8d4387c016c14ad532af9b166829b81d๐ Hati-Hati Dalam Berteman
Manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan, kita selalu membutuhkan orang lain: untuk bekerja sama, berbagi cerita, saling menasihati, bahkan dalam urusan ibadah. Namun, satu hal penting yang sering dilupakan adalah memilih siapa yang menjadi teman dekat kita.
Umar bin Khathab radhiyallahu โanhu pernah mengingatkan dengan tegas:
"Siapa yang berteman dengan orang yang rusak maka dia tidak akan selamat (dari pengaruhnya)."
๐ (Az-Zuhud, Ibnu Abi Ashim 1/49)
Ini bukan hanya sekadar nasihat biasa, tetapi sebuah peringatan serius dari salah satu sahabat terbaik Rasulullah ๏ทบ. Umar bin Khathab dikenal sebagai sosok yang tegas dan penuh hikmah. Dan dalam kalimat tersebut, beliau mengisyaratkan bahwa sifat, akhlak, dan kebiasaan teman dekat bisa menular dan membentuk karakter kitaโsedikit demi sedikit, tanpa kita sadari.
๐ Dalam Islam, persahabatan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat. Teman bisa menjadi sebab keselamatan kita, atau sebaliknya, menjadi sebab kita terjatuh ke dalam keburukan. Itulah kenapa Rasulullah ๏ทบ bersabda:
โSeseorang itu tergantung pada agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa dia berteman.โ
๐ (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan)
Teman yang buruk akan mengajak kepada kelalaian, membisikkan kemaksiatan, dan membenarkan kebatilan. Ia bisa membuat hati kita keras, menunda-nunda taubat, bahkan membuat kita merasa nyaman dalam dosa. Dan sering kali, semuanya terjadi tanpa terasaโkarena dia dekat, karena kita percaya, dan karena kita terbiasa.
Sebaliknya, teman yang shalih akan selalu mengingatkan kita pada kebaikan. Ia tidak hanya hadir saat senang, tapi juga menasihati saat kita salah. Ia tidak membenarkan kesalahan kita, tapi menegur dengan hikmah. Dia adalah cermin kebaikan yang akan membuat kita merasa malu jika berbuat dosa.
Bahkan dalam Al-Qurโan, Allah ta'ala menggambarkan penyesalan orang-orang di akhirat karena salah memilih teman:
โKecelakaan besarlah bagiku! Seandainya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab.โ
๐ (QS. Al-Furqan: 28)
Penyesalan ini muncul karena teman buruk tidak hanya merusak di dunia, tapi juga bisa menyeret seseorang ke neraka di akhirat. Maka dari itu, memilih teman bukan perkara sepeleโia adalah bagian dari menjaga agama kita.
๐ Prinsip dalam memilih teman:
Lihat agamanya โ Apakah ia taat kepada Allah?
Lihat akhlaknya โ Apakah ia jujur, amanah, dan beradab?
Lihat pengaruhnya โ Apakah ia mengajak kepada kebaikan atau malah membuat lalai?
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berhati-hati dalam berteman, dan dipertemukan dengan teman-teman shalih yang bisa membantu kita menuju surga. Dan semoga kita juga menjadi teman yang baik bagi orang lain, menjadi penyebab hidayah dan keselamatan bagi saudara kita.
Wallahu A'lam Bishawab