satu harta yang tidak tergantikan, keluarga adalah tempat saling berbagi, baik berbagi kebahagiaan maupun kesedihan. Semuanya dipupuk bersama dan dirasakan bersama.

Tentunya kita sangat sayang dan cinta kepada keluarga kita, orang tua tercinta, istri tersayang, anak-anak permata hati dan keluarga lainnya.

Tentunya kita juga menginginkan yang terbaik bagi orang lain yang kita cintai, terlebih bagi keluarga kita yang sangat kita sayangi. Ini merupakan salah satu tanda kesempurnaan iman seseorang.

• Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.”

(HR. Bukhari)


Cara paling baik menginginkan kebaikan kepada keluarga kita adalah dengan cara mengajaknya ke jalan Allah, agar bisa masuk surga tertinggi dan berkumpul bersama melihat wajah Allah Ta’ala yang mulia serta dijauhkan sejauh-jauhnya dari neraka.

📌 Intinya adalah jangan sekali-kali lupa berdakwah kepada keluarga. Yang paling utama dan paling diprioritaskan yaitu dakwah kepada tauhid dan aqidah yang benar serta akhlak yang mulia.

📌 Jangan sampai mereka jauh dari agama dan kering dari iman. Jangan sampai ada dari keluarga kita yang masuk neraka sehingga kita tidak akan bisa berkumpul bersama kembali untuk selama-lamanya di akhirat kelak.

📌 Kita harus menjaga keluarga kita dari api neraka, terutama para suami dan ayah yang tanggung jawab keluarga berada di pundak mereka. Sebagaimana kita diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”

(QS. At-Tahrim : 6)


📎 Muslimafiyah
_

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

e2031ac5d19ca51f2d656e6f89fa0944


🌟 Silsilah Faedah Masyayikh Ahlussunah

‼️‼️ RASA IRI ORANG BERAKAL DAN ORANG BODOH

✍️ Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

العاقِلُ يَغبِطُ مَن أنفقَ مالَه في سبيلِ الخيراتِ ونيلِ عُلوّ الدّرجاتِ، والجاهلُ يَغبِطُ مَن أنفقَ مالَه في الشّهواتِ وتوصَّل به إلى الّلذَّات المُحرَّماتِ

🔅 Seorang berakal akan merasa iri kepada orang yang menginfakkan hartanya di jalan kebaikan dan untuk memperoleh derajat yang tinggi.

🔅 Sedangkan, orang bodoh akan merasa iri kepada orang yang menghabiskan hartanya untuk perkara syahwat dan untuk memperoleh kelezatan yang diharamkan.

📚 Latha`iful Ma`arif (435)

▶️ Twitter Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari hafizhahullah

ee92c584de69ee3c0dedf6a302c04eb5


Mendidik anak itu dengan doa ya bunda, bukan dengan keluh kesah

Masih banyak orang tua yang tidak merasakan anak sebagai anugerah ilahi. Mungkin saja kita termasuk orang tua yang belum bersyukur itu. Akibatnya, keluh kesah kerap kali terlontar dari lisan seorang hamba; belum lagi diiringi kekesalan dan rasa tidak puas sebagai luapan isi hati.

Dikutip dari buku Mencetak Generasi Rabbani
Karya Abu Ihsan dan Ummu Ihsan al Atsari hafizhahumullahu

f7d09d2ec5dfec3ba35a5f3bf1026162


Bersekah dihari jumat

c5fe7f29ec28409d5ccc4fc4949bd58a


📎 Menanamkan Nilai-Nilai Tauhid Kepada Anak Sejak Kecil

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Apabila anak sudah mulai bisa berbicara, hendaknya mereka diajari mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMAD RASULULLAAH. Hendaknya yang pertama kali menancap di pendengaran mereka adalah mengenal dan menauhidkan Allah; meyakini bahwa Allah berada di atas Arsy-Nya, mengawasi mereka, mendengar semua ucapan mereka, dan bersama mereka di mana pun mereka berada."

📚 (Tuhfatul Maudud, 1/232)

Penting bagi setiap orangtua untuk menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini kepada anak-anak mereka. Di antara hal yang paling penting adalah mengenalkan mereka pada kalimat tauhid yang menjadi pondasi dari iman seorang muslim, yaitu "Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah." Dengan mengajarkan kalimat ini, anak-anak akan mulai memahami dasar ajaran Islam dan tauhid yang harus diyakini oleh setiap muslim.

