013b20abfbf737c9886b97658c2f648f


Ojo seneng Nesu

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya rahmat itu tidak turun kepada kaum yang di tengah-tengah mereka ada seorang yang memutuskan silaturrahim (persaudaraan)."
(HR. Bukhari)

Hadis ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan silaturrahim dengan sesama Muslim. Rahmat Allah sangat terkait dengan bagaimana kita saling berhubungan dan berbuat baik satu sama lain. Memutuskan tali persaudaraan atau hubungan yang baik dengan sesama hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah berfirman:
"Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta (kepada-Nya), dan (peliharalah) hubungan silaturrahim."
📘 (QS. An-Nisa: 1)

Silaturrahim adalah salah satu sebab turunnya rahmat Allah, dan memutusnya dapat menghalangi keberkahan dan kasih sayang dari-Nya. Oleh karena itu, kita hendaknya berusaha menjaga hubungan yang baik dengan keluarga, sahabat, dan sesama Muslim, serta tidak mudah memutuskan tali persaudaraan.

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk selalu menjaga silaturrahim dan mendatangkan rahmat-Nya kepada kita. Aamiin.



255a9160fdde124497c15e9a128b3a32


Beginilah cara menjawab salam dalam sholat !

رد السلام اثناء الصلاة !

37c650b1162b7ba77f5457ef9e728571


📎 Saat Engkau Sujud Pada Rabbmu

Ali bin Abu Thalib radiallahuanhu berkata:

"Termasuk untaian kalimat yang sangat saya cintai adalah saat hamba sujud dia mengatakan "Ya Allah, aku telah menzalimi diriku maka ampunilah aku".

📘 (Maa Shohha Min Atsari Shahabah fil Fiqih: 3641)


e82d8ba952414931c59bc0a5de235dc7


Ternyata yang kita alami, tidak ada yang disia-siakan oleh Allah. Semua bisa menjadi sumber pahala. Ketika anda berhenti di lampu merah, atau anda memakai helm, atau anda tidak melanggar marka, atau anda mengikuti rambu lalu lintas, yakini bahwa anda melakukan semua itu, dalam rangka mengamalkan perintah Allah dan Rasul-Nya yang menyuruh kita untuk taat kepada aturan pemerintah dalam hal yang bukan maksiat. Dengan demikian, anda dianggap sedang melakukan ibadah kepada Allah.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina Link)

73475a054ab40c91b39906256f2daa98


RAMADHAN BULAN MEMPERBANYAK DO`A
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga golongan manusia yang do’anya tidak di tolak, orang yang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya” (HR Tirmidzi : 3598).

Dalam lafadz lain beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ : دَعْوَةُ الصَّائِمِ ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga golongan manusia yang do’anya diijabah, do’a orang yang sedang berpuasa, do’a orang yang teraniaya, dan do’anya orang yang sedang safar” (HR Thabrani, dalam Ad Du’a : 1215)

Dalam lafadz yang lain lagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tiga golongan manusia do’anya tidak di tolak, do’a orang tua untuk anaknya, do’a orang yang berpuasa, serta do’a nya orang yang sedang safar” (HR Al Baihaqi, Al Kubro 3/345 : 6185)

Hadits-hadits diatas menunjukan orang yang sedang berpuasa do’anya diijabah tanpa melihat kepada waktu waktu tertentu, selama berpuasa dari mulai terbit fajar sampai maghrib doa mereka diijabah bahkan do’a mereka akan senantiasa diijabah selama bulan Ramadhan, karena bulan Ramadhan adalah bulan untuk dianjurkan banyak-banyak berdo’a.


Baca selengkapnya di : Link

0c544f5c6109701509d01513c5d4ff39


Ka`ab Bin Malik rahimahullah mengatakan,

"Barangsiapa berpuasa di bulan
Ramadhan lantas terbetik dalam hatinya bahwa setelah lepas dari Ramadhan akan berbuat maksiat pada Rabbnya, maka sungguh puasanya itu tertolak (tidak bernilai apa-apa)."

(Latho`if Ma`arif hal. 378)

44fa7de73b68352b6c5384526cad9cd1


SEMANGAT, ULAMA SALAF MENGKHATAMKAN AL-QUR`AN DI BULAN RAMADHAN

Dari Ibrahim An-Nakha’i rahimahullah ia berkata; “Al-Aswad biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap dua malam”.

Siyar A’lam An-Nubala, 4: 51

Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Bahkan ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam.

Qatadah biasanya mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun jika datang bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap tiga hari. Bahkan ketika datang sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, ia mengkhatamkannya setiap malam.

Siyar A’lam An-Nubala’, 5: 276

Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.” Ditambahkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa khataman tersebut dilakukan dalam shalat.

Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 36

94021a2945dd36ee351cd0c80ea74b6e


OJO RUMONGSO PALING APIK
(Jangan merasa paling baik)

Sahabat, tidak bisa disangkal, dalam pergaulan dengan sesama manusia kita sering bertemu dengan orang-orang yang levelnya lebih rendah dari diri kita, baik secara keilmuan, pengalaman, harta benda, bahkan juga secara pemahaman agama, akhirnya kita tergoda untuk merasa diri lebih baik dari orang lain.

Maka perhatikan Sabda Rasulullah Shalallahu`alaihi Wasallam ini:

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain.”
(HR Muslim no. 2865)

Sungguh Dalam Islam kita tidak dianjurkan untuk merasa diri lebih baik dari yang lainnya, sekalipun nyata-nyata kita memang tampak lebih superior dibanding sesama.


Allahu`alam..



5391fbd24319d6456651805026e2487e


▶️ AKHIRAT LUPUT KARENA MENGEJAR DUNIA

📡 Link Youtube:
Link

]

3991e2cf33f1bc96b0c0e8019c776b00


I`TIKAF DI MALAM HARI SIANGNYA KERJA, BOLEHKAH?

Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat minimal waktu i’tikaf adalah lahzhoh, yaitu hanya berdiam di masjid beberapa saat. Demikian pendapat dalam madzhab Abu Hanifah, Asy Syafi’i dan Ahmad.

Imam Nawawi berkata, “Waktu minimal itikaf sebagaimana dipilih oleh jumhur ulama cukup disyaratkan berdiam sesaat di masjid. Berdiam di sini boleh jadi waktu yang lama dan boleh jadi singkat hingga beberapa saat atau hanya sekejap hadir.” Lihat Al Majmu’ 6: 489.

Alasan jumhur ulama:

1. I’tikaf dalam bahasa Arab berarti iqomah (berdiam). Berdiam di sini bisa jadi dalam waktu lama maupun singkat. Dalam syari’at tidak ada ketetapan khusus yang membatasi waktu minimal I’tikaf.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “I’tikaf dalam bahasa Arab berarti iqomah (berdiam). … Setiap yang disebut berdiam di masjid dengan niatan mendekatkan diri pada Allah, maka dinamakan i’tikaf, baik dilakukan dalam waktu singkat atau pun lama. Karena tidak ada dalil dari Al Qur’an maupun As Sunnah yang membatasi waktu minimalnya dengan bilangan tertentu atau menetapkannya dengan waktu tertentu.” Lihat Al Muhalla, 5; 179.

2. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Ya’la bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata,

إني لأمكث في المسجد الساعة ، وما أمكث إلا لأعتكف

“Aku pernah berdiam di masjid beberapa saat. Aku tidaklah berdiam selain berniat beri’tikaf.” Demikian menjadi dalil Ibnu Hazm dalam Al Muhalla 5: 179. Al Hafizh Ibnu Hajr juga menyebutkannya dalam Fathul Bari lantas beliau mendiamkannya.

3. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah: 187). Ibnu Hazm berkata, “Allah Ta’ala tidak mengkhususkan jangka waktu tertentu untuk beri’tikaf (dalam ayat ini). Dan Rabbmu tidaklah mungkin lupa.” Lihat Al Muhalla, 5: 180.

Al Mardawi rahimahullah mengatakan, “Waktu minimal dikatakan i’tikaf pada i’tikaf yang sunnah atau i’tikaf yang mutlak adalah selama disebut berdiam di masjid (walaupun hanya sesaat).” (Al Inshof, 6: 17)



Sumber Link

d5de3a1b70ad7b99983baddcc927578c


🔰 PERBEDAAN QIYAMUL LAIL, SHALAT MALAM, SHALAT WITIR DAN SHALAT TARAWIH

1. Qiyamul lail:
Menghidupkan malam dengan ibadah dan tidak mesti shalat terus, bisa baca alquran atau belajar.

2. Shalatul lail (shalat malam):
Shalat di waktu malam, waktunya mulai dari ba`da isya sampai sebelum subuh. Jumlah raka`at shalat malam tidak terbatas, lebih baik dilakukan 2 rakaat-salam — 2 rakaat-salam

3. Shalat witir:
-Shalat witir termasuk shalat malam.
Shalat rakaat ganjil, minimal 1 rakaat. Sebagai penutup shalat malam, tidak mesti harus tidur dahulu, jadi boleh minimal satu rakaat sebelum tidur.
-Jika telah shalat witir kemudian tidur dan bangun sebelum subuh, boleh shalat malam lagi tetapi tidak shalat witir lagi sebagai penutup, karena tidak boleh ada 2 witir dalam satu malam.
-Bagi yang berat shalat malam dan bangun sepertiga akhir malam (semoga kita dimudahkan), bisa shalat witir 1 rakaat saja sebelum tidur (berwudhu dahulu termasuk sunnah), itu sudah termasuk shalat malam.

4. Shalat Tarawih:
Shalat malam di waktu ramadahan.
Dinamakan tarawih karena ada `istirahatnya` pada setiap 4 rakaat.

5. Shalat Tahajjud:
Nama lain shalat malam. Lebih utama didirikan pada sepertiga akhir malam dan didahului oleh tidur, jadi bangun untuk shalat malam.

Sumber: Link

🎙 Ustadz dr. Raehanul Bahraen, Link, Link

9083c888aede91032aaf6f3e347ed461


🍁☘🍁☘🍁☘
------------------------
MEMANFAATKAN HARI-HARI RAMADHAN

Berkata Al-Allamah Ahmad An-Najmi rahimahullah:

Seorang Muslim harus memanfaatkan hari-hari Ramadhan, karena itu adalah hari-hari rampasan, di dalamnya ada keutamaan yang besar dan pahala yang besar, yaitu pahala puasa, pahala shalat, pahala sedekah, pahala mengajarkan ilmu, pahala amar makruf dan nahi mungkar, dan semua ini termasuk dari perkara-perkara yang akan dilipatgandakan bagi seorang hamba di bulan ini".

📕 Fadhlu As-Shiyam (hal. 46).
----------------
• قَال العلاَّمةُ أحمد النجمي - رَحِمَهُ اللهُ - :

《 ‏وينبغي للمسلم أن يغتنم أيَّام رمضان فإنَّها أيَّام الغنائم، وفيها فضائلُ عظيمةٌ وأجرٌ كبيرٌ، وهو أجر الصِّيام، وأجر القيام، وأجر الصدقة، وأجر التعليم، وأجر الأمر بالمعروف، والنهي عن المنكر، ‏وكلُّ هذه من الأمور التي تُضاعَف للعبد في هذا الشهر 》.

📚 |[ فضل الصيام (ص٤٦) ]|
------------------------
📝 Yuk bersama² berdakwah! tebarkan manfaat! Jadikan media sosialmu, pemberat timbangan amal kebaikan di akherat kelak.
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ..

233ba931bab1774d2b1342c6e4e24074


Rasulullah Shallallahu `alaihi Wa Sallam Bersabda:
Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan haram, juga melakukan maksiat dan melakukan perkara bodoh, maka Allah tidak lagi peduli pada makan dan minum yang ia tinggalkan.

(HR. Bukhari no.6057 dan Abu Daud no.2362)

6e9c74c4306f7d81e888d5571cedb87c


▶️ CARA MUDAH MENDAPATKAN PAHALA PUASA ORANG LAIN.

66fbf4e8fe41f33a069d6fa75796f78f


📎 SEPULUH HARI TERBAIK SECARA MUTLAK !
.
👤 Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahullahu ta`ala berkata :
.
أنّ العشر الأيام الأوّل من شهر ذي الحجة هي خير أيام السنة على الإطلاق ، والعشر الليالي الأخيرة من شهر رمضان هي خير ليالي السنة على الإطلاق.
.
“Sepuluh siang hari pertama bulan Dzulhijjah lebih baik dari hari-hari setahun secara mutlak dan sepuluh malam akhir bulan Ramadhan lebih baik dari malam setahun secara mutlak."
.
___
.
📚 Link
.
🌍 Web | Link

7ab62ddcdceaa1d7cfe3a4716f0fe195


🍱🤲 Sudah kenyang, di ampuni dosa dosa nya

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ.

غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ



Barang siapa yang makan makanan, kemudian mengucapkan:
👉 “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin”

👉 Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku),

MAKA DIAMPUNI DOSANYA YANG TELAH LALU.”

(HR. Abu Daud no. 4043)

cd21364495de6b231b5b25c3d6cc8124


🎥 2 CARA MENADABURI AL-QUR`AN
.
👤 Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily Hafidzahullah
.

35c44046adb0ee39a7ae6128a8e5098c




LEBARAN DAN PUASA BERSAMA PEMERINTAH | Poster Faedah

Faidah Hadits

Pertama: Puasa dan lebaran bersama pemerintah dan mayoritas orang setempat

Syaikh Al Albani menjelaskan, bahwa makna ini juga dikuatkan oleh hadits ‘Aisyah, ketika Masruq (seorang tabi’in) menyarankan beliau untuk tidak berpuasa ‘Arafah tanggal 9 Dzulhijjah karena khawatir hari tersebut adalah tanggal 10 Dzulhijjah yang terlarang untuk berpuasa. Lalu ‘Aisyah menjelaskan kepada Masruq bahwa yang benar adalah mengikuti Al Jama’ah. ‘Aisyah radhiallahu’anha berdalil dengan hadits:

النحر يوم ينحر الناس، والفطر يوم يفطر الناس

“An Nahr (Idul Adha) adalah hari ketika orang-orang menyembelih dan Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berlebaran” (Lihat Silsilah Ahadits Shahihah 1/444)

Perlu diketahui, bahwa istilah Al Jama’ah maknanya adalah umat Islam yang berkumpul bersama ulama dan penguasa muslim yang sah, mereka yang senantiasa meneladani ajaran Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dengan pemahaman para sahabat Nabi. Mengenai istilah ini silakan baca artikel Makna Al Jama’ah dan As Sawadul A’zham. Maka mengikuti Al Jama’ah dalam hal penentuan Ramadhan dan hari raya adalah mengikuti keputusan pemerintah muslim yang sah yang berkumpul bersama para ulamanya yang diputuskan melalui metode-metode yang sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Hal ini juga dalam rangka mengikuti firman Allah Ta’ala :

أطِيعُوا الله وأطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولى الأمْرِ مِنْكُمْ

“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya serta ulil amri kalian” (QS. An Nisa: 59)

Kedua: Urusan penetapan waktu puasa dan lebaran adalah urusan pemerintah

As Sindi menjelaskan, “Nampak dari hadits ini bahwa urusan waktu puasa, lebaran dan idul adha, bukanlah urusan masing-masing individu, dan tidak boleh bersendiri dalam hal ini. Namun ini adalah urusan imam (pemerintah) dan al jama’ah. Oleh karena itu wajib bagi setiap orang untuk tunduk kepada imam dan al jama’ah dalam urusan ini. Dari hadits ini juga, jika seseorang melihat hilal namun imam menolak persaksiannya, maka hendaknya orang itu tidak menetapkan sesuatu bagi dirinya sendiri, melainkan ia hendaknya mengikuti al jama’ah” (Hasyiah As Sindi, 1/509).