Ibnul Qayyim menekankan pentingnya mengajarkan anak-anak bahwa Allah adalah pencipta dan penguasa alam semesta yang berada di atas Arsy-Nya, mengawasi setiap gerak-gerik hamba-Nya, mendengar segala ucapan mereka, serta selalu bersama mereka di mana pun mereka berada. Ini adalah bentuk pendidikan tauhid yang sangat mendalam yang harus disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

Tujuan utama dari pendidikan tauhid ini adalah agar anak-anak memiliki pemahaman yang kokoh tentang eksistensi Allah dan sifat-sifat-Nya yang mulia, yang akan menjadi dasar bagi segala tindakan dan keyakinan mereka dalam menjalani hidup. Hal ini juga menjadi landasan bagi mereka untuk selalu menjaga hubungan yang baik dengan Allah serta mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan menanamkan nilai-nilai tauhid sejak dini, kita mempersiapkan generasi yang kuat dalam keimanan dan bertakwa kepada Allah, serta menjadikan mereka sebagai hamba yang selalu mengingat dan bergantung hanya kepada-Nya.

Wallahu A'lam Bishawab








8f03c69f2b8a0a249af5ad56628540d5


"Manfaat Doa Masuk Pasar"

🎙Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc حفظه الله

43b5e2f264d3740ddf1be97c4a241ff8


──────●❅๏᯽๏❅●──────


╭─────── •✧✿✧• ───────╮⁣⁣
⌚REMINDER DZIKIR PAGI
╰─────── •✧✿✧• ───────╯⁣⁣

: بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


BACAAN DZIKIR PAGI

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

1. MEMBACA AYAT KURSI (1x)

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255)

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” [1]


2. MEMBACA SURAT AL-IKHLAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.
Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”
[2]


3. MEMBACA SURAT AL-FALAQ (3x)

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

"Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki". [3]

4. MEMBACA SURAT AN-NAS (3x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia.
Raja manusia.
Sembahan (Ilah) manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan.
[4]


5. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” [5]

☘️ FADHILLAH
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.


6. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]

7. MEMBACA SAYYIDUL ISTIGHFAR (1x)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga" [7]

8. DIBACA (3x) :

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]

9. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]

☘️ FADHILLAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.

10. DIBACA (1x) :

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْأَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.”

☘️ FADHILLAH
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.”
[10]

11. DIBACA (3x) :

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” [11]

12. DIBACA (3x) :

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

☘️ FADHILLAH
“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” [12]

13. DIBACA (1x) :

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ain

“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13]

14. DIBACA (1x) :

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [14]

15. DIBACA (10x atau 100x) :

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

☘️ FADHILLAH
●Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak 10X,Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan,menghapuskan baginya 10 kesalahan,ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak,Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari,siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan yang semisal itu pula.

●Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu. [15],[16],[17]

16. DIBACA (3x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]

☘️ FADHILLAH
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam mengatakan kepada Juwairiyyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyyah dari selepas subuh sampai waktu dhuha.

17. DIBACA (1x Setelah Salam dari Shalat Subuh):

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]

18. MEMBACA TASBIH (100x) :

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]

19. MEMBACA ISTIGHFAR(100x pagi atau sore) :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” [21]

_____

ᚎ Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبركاته

──────●❅๏᯽๏❅●──────

192f0fd9abd3aa7cd9afa8c9609cfbbf


Doa Nabi Nuh


———
Ya Tuhan-ku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan".
📚Surah Nuh : 28
——
🎙 Hazza Al Balushi

a3053de18673ff4a09b65344cae74e13


📚JANGAN IKUTI ARUSNYA,,, TAPI TEGUHLAH DI ATAS AGAMA-NYA
======

Saudaraku kaum muslimin yg saya cintai karena Allah.

Sadarlah .. bahwa kita akan terus digiring utk menjauhi apa yg dinilai buruk oleh musuh² Islam .. dan digiring utk melakukan apa yg dinilai baik oleh mereka.

Contohnya: Jangan menjadi orang yg ekstrim, radikal, teroris, takfiri, wahabi, kaku, kolot, jumud, dst .. tapi standarnya dari mereka, bukan dari Islam.

Contohnya lagi: Jadilah orang yg rahmatan lil alamin, bijak, toleran, hormat kearifan lokal, moderat, maju, terbuka, dst .. tapi standarnya dari mereka, bukan dari Islam.

Jika hal ini kita ikuti sesuai "standar mereka", maka jelas lama² Islam, hanya tinggal nama .. kelihatannya berlabel Islam, tapi sejatinya hanyalah mengikuti apa yang mereka inginkan.