Keempat: Isyarat tentang adanya perselisihan umat dalam masalah penetapan puasa

Hadits di atas juga merupakan isyarat dari Nabi bahwa akan ada orang dan kelompok-kelompok yang menyelisihi petunjuk Nabawi dalam penentuan waktu puasa. Al Mubarakfuri berkata: “Sebagian ulama menafsirkan hadits ini, maknanya adalah kabar bahwa manusia akan terpecah menjadi kelompok-kelompok dan menyelisihi petunjuk Nabawi. Ada kelompok yang menggunakan hisab, ada kelompok yang berpuasa atau berwukuf lebih dulu bahkan mereka menjadikan hal itu syi’ar kelompok mereka, merekalah bathiniyyah. Namun yang selain mereka adalah mengikuti petunjuk Nabawi, yaitu golongan orang-orang yang zhahir ‘alal haq, merekalah yang didalam hadits di atas disebut an naas, merekalah as sawaadul a’zham, walaupun jumlah mereka sedikit”. (Tuhfatul Ahwazi, 3/313)

© 2023 Link
Sumber: Link

b1d0d75d2b7b40ccdf49f9e0d809b719


📎 RAMADHAN TELAH BERSIAP-SIAP
.
👤 Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah Berkata :
.
Wahai hamba Allah, bulan Ramadhan telah bersiap-siap untuk berangkat. Tidak ada lagi yang tersisa kecuali saat-saat yang singkat. Barangsiapa yang telah melakukan kebaikan selama ini, hendaklah ia menyempurnakannya. Barangsiapa yang malah sebaliknya, hendaklah ia memperbaikinya dalam waktu yang masih tersisa. Karena ingatlah amalan itu dinilai dari akhirnya.
.
Manfaatkanlah malam-malam dan hari-hari Ramadhan yang masih tersisa, Serta titipkanlah amalan sholih yang dapat memberi kesaksian kepadamu nantinya di hadapan Al Malikul ‘Alam (Sang Penguasa Hari Pembalasan). Lepaskanlah kepergian (bulan Ramadhan) dengan ucapan salam yang terbaik :
.
“Salam dari Ar-Rahman (Allah) pada setiap zaman. Atas sebaik-baik bulan yang hendak berlalu. Salam atas bulan di mana puasa dilakukan. Sungguh ia adalah bulan yang penuh rasa aman dari Ar-Rahman. Jika hari-hari berlalu tak terasakan. Sungguh kesedihan hati untuk tak pernah hilang.”

📚 Lathoif Al Ma’arif, halaman 380

c778848a9b3beeabc8cb7ca74230aa29


Gas Ayo Sepuluh Malam Terakhir Dibulan Ramadhan

Sepuluh Malam akhir yang tersisa, malam yang paling indah, ada malam yang penuh berkah, raihlah dengan sholat malam berjama’ah,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Sang panutan ﷺ pun memberikan teladan, padahal dosa-dosa beliau yang telah lalu maupun yang akan datang; telah dianugerahi ampunan, dari Allah yang Maha Penyayang, tapi apa yang beliau lakukan?

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi waktu yang lainnya.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه

“Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Inilah petunjuk Nabi ﷺ di sepuluh hari yang tersisa, beliau beri’tikaf agar lebih fokus dan lebih giat dalam beribadah kepada Allah ta’ala, memutuskan diri dengan aktifitas dunia, dan mengurangi interaksi dengan manusia,

فمعنى الاعتكاف وحقيقته: قطع العلائق عن الخلائق للاتصال بخدمة الخالق

“Makna i’tikaf dan hakikatnya adalah memutuskan semua interaksi dengan makhluk demi menyambung hubungan dengan khidmah (beribadah secara totalitas) kepada Al-Khaliq.” [Lathooiful Maarif, Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah, hal. 191]

Sungguh jauh berbeda dengan orang-orang yang sudah melupakan masjid-masjid untuk beralih ke pasar-pasar, mal-mal dan jalan-jalan, demi baju baru lebaran, mereka lupa kain kafan, demi berbagai macam makanan di hari raya, mereka lupa tuk membebaskan diri dari api neraka.

📢 Mari berbagi kebaikan, gunakan sosial media kita untuk melakukan hal yang bermanfaat, semoga amal kita diterimah disisi Allah ﷻ. Aamiin Allahumma Aaminn.

f15bdd8ccfdf7b4f0969d5c635fe4449


AL BASHIR ( Yang Maha Melihat)

MAKNA NAMA ALLAH AL BASHIR:
Allah Maha Melihat dengan penglihatan yang sempurna, tidak ada satu makhluk pun yang luput dari penglihatan Allah Ta’ala.

DALIL PENETEPAN NAMA AL BASHIR:
Disebutkan dalam Al Quran sebanyak 42 kali.

Diantaranya Allah Ta’ala berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."
(Qs. Asy Syura: 11)

Al Bashir memiliki 2 makna:

1. Al Bashir: Allah memiliki penglihatan, dapat melihat segala sesuatu. Allah melihat langkah semut hitam diatas batu hitam di hitamnya gelap malam. Allah dapat melihat aliran tubuh manusia, Allah melihat segala apa yang ada didalam bumi dan apa yang ada diatas langit.

2. Al Bashirah: Allah melihat segala hal dengan sempurna, mengetahui watak, keadaan dan segala perbuatan.




0467b40313e3ba88b2f0c4e3eb6e2179


Tetap semangat dalam memperbanyak ibadah, sampai sampai kendor

Berkata Ibnu Rajab
al-Hanbali rahimahullah dalam Lathaiful Ma`arif, hlm. 262

"Ketahuilah bahwa bulan
kalian (yakni Ramadhan) terus
berkurang, maka tingkatkanlah
engkau dalam beramal (shalih)."

8152a0a47f4fb937ef8b4adf766c9e88


[ Kriteria Wanita Yang Baik Agamanya ]

🗣 Syaikh Aziz Farhan Al-`Anazi

________

Bismillah… Yuk dukung dakwah kami agar dakwah ini tersebar dengan share postingan ini.

96bb267e037e32a67393cb8a9ec69d93


Belum ada jaminan, jangan terlalu pede akan selamat🥀

Namun kita tetap berdoa minta kepada Allah dimasukkan ke dalam surga Firdaus dan diampuni dosa-dosa Linka ini pendosa..

____

7fcaf1f3ebe48eaa07fbb8213ec11f1d


📎 Kalaulah seandainya manusia mengetahui pahala yang didapatkan ketika panggilan (adzan) yang pertama maka mereka pasti akan mengundi (untuk mendapatkannya), ini berdasarkan hadits : عن أبي هريرة – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ ما في النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عليه لَاسْتَهَمُوا، ولو يَعْلَمُونَ ما في التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ، ولو يَعْلَمُونَ ما في العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُما ولو حَبْوًا)) Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Aalihi Wasallam bersabda : "Kalau seandainya manusia mengetahui pahala yang ada pada panggilan (adzan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya, dan kalaulah mereka mengetahui pahala yang akan didapatkan karena sudah hadir pada waktu takbiratul ihram maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya), dan kalaulah seandainya mereka mengetahui apa yang akan didapatkan ketika shalat isya dan shalat subuh pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” 📚 Muttafaqun ‘Alaihi, Bukhari : 615 dan Muslim : 437 Referensi : Link

7de8e904fa8dc2b46a2b56e338f6a997


🎥 TABUNGAN UNTUK MENIKAH, TETAP WAJIB ZAKAT?

👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafidzahullah

Link

8c0c55e6c38f8c8218010c08fce32349




DOA YANG DIBACA SAAT LAILATUL QADAR | Poster Do`a

Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.

Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar. Do’a di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Do’a tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.

Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot, hal. 258).

Ibnu Rajab rahimahullah memberi penjelasan menarik,

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

“Sesungguhnya perintah memohon al-‘afwu pada malam lailatul qadar setelah kita bersungguh-sungguh beramal di dalamnya dan di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini semua agar kita tahu bahwa orang yang arif (bijak) ketika sungguh-sungguh dalam beramal kemudian ia tidak melihat amalan yang ia lakukan itu sempurna dari sisi amalan, keadaan, maupun ucapan. Karenanya ia meminta kepada Allah al-‘afwu (pemaafan) seperti keadaan seseorang yang berbuat dosa dan merasa penuh kekurangan.”

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah orang yang arif (bijak) jika ia tidak pernah mengharap pemaafan (penghapusan dosa) dari Allah.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 362-363).

Hadits ‘Aisyah di atas juga menunjukkan bahwa do’a di malam lailatul qadar adalah do’a yang mustajab sehingga dia bertanya pada Rasul mengenai do’a apa yang mesti dipanjatkan di malam tersebut.

Hadits ‘Aisyah juga menunjukkan bahwa jika seseorang berdo’a pada Allah diperantarai dengan tawassul melalui nama-nama Allah. Seperti dalam do’a terlebih dahulu memuji Allah dengan ‘Allahumma innaka ‘afuwwun, yaitu Ya Allah yang Maha Pemberi Maaf’. Bentuk do’a semacam ini adalah bertawassul terlebih dahulu dengan nama atau sifat Allah yang sesuai dengan isi do’a.

Dalil di atas juga menunjukkan bahwa sifat ‘afwu (pemaaf) adalah di antara sifat Allah. Maksud ‘afwu adalah memaafkan dosa yang diperbuat hamba. Begitu pula hadits tersebut menetapkan sifat mahabbah (cinta) bagi Allah. Penetapa sifat di sini adalah sesuai dengan keagungan Allah, tanpa dimisalkan dengan makhluk dan tanpa ditolak maknanya. Wallahu a’lam.

Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk memperbanyak do’a yang sedang kita kaji ini di penghujung Ramadhan.

Sumber Link

72f22965f95ff5b90fb15bbaba4aa8a3


📌 𝔻𝕀𝕃𝕀ℙ𝔸𝕋𝕂𝔸ℕℕ𝕐𝔸 𝔹𝔸𝕃𝔸𝕊𝔸ℕ 𝔸𝕄𝔸𝕃 ℙ𝔸𝔻𝔸 𝔹𝕌𝕃𝔸ℕ ℝ𝔸𝕄𝔸𝔻ℍ𝔸ℕ

🎙 Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan:

السيئات تضاعف من جهة الكيفية، السيئات تُضاعف من جهة الكيفية لا من جهة العدد، أما الحسنات تضاعف كيفية وعددًا

``Amalan keburukan dilipat-gandakan dari segi ukuran dosanya, namun tidak dari segi bilangan pengalinya. Adapun amalan shalih dilipat-gandakan dari segi ukuran dan bilangan pengalinya" (Fatawa ad-Durus, no.36890).

Dilipat-gandakan dari segi ukuran, artinya 1 amalan di dalam Ramadhan lebih besar ukuran pahala atau dosanya dibanding 1 amalan di luar Ramadhan.

Dilipat-gandakan dari segi bilangan pengalinya, artinya 1 amalan di dalam Ramadhan sama dengan n kali lipat dari amalan di luar bulan Ramadhan.

Berapa pelipat-gandaan tersebut? Tidak ada hadits yang shahih yang menetapkan berapa pelipat-gandaan pahala amalan shalih di bulan Ramadhan. Semua haditsnya berkisar antara lemah atau palsu. Namun terdapat beberapa riwayat pendapat para salaf yang menyebutkannya, di antaranya Ibrahim An Nakha`i mengatakan:

صوم يوم من رمضان أفضل من ألف يوم ، وتسبيحة فيه أفضل من ألف تسبيحة ، وركعة فيه أفضل من ألف ركعة

"Puasa di bulan Ramadhan lebih utama dari 1000 puasa. Tasbih di bulan Ramadhan lebih utama dari 1000 tasbih. Satu rakaat di bulan Ramadhan lebih utama dari 1000 rakaat" (Lathaiful Ma`arif, hal 151).

Oleh karena itu, setiap detik di bulan ini begitu berharga. Jangan sia-siakan!

Semoga Allah ta`ala memberi hidayah dan taufik.

48fbe1b3b26903f0ff3015aea3932498


Kisah Hujan 🌧️ dan Lailatul Qadr 🌕

Nabi berkata ketika itu:

وَقَدْ أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ، ثُمَّ أُنْسِيتُهَا، فَابْتَغُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ، وَابْتَغُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ، وَقَدْ رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ

“Dan sungguh aku telah diperlihatkan malam ini kapan lailatul qodar lalu aku dilupakan, maka carilah lailatul qodar di sepuluh malam terakhir dan carilah di setiap malam ganjil. Dan sungguh aku telah melihat (tatkala lailatul qodar) aku sujud di atas air dan becek”

Abu Sa’id al-Khudri berkata:

فَاسْتَهَلَّتِ السَّمَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ فَأَمْطَرَتْ، فَوَكَفَ المَسْجِدُ فِي مُصَلَّى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ، فَبَصُرَتْ عَيْنِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَظَرْتُ إِلَيْهِ انْصَرَفَ مِنَ الصُّبْحِ وَوَجْهُهُ مُمْتَلِئٌ طِينًا وَمَاءً

“Maka muculah tanda-tanda mau hujan di malam tersebut, lalu turunlah hujan. Lalu hujan masuk melalui sela-sela atap masjid pada malam 21. Lalu mataku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan aku melihat beliau selesai sholat subuh dan wajah beliau penuh dengan air dan becek”

(HR. Al-Bukhari no. 2018)

Semoga Allah membuatkan kondisi sedang beramal shalih pada momen itu, Aamiin.

✏️Diantara sumber : Link

661309874f432549d05856760db8702f


⛔ Puasa Tapi Kok Gak Shalat


Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaa: “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?”

Jawab: “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat adalah kafir dan murtad. Dalil bahwa.meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَنُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At Taubah 9: 11)

Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” [HR. Muslim no. 82]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” [HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani]

Pendapat yang mengatakan bahwa.meninggalkan shalat merupakan suatu kekafiran adalah pendapat mayoritas sahabat Nabi bahkan dapat dikatakan pendapat tersebut adalah ijma’ (kesepakatan) para sahabat.

‘Abdullah bin Syaqiq rahimahullah (seorang tabi’in yang sudah masyhur) mengatakan, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amalan yang apabila seseorang meninggalkannya akan menyebabkan dia kafir selain perkara shalat.” (Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari ‘Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy, seorang tabi’in. Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shahih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52, -pen)

Oleh karena itu, apabila seseorang berpuasa namun dia meninggalkan shalat, "puasa yang dia lakukan tidaklah sah (tidak diterima). Amalan puasa yang dia lakukan tidaklah bermanfaat pada hari kiamat nanti. Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya". (Sumber: Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin 17/62)

Link
_

122eb2d7d2fd613382a63972b6ecd8c1


|Amalan Khusus Malam Nisfu Sya`ban?]

🗣 Syaikh Shalih Al-Fauzan

"Tidak ada hadits shahih yang meriwayatkan tentang keutamaan malam nisfu Sya`ban, semua hadits yg meriwayatkannya itu semua Dhaif dan Palsu.

Sehingga tidak ada pengkhususan untuk membaca Quran, Shalat, dan berkumpul untuk merayakannya.

(Website Syaikh Bin Baz rahimahullah)
________

Bismillah… Yuk dukung dakwah kami agar dakwah ini tersebar dengan share postingan ini.

917f506956d7df8c92b271cd10e36969


MASIHKAH KAU BERSEDIH

Allah Ta`ala berfirman :

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”
(QS. Ali Imron: 139).

Kehidupan ini tak selamanya indah.
Senang dan duka datang silih berganti.
Hal ini semakin memantapkan hati untuk menilai kehidupan dunia ini adalah semu.
Kebahagiaannya semu. Kesedihannya semu.

Raihlah Kebahagian sejati yang ukhrowi.


Allahu`alam..



2807879830cf039ea6734575efba0d34


Kisah Hujan 🌧️ dan Lailatul Qadr 🌕

Nabi berkata ketika itu:

وَقَدْ أُرِيتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ، ثُمَّ أُنْسِيتُهَا، فَابْتَغُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ، وَابْتَغُوهَا فِي كُلِّ وِتْرٍ، وَقَدْ رَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ

“Dan sungguh aku telah diperlihatkan malam ini kapan lailatul qodar lalu aku dilupakan, maka carilah lailatul qodar di sepuluh malam terakhir dan carilah di setiap malam ganjil. Dan sungguh aku telah melihat (tatkala lailatul qodar) aku sujud di atas air dan becek”

Abu Sa’id al-Khudri berkata:

فَاسْتَهَلَّتِ السَّمَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ فَأَمْطَرَتْ، فَوَكَفَ المَسْجِدُ فِي مُصَلَّى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ، فَبَصُرَتْ عَيْنِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَظَرْتُ إِلَيْهِ انْصَرَفَ مِنَ الصُّبْحِ وَوَجْهُهُ مُمْتَلِئٌ طِينًا وَمَاءً

“Maka muculah tanda-tanda mau hujan di malam tersebut, lalu turunlah hujan. Lalu hujan masuk melalui sela-sela atap masjid pada malam 21. Lalu mataku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan aku melihat beliau selesai sholat subuh dan wajah beliau penuh dengan air dan becek”

(HR. Al-Bukhari no. 2018)

Semoga Allah membuatkan kondisi sedang beramal shalih pada momen itu, Aamiin.