Dan alhamdulillah dari zaman dahulu, imam yg sangat kita cintai, Imam Syafii -rahimahullah- telah menyampakan pesan indah yg bisa menjadi bantahan bagi mereka .. beliau mengatakan:

آمنت بالله وبما جاء عن الله، على مراد الله. وآمنت برسول الله، وبما جاء عن رسول الله، على مراد رسول الله

"Aku beriman kepada Allah, dan apapun yg datang dari Allah, sesuai yg diinginkan Allah.

Aku juga beriman kepada Rasulullah, dan apapun yg datang dari Rasulullah, sesuai yg diinginkan oleh Rasulullah".

Inti perkataan beliau ini, bahwa standar kita beragama adalah apa yg diinginkan oleh Allah dan Rasulnya -shallallahu alaihi wasallam- .. bukan apa yg diinginkan mereka musuh² Islam.

Oleh karena itu, bersabarlah utk tetap teguh dg Alquran dan Assunnah, sebagaimana dipahami oleh para Salaful Ummah .. meski banyak ujian yg akan kita alami dan hadapi.

Inilah jalan yg menjadikan Islam kita terjaga, tetap seperti yg diinginkan oleh Allah dan Rasulnya .. inilah jalan keselamatan .. inilah jalan yg lurus menuju surga Allah ta'ala.

Teruslah mengingat, bahwa semakin berat suatu amalan, maka semakin berat juga timbangannya .. semoga Allah memberikan keteguhan kepada kita hingga husnul khatimah, amin.

Silahkan dishare .. semoga bermanfaat

✍️🏻 Ustadz Dr. Musyaffa Ad Darini, Lc., MA.

8971cdbc4ab1070b450ad93fd1c3ea7d


📋 DOA YANG TERKUMPUL KEBAIKAN DUNIA & AKHIRAT

Tidak tahu, mau berdo`a apa..❓

👤Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ

"Apa yang aku katakan ketika aku berdoa kepada Rabbku?" Maka beliau menjawab :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَعَافِني ، وارْزُقْنِي

"ALLAHUMMAGHFIRLII, WARHAMNII, WA `AAFINII, WARZUQNII"

(Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkan aku (dari penyakit), dan berilah aku rezeki).

Karena do`a ini mengumpulkan seluruh kebaikan dunia dan akhiratmu"

📜(HR. Muslim no. 36 dan 2697)

🌐 Sumber || Link

aa77dc5848d8edf4eba3571da85149f7


⤵⤵⤵
.
DOSA AMPUNI
DIHARI JUM`AT

dari Abu Hurairah radhiyallahu `anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"Barang siapa berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian mendatangi shalat Jumat, mendengarkan khutbah dan diam maka akan diampuni dosa-dosanya antara jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari."

Sumber HR. Al-Imam Muslim, no. 857
.
Silahkan disebarkan
.
Follow : @penebarkebaikansunnah
.

0a6745c883d7d2f964c356f2174a3d10


ITTIBA’ BUKTI CINTA YANG SEBENARNYA KEPADA RASULULLAH ﷺ
➖➖➖➖➖➖➖
Bukti Cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Pertama: Mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapa pun
Hal ini dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah makhluk pilihan dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِى هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِى مِنْ بَنِى هَاشِمٍ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah yang terbaik dari keturunan Isma’il. Lalu Allah pilih Quraisy yang terbaik dari Kinanah. Allah pun memilih Bani Hasyim yang terbaik dari Quraisy. Lalu Allah pilih aku sebagai yang terbaik dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim no. 2276, Watsilah bin Al Asqo’)
Di antara bentuk mendahulukan dan mengutamakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari siapa pun yaitu apabila pendapat ulama, kyai atau ustadz yang menjadi rujukannya bertentangan dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka yang didahulukan adalah pendapat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Asy Syafi’i rahimahullah, “Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.” (I’lamul Muwaqi’in ‘an Robbil ‘Alamin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/7, Darul Jail, 1973.)
Kedua: Membenarkan segala yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialah mengimani kemaksuman Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari dusta atau buhtan (fitnah) dan membenarkan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى (1) مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى (2) وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)
”Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm: 1-4)

Selengkapnya di: Link

47b71bfa2fb8277613793f01074870a1


Dengan Inilah Seseorang Akan Baik Kehidupannya.

Al-`Alamah Ahmad An-Najmi rahimahullah berkata,

Maka seorang lelaki tidak akan sempurna keadaannya dan tidak akan bagus kehidupannya melainkan dengan istri yang sholehah.

Dan seorang wanita tidak akan tenang dan baik kehidupannya melainkan dengan seorang suami yang sholeh.