✏️Diantara sumber : Link

6b2514eb9a1bc4e42ddd6f5e87d8a4b3


[Wanita Juga Berhak Memilih...]

🗣 Syaikh Utsman Al Khamis

________

Bismillah… Yuk dukung dakwah kami agar dakwah ini tersebar dengan memfollow instagram kami dan share postingan ini.

037755364eae079c098b44fadd6149db


Dzikir setelah sholat witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ x٣

Subhaanal Malikil qudduus 3 x
Maha suci Allah, Sang Raja, Maha Suci

(H.R. Ahmad No.15362,15355, 15354. Dan selain Ahmad. Dan syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan: “Haditsnya shohih dan sesuai syarat Bukhori dan Muslim” tahqiq Musnad Ahmad No.15354)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dianjurkan mengatakan setelah witir tiga kali سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ selesai.
Dari ‘Majmu Syarkh Muhadzab, (4/16). Silahkan melihat ‘Tuhfatul Muhtaj, (2/227).

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Dianjurkan mengucapkan setelah witir سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِtiga kali. Dan mengeraskan suara pada yang ketiga.” dari Al-Mugni, (2/122).

Yang semisal itu ada dalam ‘Fatawa Lajnah Daimah vol II, (6/60) dengan ungkapannya, “Ketika salam dari witir mengucapkan سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ tiga kali.” Selesai

Dan begitulah, kami tidak menemukan dari salah seorangpun ahli ilmu anjuran mengucapkan
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ di selain shalat witir.

Telah ada dalam website kami penjelasan larangan zikir jama’I yang dibiaskan sebagian masjid di antara rakaat tarowih. Baik itu istigfar atau tasbih. Berkumpul untuk zikir tanpa ada dalil dimana seorang hamba mendekatkan diri (kepada Allah) termasuk bid’ah menjauhkan dari sunah.

✏️Diantara sumber : Link

d4d88972d74c7654b1ea0c83d1494804







Bolehkah orang yang berpuasa mandi untuk menyegarkan badan?

Bukhari membawakan Bab dalam kitab shohihnya ‘Mandi untuk orang yang berpuasa.’

Ibnu Hajar berkata, “Maksudnya adalah dibolehkannya mandi untuk orang yang berpuasa.

Az Zain bin Al Munayir berkata bahwa mandi di sini bersifat mutlak mencakup mandi yang dianjurkan, diwajibkan dan mandi yang sifatnya mubah. Seakan-akan beliau mengisyaratkan tentang lemahnya pendapat yang diriwayatkan dari ‘Ali mengenai larangan orang yang berpuasa untuk memasuki kamar mandi. Riwayat ini dikeluarkan oleh ‘Abdur Rozaq, namun dengan sanad dho’if. Hanifiyah bersandar dengan hadits ini sehingga mereka melarang (memakruhkan) mandi untuk orang yang berpuasa.” (Fathul Bari, 6/180)

Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah riwayat dari Abu Bakr, beliau berkata,

“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ” (HR. Abu Daud no. 2365)

Abu Ath Thoyib mengatakan, “Hadits ini merupakan dalil bolehnya orang yang berpuasa untuk menyegarkan badan dari cuaca yang cukup terik dengan mengguyur air pada sebagian atau seluruh badannya. Inilah pendapat mayoritas ulama dan mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah atau mubah."

(‘Aunul Ma’bud, 6/352, Asy Syamilah)

31f1a15de7dbdf115e906f4aaecfc558


Tetap semangat dalam memperbanyak ibadah, sampai sampai kendor

Berkata Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah

"Ketahuilah bahwa bulan kalian (yakni Ramadhan) terus berkurang, maka tingkatkanlah engkau dalam beramal (shalih)."

Lathaiful Ma`arif, hlm. 262

f7b210bd439e459ea3fcb550f8d56f73


📎 NAMA ALLAH YANG MEMILIKI PENGARUH KUAT DALAM DOA

👤 Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

لإسم الحي القيوم، تأثير خاصا في إجابة الدعوات وكشف الكروبات

"Nama Allah al Hayyu al Qoyyum memiliki pengaruh yang khusus dalam pengabulan do`a dan menghilangkan kesusahan."

_____

📚 Zadul Ma`ad 4/188

🌏 Web | Link

556efe2cfacb273849e5227725a615b1


🎥 HUKUM DAN TATA CARA I’TIKAF

👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafidzahullah

38b36bdba00abd1c8a861b5e49e723b6


SEDERHANA NAMUN MENGIKUTI SUNNAH, ITU LEBIH BAIK
➖➖➖➖➖➖

Sederhana Mengikuti Sunnah Jauh Lebih Baik

Berislam itu sesungguhnya mudah selama yang diikuti petunjuk Nabi shallallahu `alaihi wasallam dan para shahabat..

Apa yang beliau perintahkan kita jalani dan apa yang tidak beliau ajarkan kita tinggalkan.

Ubay bin Ka`b radhiyallahu `anhu berkata,

وإن اقتصادا في سبيل وسنة خير من اجتهاد في خلاف سبيل وسنة

"Sederhana di atas jalan Allah dan mengikuti sunnah (petunjuk) Rasul-Nya shallallahu `alaihi wasallam itu lebih baik daripada bersungguh-sungguh namun menyelisihi jalan Allah dan menyelisihi sunnah."

📚 Riwayat Ibnul Mubarak "Az-Zuhd war Raqa`iq" (hlm. 454), Ibnu Abi Syaibah "Al-Mushannaf" (12/91), Al-Lalaka`i "Syarh Ushul I`tiqad Ahlissunnah" (1/30)

Syaikh Al-`Allamah Shalih Al-Fawzan hafidzhahullah menjelaskan,

"Ini ucapan yang sangat tinggi nilainya bahwa amalan yang sederhana tetapi di atas sunnah maka padanya terkandung kebaikan yang banyak.

Adapun amalan yang dikerjakan susah payah siang malam namun menyelisihi sunnah maka tidak akan berguna.

Dan yang menjadi timbangan beramal di dalam berislam adalah mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam meskipun sedikit..

Bukan yang banyak amalannya, banyak tangisannya, banyak kesungguhannya, karena semua itu tidak menjamin pelakunya selamat dari api neraka."

📚 Syarh Fadhlil Islam (hlm. 13)
Link

6d4a50239146256b101a58f33f6c5b87


Al-QAYYUM (Yang Maha Berdiri Sendiri lagi Mengurus Makhluk-Nya)

(Disebutkan dalam al-Qur’an: 3 kali)

Diantaranya dalam firman Allah Ta’ala :

وعنت الوجوه للحي القيوم

“Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).
(Linkha: 111)

Al-Qayyum berarti Yang Maha Mengurus dan Maha Menjaga bagi selain-Nya, sempurna kepengurusan-Nya dan agung sifat-sifat-Nya, Dia tidak membutuhkan seluruh makhluk ciptaan-Nya, Dia-lah yang menguasai seluruh aturan langit, bumi dan seluruh ciptaan-Nya.

Di antara bukti penjagaan-Nya, bahwa Dia tidak tidur, sebab hanya Allah saja yang tidak mengantuk.

Nama al-Qayyúm menunjukkan dua hal, yaitu :

Pertama, menunjukkan ketidakbutuhan Allah terhadap makhluk-Nya.

Karena Allah berdiri sendiri, tidak memerlukan bantuan makhluk-Nya.

Sebagaimana firman Allah:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَاۤءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِیُّ ٱلۡحَمِیدُ

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.”
(QS. Fáthir [35]: 15)

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:

يا عبادي إنكم لن تبلغوا ضري فتضروني ولن تبلغوا نفعي فتنفعوني

“Sesungguhnya kalian tidak akan bisa memberikan suatu mudharat kepada-Ku dan tidak akan bisa mendatangkan suatu manfaat bagi-Ku.”
(HR. Muslim.)

Kedua, menunjukkan kesempurnaan kekuasaan serta pengaturan Allah terhadap makhluk-Nya.

Allah mengurus kebutuhan makhluk dengan kekuasaan yang mutlak dimiliki-Nya. Seluruh makhluk hidup tidak dapat dipungkiri sangat membutuhkan pertolongan Allah. Tidak sekejap pun makhluk di dunia ini yang tidak bergantung kepada-Nya.

Penggandengan al-Qayyum dan al-Hayyu dalam al-Qur’an menunjukkan adanya kesempurnaan dan keabadian, maka al-Hayyu mencakup seluruh sifat Dzatiyah, dan al-Qayyum mencakup seluruh sifat fi’liyah. Oleh sebab itulah ayat Kursi menjadi ayat paling agung dalam al-Qur’an.

Seluruh ciptaan Allah tidaklah berdiri sendiri, melainkan penuh rasa butuh kepada al-Hayyu (Yang Maha Hidup) dan al-Qayyum Yang Maha Menjaga dan Mengurus) yang menghidupkan dan mengurus segalanya, Dia-lah Yang Maha Mengurus segala perkara para penghuni langit dan bumi, dan yang menjaga segala keteraturan, rizki dan seluruh keadaan mereka.

Siapa saja yang mengetahui makna al-Qayyum, niscaya ia tidak akan menyibukkan diri secara berlebihan terhadap dunia,karena Allah telah mengurus dan menjaga segalanya, bahkan ia akan sibuk melaksanakan apa yang dibebankan kepadanya oleh Rabb Yang Maha melindungi dan Maha mengurus segala perkara, baik sibuk secara ilmu, ataupun sibuk secara amal.

Al-Hayyu dan al-Qayyum tersebut dalam dzikir istighfar, yang bersangkutan menjadi diampuni meskipun ia menanggung dosa karena melarikan diri dari medan pertempuran, Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan:

أسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إلَهَ إلاَّ هُوَ، الحَيُّ القَيُّومُ، وَأتُوبُ إلَيهِ

‘Astaghfirullaahalladzii laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuum, wa atuubu ilaih’
"(Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha Mengurus, dan aku bertaubat kepadanya)," Niscaya akan diampuni baginya meskipun ia menanggung dosa melarikan diri dari medan jihad.
(HR. Abu Dawud: 1519, at- Tirmidzi: 3926, dishahihkan oleh al-Albani)

Allahu'alam..

caacb45be172aaa7a2fa539055a94fe5


▶️ BERSABARLAH ANDA PASTI MAMPU MELEWATINYA

📡LINK KAJIAN PANJANG :
Link

d45ff2e2b32a9c1058f2816c1ee79763


[Memasukkan Musik Di Video Ceramah Ustadz]

🗣 Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.

________

Bismillah… Yuk dukung dakwah kami agar dakwah ini tersebar dengan share postingan ini.

e3f7def1ac479e88527e0c34ed74b392


Kajian Tematik oleh Ustadz Rohibun Ahmad حفظه الله تعالى

Selasa pekan ke-4 ba'da Maghrib, 11 Robi'ul Awwal 1445 H / 26 september 2023 m di Masjid Ash Shiddiq


"Kiat memperoleh Keturunan yang Sholikh"


Alloh تعالى memberi nikmat kepada kita dengan tidak meminta kembali nikmat yang diberikan kepada kita atau mengganti nya karena Alloh تعالى Maha Mengetahui bahwa hamba Nya tidak akan mampu mengembalikan nya. Tetapi Alloh تعالى hanya meminta sederhana yakni menjadi hamba yang bersyukur, dan syukur yang kita lakukan tidak berpengaruh kepada Alloh sama sekali karena Alloh تعالى Maha Mulia, atau sebaliknya kita menjadi hamba yang kufur juga tidak ada pengaruh nya pada Alloh, Alloh tetap maha mulia lagi Maha Agung. Syukur dan kufur yang dilakukan manusia kembali kepada manusia masing-masing. Sesuai dengan QS Ibrohim : 7,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَٮِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَٮِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِىْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Sebaiknya baik nya hamba yang beriman adalah orang yang mampu bersyukur kepada Alloh, dan jumlah orang dapat bersyukur ini sedikit. Diantara nikmat yang nampak dan besar yang patut disyukuri adalah Alloh memberikan keturunan kepada kita bagi yang sudah menikah. Rosululloh menjelaskan bahwa anak adalah hasil usaha orang tua, maka kewajiban kita untuk bersyukur kepada Alloh. Bagaimana caranya? Hendaklah kita mengamalkan firman Alloh تعالى dalam QS At-Tahrim : 6

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤٮِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Keinginan semua manusia adalah ingin supaya keturunan kita berkumpul kembali di Surga kelak. Sesuai dengan QS Ar-Ro'd : 23,

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤٮِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤٮِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ

(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;

Untuk mencapai hal ini kita sebagai orang tua untuk mendapatkan anak yang menjadi keturunan yang menyejukkan pandangan mata yakni dengan melakukan beberapa hal diantara nya :

1. Hendaklah selalu berdo'a kepada Alloh تعالى agar mendapatkan keturunan yang sholikh. Karena kesholikhan ini tidak mungkin di dapat kecuali dengan taufiq dan petunjuk Alloh تعالى. Terhadap petunjuk Alloh agar diberikan anak yang sholikh kecuali dengan do'a. Jangan merasa sombong dengan meninggalkan do'a. Alloh تعالى menyebutkan beberapa keturunan sholikh diantara orang terdahulu agar Alloh memberikan keturunan yang sholikh. Dalam do'a Nabi Ibrohim عليه سلم yakni do'a dalam QS As Shoffat : 100,

رَبِّ هَبْ لِىْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

Padahal beliau seorang Nabi tetap minta keturunan yang sholikh.
Lalu Nabi Zakaria عليه سلم yang juga berdo'a agar diberikan anak yang sholikh dalam QS Ali 'Imron : 38,

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚقَالَ رَبِّ هَبْ لِىْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚاِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".
Hal ini memberikan contoh kepada kita agar meminta anak/keturunan yang sholikh dan sholikhah.
Dalam QS Maryam : 4

قَالَ رَبِّ اِنِّىْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّىْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْ بِۢدُعَاۤٮِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

Yang bercerita tentang Nabi Zakaria عليه سلم yang disebutkan tentang rahmat Alloh تعالى kepada hamba nya yakni Zakaria عليه سلم.

Demikian Alloh تعالى memuji Ibadurrokhman yang ingin diberikan keturunan yang sholikh yang menenangkan hati nya, dalam QS Al Furqon : 74,

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Do'a orang tua adalah do'a yang dikabulkan oleh Alloh تعالى, maka berdo'a lah yang baik untuk memiliki keturunan yang sholikh.
Jangan sampai sebagai orang tua memiliki keinginan yang menghayal yakni dengan melakukan ritual membaca suroh Yusuf ketika usia kehamilan sekian hari. Padahal itu mustahil dan menghayal karena itu adalah mukjizat Nabi Yusuf.
Abdulloh bin salam رضي الله عنه, tokoh Yahudi yang masuk Islam setelah bertanya dengan mengajukan 3 pertanyaan kepada Nabi, diantara pertanyaan nya adalah "kenapa terjadi kemiripan antara anak dan orang tua yakni ketika air mani keluar dari bapak nya dulu maka mirip dengan bapak nya, begitu pula sebaliknya jika yang keluar dahulu ibu nya maka akan mirip ibu nya". Jadi minta lah dijadikan keturunan yang sholikh bukan permintaan yang khayal/mustahil. Jika ingin anak seperti Nabi Yusuf عليه سلم maka ikutilah Sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم karena Nabi mengatakan bahwa kelak umat Nabi di Surga wajah nya seperti Yusuf عليه سلم. Ibnu Hajar رضي الله عنه mengatakan ketika Isro’ Mikroj bertemu dengan Nabi Yusuf عليه سلم di langit ke tiga sehingga ini menjadi dasar bahwa kelak umat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم wajahnya akan serupa seperti Nabi Yusuf عليه سلم.