Ta`siisul Ahkam 4/172

13c6143a2bf9669ec709af4411dbe265


📎 Menahan Amarah

Dari Abu Hurairah Radhiallahu'anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang kuat itu bukanlah orang yang pandai berkelahi, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan amarahnya ketika sedang marah."
(HR. Bukhari, no. 6114 dan Muslim, no. 2609)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati bukanlah terletak pada kemampuan fisik atau kekuatan tubuh dalam bertarung, tetapi pada kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya saat marah. Marah adalah salah satu emosi yang bisa membawa seseorang ke dalam perbuatan yang merugikan, baik bagi dirinya maupun orang lain. Oleh karena itu, menahan amarah adalah salah satu bentuk kekuatan yang sesungguhnya.

Allah berfirman:
"Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik."
📘 (QS. Ali Imran: 134)

Menahan amarah bukan berarti menahan perasaan, tetapi lebih kepada memilih untuk tidak bertindak atau berbicara dengan cara yang bisa menimbulkan kerusakan. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menjaga lisan dan perbuatan, serta selalu bersabar dalam menghadapi ujian dan emosi. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menahan amarah dan bersikap sabar dalam segala keadaan. Aamiin.





efa5d471bb5ffdca1dce87ee7580e261


DOA MEMINTAKAN AMPUN UNTUK KEDUA ORANG TUA DAN KAUM MUSLIMIN

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ


RABBANAGFIR LĪ WA LIWĀLIDAYYA WA LIL-MU`MINĪNA YAUMA YAQỤMUL-ḤISĀB

Artinya:
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat.

(QS. Ibrahim 41)

Sumber: Link

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

72cca0d363b425739163bfb03b6489e6


MENGKUFURI KEBAIKANNYA

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ، يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ باِللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا, قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

"Diperlihatkan kepadaku neraka, ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita yang kufur.
Ada yang bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah subhanahu wa ta’ala?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri kebaikannya. Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukainya), dia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan darimu’.”
[HR. al-Bukhari]

6cf92aab336e9be5483f012e790070af


ALLAH TELAH MENJAMIN SEMUA REZEKI MAKHLUK
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Kita harus yakin, sesungguhnya Allah Ta’ala menjamin rezeki semua ciptaan-Nya. Allah sendiri yang menyatakan hal itu dalam firman-Nya,

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi ini, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS. Hud: 6)

Jangankan manusia yang sudah mampu berusaha, seorang manusia, saat dia belum mampu berbuat apa-apa berupa janin dalam rahim ibunya saja, Allah telah menjamin rezeki untuknya. Bahkan hewan-hewan di dalam samudera dan semut-semut di dalam tanah sekalipun, Allah telah jamin semua rezeki mereka. Allah tidak menciptakan makhluk untuk kemudian menelantarkan mereka. Allah akan mengurus seluruh urusan mereka karena Allah adalah Al-Mudabbir, Yang Maha Mengatur seluruh urusan makhluk-Nya.



Sumber: Link
Copyright © 2025 Link

BEKERJALAH! CARILAH KARUNIA ALLAH DI MUKA BUMI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Selain kita berharap dan memohon kepada Allah Ta’ala untuk diberikan rezeki, maka kita pun juga harus berusaha dan bekerja. Karena seekor burung pun tidak akan mendapatkan rezeki berupa makanan kecuali ia keluar dari sangkarnya.

Ingatlah juga bahwa bekerja adalah sebuah kehormatan, apapun pekerjaannya. Sebaliknya, menganggur dan tidak bekerja, serta hanya berpangku tangan mengharap belas kasih manusia adalah aib. Bekerjalah! Jangan meminta-minta. Bekerjalah, karena Allah telah menundukkan bumi ini untuk kita.

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk: 15)

Bekerjalah. Carilah karunia Allah. Dan bertawakallah kepada-Nya.



Sumber: Link
Copyright © 2025 Link

3ec856f37631082826bb6414db01e8d8


Ngga Usah Khawatir, Doa mu Pasti Dikabulin
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya,

atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya,

selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim.”

Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).”

(HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih) [HR. Tirmidzi, no. 3573 dan Al-Hakim, 1:493. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin, hadits no. 1501].

Diantara sumber : Link

c2699f93a5cf9e6c70b1850c4f2561ec


PENGOBATAN ALTERNATIF DALAM SOROTAN

Abu Ubaidah As Sidawi

Kesehatan adalah nikmat yang sangat mahal. Demi kesehatan, seorang rela mengorbankan harta, waktu dan tenaga, bahkan terkadang demi kesehatan seorang mengorbankan keimanan dan aqidah dengan mendatangi para dukun dan pengobatan-pengobatan alternatif berbau mistik yang menjamur akhir-akhir ini.