2. Orang tua harus jadi sholikh dulu. Jadi yang diperbaiki pertama adalah orang tua dulu. Menjadi teladan bagi anak-anak yakni agar dilihat dan cermin pertama apa yang dilakukan oleh orang tua. Imam Said Ibnu Musayyab رحمه الله mengatakan kepada anak nya, "sungguh aku menambah sholat ku karena sholat yang aku lakukan adalah sebagai teladan bagi mu (anak) sebagai contoh."
Lalu Nabi صلى الله عليه وسلم ketika menginap di rumah Maimunah رضي الله عنها dan ketika melihat Nabi صلى الله عليه وسلم sholat dan wudhu sehingga Ibnu Abbas رضي الله عنه mengikuti nya mirip seperti Nabi.

Dalam QS Al Kahfi : 82,

وَاَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيْمَيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ وَكَانَ تَحْتَهٗ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَانَ اَبُوْهُمَا صَالِحًـاۚفَاَرَادَ رَبُّكَ اَنْ يَّبْلُغَاۤ اَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَۚ وَمَا فَعَلْتُهٗ عَنْ اَمْرِىْۗذٰلِكَ تَأْوِيْلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَّلَيْهِ صَبْرًاۗ٪

Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
Kasih sayang Alloh kepada anak dari keturunan orang tua yang sholikh dengan mendapat rahmat dan berkah.

Imam bin Abdul Aziz رحمه الله mengatakan, tidak lah seorang mukmin meninggal kecuali Alloh تعالى menjaga anak nya dan keturunan nya.
PR bagi kita agar menjadi kan kita sholikh terdahulu agar memiliki keturunan yang sholikh.

3. Memberikan pendidikan kepada anak-anak kita. Sejak dini sehingga ketika sudah tumbuh besar mempunyai Ilmu yang baik. Sebagaimana dalam QS suroh At Tahrim ayat 6 di atas tadi. Diantara Ilmu yang diajarkan sebagaimana yang diajarkan Rosululloh صلى الله عليه وسلم yakni ajari anak kita sholat sebagaimana dalam Hadits tentang perintah sholat kepada anak di usia 7 tahun dan perintah dengan pukulan mendidik ketika berusia 10 tahun.
Ada cerita orang yang tidak tersentuh ketika mendengarkan cerita, lalu Imam Muhammad bin Wasi' رحمه الله kenapa orang itu tidak tersentuh dengan apa yang diberikan kepada nya, Imam bin Wasi' رحمه الله mengatakan bahwa omongan itu dari hati ke hati.
Yang diajarkan selanjutnya yaitu adab makan, yaitu makan dengan tangan kanan. Ada kisah pada saat Nabi seseorang yang makan dengan tangan kiri nya (redaksi hadits sbb),
أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Pada saat itu hukuman langsung di tegakkan terhadap orang tersebut karena sombong meremehkan Sunnah Nabi. Makan dan minum dengan tangan kiri adalah dosa besar karena pelaku nya disamakan dengan setan.

3 perkara yang harus diperhatikan ketika mendidik anak :
A. Menghadirkan keikhlasan dan berharap kepada Alloh saja. Contoh mengajar kepada anak-anak orang lain lebih serius sampai lebih perhatian karena ada tendensi mendapatkan upah sedang anak sendiri bisa jadi tidak demikian.
B. Memiliki Ilmu agama Islam, agar mengarahkan kepada perkara baik
C. Berikan teladan yang baik kepada mereka.

4. Bersabar dan murah hati. Karena kesabaran dan murah hari ini memberi kan pengaruh yang besar kepada anak kita. Bagaimana Nabi memberi pendidikan kepada sahabat yakni dengan sabar dan murah hati.

5. Lemah lembut.

6. Cinta dan kasih sayang. Abu Huroiroh رضي الله عنه bercerita saat Nabi mencium Al Hasan cucu beliau, lalu Al Akro' bin Habis رضي الله عنه mengatakan sesungguhnya aku mempunyai 10 anak tetapi aku tidak pernah mencium mereka, lalu Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan sesungguhnya siapa yang tidak memiliki sifat kasih sayang maka tidak akan memperoleh rahmat Alloh. Sedangkan realita zaman sekarang anak atau orang tua malu melakukan hal ini. Padahal Nabi melakukan demikian juga kepada putri nya Fatimah رضي الله عنها.

Anak dalam Al Qur'an menjadi 4 macam :
1. Anak jadi perhiasan
2. Anak jadi cobaan
3. Anak jadi musuh
4. Anak jadi Qurrota 'Ayyun

Sedikit faidah catatan kajian oleh Ustadz Rohibun Ahmad حفظه الله تعالى
=======================================

c26b7e97afac6e53f98326ec2621a009


ألا و إن شهركم قد أخذ في النقص، فزيدوا أنتم في العمل.

Berkata Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah:
"Ketahuilah bahwa bulan kalian (yakni Ramadhan) terus berkurang, maka tingkatkanlah engkau dalam beramal (shalih)."

[Sumber: Lathaiful Ma`arif, hlm. 262]

94c1c06a91ff1baa04a8c29196af2346


BELAJAR IKHLAS DI BULAN RAMADHAN (1 menitan)
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullah

Video pendek dari kajian tematik:
"Manusia Paling Mulia Menurut Imam Syafi`i"
Link

f94e0989ea48cdfbf83b0eeb5ba9eb20


JANGAN DZOLIM DI JALANAN

Perbuatan Dzalim terlarang dalam Islam.
Terdapat banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mencela dan melarang perbuatan zalim.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim”
(QS. Hud: 18).

Adapun dalil-dalil dari As Sunnah, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قال الله تبارك وتعالى: يا عبادي، إني حرمت الظلم على نفسي، وجعلته بينكم محرمًا؛ فلا تظالموا

“Allah Tabaaraka wa ta’ala berfirman: ‘wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalim’”
(HR. Muslim no. 2577).

Saudaraku..
Termasuk kedzoliman jika kita tidak taat aturan dalam perjalanan, karena itu dapat merugikan orang lain
atau termasuk Dzolim juga jika kita menggunakan jalan seolah-olah itu milik kita sendiri.



e09a3282b7b1689e1a26318140c15576


Mustajabnya Do’a Dzun Nuun, Nabi Yunus

Tahukah Anda siapa Dzun Nuun? Nuun itu bermakna ikan. Dzun Nuun adalah sebutan untuk Nabi Yunus ‘alaihis salam yang pernah ditelan oleh ikan. Cobalah kita lihat wahai saudaraku, bagaimanakah mustajabnya do’a Nabi Yunus ‘alaihis salam.

Hal ini pernah disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Mengenai do’a Nabi Yunus ‘alaihis salam ini juga disebutkan dalam ayat,

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)Kenapa do’a Nabi Yunus mudah diijabahi?
Karena dalam do’a beliau tersebut terdapat pengakuan pada ketauhidan Allah ‘azza wa jalla dan pengakuan terhadap setiap dosa, kesalahan dan kezholiman yang diperbuat diri sendiri.

Intinya dalam do’a Dzun Nuun ini ada tiga keistimewaan:
1. Pengakuan tauhid.
2. Pengakuan akan kekurangan diri.
3. Berisi permohonan ampun (istighfar) pada Allah

Sudah sepatutnya bagi setiap hamba yang mengalami kegelisahan dan kesedihan untuk banyak-banyak mengulang do’a ini dan menambahkan dalam setiap do’anya. Niscaya Allah pun akan mudah mengijabahi doanya. Jadi awalilalh setiap doa apa saja dengan doa Dzun Nuun ini, niscaya doa tersebut akan diijabahi dengan izin Allah. Yakinlah!
Sumber Link

50692715dba94b2b2a9f4497c2154493


📃 DOA MEMOHON AMPUN ATAS BANYAKNYA DOZA DAN KEDZALIMAN YANG PERNAH DIPERBUAT



اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan banyak kezaliman. Tidak ada seorang pun yang mampu mengampuni dosa selain Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Sungguh! Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya no. 834 dan Muslim dalam Shahihnya no. 2705.