Islam menganjurkan kepada kita untuk menjaga kesehatan dan berobat jika sakit sebagai bentuk ikhtiar seorang hamba menggapai kesehatannya kembali agar bisa beribadah kepada Allah. Nabi kita Muhammad bersabda :

يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً أَوْ قَالَ دَوَاءً إِلاَّ دَاءً وَاحِدًا ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ:«الْهَرَمُ»

“Wahai hamba Allah, berobatlah  kalian semua. Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Allah menurunkan juga obatnya kecuali satu penyakit. Mereka bertanya: penyakit apa itu wahai rasulullah?  Beliau menjawab: "Pikun”. (HR. Ahmad,  Tirmidzi,  Abu Dawud,  dishahihkan al Albani dalam Ghoyatul Maram: 252)

Di antara contoh cara pengobatan Islami yang sangat dianjurkan adalah bekam, madu, ruqyah dan obatan2 lain baik tradisional maupun modern yang terbukti secara ilmu medis dan tidak bertentangan dg syariat. (Lihat Ahkamul Adwiyah Fi Syariah Islamiyyah karya Dr.  Hasan bin Ahmad)

Adapun pengobatan-pengobatan yang tidak ada dalilnya dalam syariat dan tidak teruji secara ilmiah maka hendaknya bagi kita untuk mewaspadainya karena menjaga kesehatan agama dan Aqidah jauh lebih penting daripada kesehatan badan semata.

Ingat, obat hanyalah sebab, orang bisa sembuh dengan sebab tersebut dan bisa juga tidak, karena yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah semata. Betapa banyak orang bisa sembuh tanpa berobat dan betapa banyak orang telah berobat namun belum sembuh juga.

Syeikh Abdur Rahman As Sa`di menjelaskan bahwa sebab itu harus memenuhi tiga syarat:
1. Sebab itu harus sesuai dengan syariat atau teruji secara ilmiah.
2. Tidak boleh bersandar kepada sebab tersebut.
3. Harus meyakini bahwa semua itu tidak lepas dari ketentuan Allah. (Al Qaulus Sadid hlm. 40)

Maka jangan tertipu dengan maraknya pengobatan alternatif yang tidak sesuai syariat dan tidak teruji secara ilmiah dunia kedokteran, walau sekilas menggiurkan dan instan kesembuhannya karena segala hal yang tidak sesuai syariat dan tidak teruji secara ilmiah maka bisa merusak tauhid kita.

169af8344c6f6985510b5d1c535ccfa2


PAKAIKANLAH KETAWADU`AN PADA PAKAIANMU!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن معاذ بن انس رضي الله عنه مرفوعاً: «مَنْ ترك اللباسَ تَوَاضُعًا لله، وهو يقدر عليه، دعاه اللهُ يومَ القيامةِ على رُؤُوسِ الخَلَائِقِ حتى يُخَيِّرُهُ مِنْ أَيِّ حُلَلِ الإِيمَانِ شَاءَ يَلْبَسُهَا».
[حسن] - [رواه الترمذي وأحمد]

Dari Mu`āż bin Anas al-Juhani -raḍiyallāhu `anhu- secara marfū`, “Barangsiapa meninggalkan pakaian (mewah) karena merendahkan diri kepada Allah, padahal dia mampu mengenakannya, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segenap makhluk untuk disuruh memilih jenis pakaian iman mana saja yang ia kehendaki untuk dikenakan.”
[Hadis hasan] - [Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad]

Uraian
Barangsiapa meninggalkan pakaian mewah karena merendahkan diri kepada Allah dan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia, sedang dia lakukan itu bukan karena ketidakmampuannya, niscaya Allah menyerunya pada hari kiamat dengan ditonton oleh semua makhluk sebagai penghormatan baginya, lalu dia diberi pilihan untuk mengenakan perhiasan penghuni surga manakah yang dikehendakinya untuk dipakai.


sumber: Link

98bc398e2e5c5d8e88d12cd56cd8ee11


Barangsiapa melakukan suatu amalan
kebaikan lalu diamalkan oleh orang
sesudahnya, maka akan dicatat baginya
ganjaran semisal ganjaran orang yang
mengikutinya dan sedikitpun tidak akan
mengurangi ganjaran yang mereka
peroleh.

.

6cb7c8fe9918e9825f71facb503acbe0


Asy Syaikh Falaah Mandakar, berkata,

"Diantara tanda-tanda kiamat yaitu seorang laki-laki berbuat baik kepada istrinya namun berbuat durhaka kepada ibunya, dan mentaati dan berbuat baik kepada temannya namun berbuat durhaka kepada bapaknya."