377ca2bf1503986dbf7edfdfe57aee74


🍃🌾💐🌷 HARI YANG BAIK DAN HARI YANG BURUK

✍🏻 Sahabat Abu Darda` radhiyallahu `anhu berkata,

إذا أصبح الرجل اجتمع هواه وعمله؛ فإن كان عمله تبعاً لهواه فيومه يوم سوء، وإن كان هواه تبعاً لعمله فيومه يوم الصالح.

"Jika seseorang tiba pada waktu paginya, hawa nafsu dan amalannya akan berkumpul; apabila amalannya mengikuti hawa nafsunya, harinya adalah hari yang buruk. Akan tetapi, jika hawa nafsunya mengikuti amalan (baiknya), harinya adalah hari yang baik."

📚 Shifatush Shafwah, hlm. 177


Kata-kata sahabat Abu Darda` radhiyallahu `anhu ini memberikan kita gambaran yang dalam tentang bagaimana keadaan hati dan amalan kita mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Sebuah pelajaran bahwa amalan yang kita lakukan seharusnya tidak hanya sekedar mengikuti dorongan hawa nafsu, yang seringkali membawa kita pada kesalahan dan penyesalan. Sebaliknya, jika kita mampu menjaga hati dan menundukkan hawa nafsu untuk mengikuti amalan yang benar, hari itu akan menjadi hari yang penuh berkah dan kebaikan.

Hal ini menekankan pentingnya mujahadah (perjuangan) untuk menjaga diri dari keinginan-keinginan duniawi yang bisa menghalangi kita untuk mencapai kebaikan. Keinginan yang tidak terkendali, jika lebih dominan dalam kehidupan, akan menjauhkan kita dari amalan yang diridhai oleh Allah. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara hawa nafsu dan amal ibadah adalah kunci untuk mendapatkan hari yang penuh keberkahan dan menjadi lebih dekat dengan Allah.

Dalam konteks ini, setiap pagi adalah kesempatan untuk menetapkan niat yang benar dan menjadikan amal kita sejalan dengan petunjuk-Nya, bukan berdasarkan keinginan semata.
Wallahu A'lam Bishawab

b9ec92006e0cbc56a9d26ceadd1b6eb3


Sak Apik-Apike Dzikir
(Sebagus-Bagusnya Dzikir)

Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah.

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).”

(HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan)

[HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan].

Faedah Hadits:

1. Sebaik-baik dzikir adalah kalimat tauhid, laa ilaha illallah.
2. Di dalam kalimat tauhid tersebut terdapat kandungan makna dzikir lainnya seperti makna tasbih, tahmid, takbir, dan bentuk pengagungan terhadap Allah.

Link

dbad740ddd825eeb38c22a8b20ad4d42


CARI AMAN

Bagaimana agar bisa aman, hanya satu yaitu
Ittiba (mengikuti) Rasulullah ﷺ

Dan yang paling utama adalah menjaga Aqidah shahihah, diantaranya dalam firman Allah Ta’alal dalam surat Al-An’am ayat 82

‎ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Cara menjaga Tauhid:

1. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 103

‎وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًۭا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ

“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”

2. Jadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai hal yang sama dalam timbangan nya.

3. Konsultasi dengan ahlinya namun tidak mengesampingkan pengajian rutin.

Perhatikan Surat Al-Ashr
Ilmu, amal, dakwah, bersabar.

Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
.
‎مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
.
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Intinya adalah Mudah untuk Bersyukur.

Dalam masalah fikih untuk aman nya harus mudah berlapang dada, yang penting tidak keluar dari pendapat 4 Imam Madzhab.

Yang berbahaya adalah keluar dari pendapat 4 Imam Madzhab.

Dan timbangan yang paling utama adalah sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat serta pendapat yang paling kuat.

diantara hal yang tidak aman adalah Teman.
Maka carilah teman yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah.)

5 sifat teman yang harus kita miliki:

1. Dia harus berakal.
2. Baik akhlaqnya.
3. Bukan orang Fasik (suka berbuat maksiat).
4. Bukan orang yang Berbuat Bid’ah (yang tidak diajarkan oleh nabi ‎ﷺ).
5. Bukan orang yang ambisi dan cinta dengan dunia.

Kemudian agar kita aman lakukan:
Perbanyak Istighfar.
Shalat Shubuh


Yang sebagian besar dianggap orang aman, namun ternyata tidak aman:

1. Mengambil pendapat yang paling cocok untuk dia.
2. Semua sama, ikut sana ikut sini.
3. Merasa paling toleransi namun salah dalam memahaminya.
4. Menjadi Islam yang biasa-biasa saja.

Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan. Semoga bermanfaat.
Disusun oleh
Rizqi Amir Abu Atqiyaa’

Kopdar MBIS
Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.
29 Oktober 2022
18.00 wib - 19.33 wib

.

a6c50c3452454788b602e3bbd9da6cad


BENSIN BISA DIBELI LAGI, TAPI WAKTU? ⏳

Bro, kalau di jalan bensin motor habis, kita tinggal mampir SPBU. Keluar duit dikit, tangki penuh lagi, perjalanan lanjut. Tapi kalau "Waktu" kita habis? Nggak ada toko yang jual refill-nya. Game over.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengingatkan kita:
"Waktu adalah kehidupan. Barang siapa menyia-nyiakan waktunya, berarti dia telah menyia-nyiakan hidupnya."

Setiap detik yang kita pakai buat hal nggak guna (maksiat/leha-leha), sama aja kita lagi membakar sisa jatah hidup kita sendiri. Jangan sampai nanti di garis finish (kematian), kita baru sadar kalau kita kalah telak.

"Orang yang menyia-nyiakan hidupnya, dia akan menyesal. Akan tetapi, penyesalan itu tidak berguna baginya."

Gaspol ibadahnya selagi jantung masih berdetak!

c2ecb3dfb7fc7056fdccc45fc7bf46e1


Kemuliaan Seorang Mukmin

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Kemuliaan seorang mukmin adalah tatkala dia merasa cukup dari apa yang ada di tangan manusia."
📘 (At-Tahajjud, 2/36)

Nasihat ini mengandung pelajaran yang mendalam bagi seorang mukmin agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan sikap qana'ah (merasa cukup) terhadap rezeki yang Allah berikan. Seorang mukmin yang merasa cukup tidak akan menghinakan dirinya dengan meminta-minta atau bergantung pada apa yang dimiliki orang lain. Ia percaya bahwa semua rezeki telah Allah tetapkan sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya.

Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Bukanlah kekayaan itu banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kaya hati."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 6446; Muslim, no. 1051)

Kemuliaan seorang mukmin terletak pada tawakalnya kepada Allah, usahanya menjaga kehormatan diri, dan keikhlasannya dalam menerima takdir. Dengan begitu, ia akan senantiasa merasa cukup dan mulia di hadapan Allah maupun manusia. Semoga kita senantiasa diberi hati yang penuh rasa syukur dan dijauhkan dari sifat tamak. Aamiin.
Wallahu A`lam Bishawab

aed71a93d95ba64c6887c61bdc0f1058


🎥 MULAI DARI RAMADHAN HIDUP DAN MATI HANYA UNTUK ALLAH
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.

fbda3b3fb31efeb177e7e9794e463b8b


DOA KETIKA ADA TANJAKAN DAN TURUNAN
____✒️

🔵 KONDISI MENANJAK
BACA :

اللَّهُ أَكْبَرُ

(Allah Maha Besar)

🔵 KONDISI MENURUN
BACA :

سُبْحَانَ اللَّهِ

(MAHA SUCI ALLAH)

• Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Kami para sahabat ketika melewati jalana yang naik, kami bertakbir. Dan ketika melewati jalanan yang turun, kami bertasbih.

(HR. Bukhari 2993)

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

600fca11f2ebe5fa641249be5001a121


SEGUDANG MANFAAT MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Silaturahmi memiliki sekian banyak manfaat yang sangat besar, diantaranya sebagai berikut.

1. Dengan bersilaturahmi, berarti kita telah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.
2. Dengan bersilaturahmi akan menumbuhkan sikap saling tolong-menolong dan mengetahui keadaan karib kerabat.
3. Dengan bersilaturahmi, Allah akan meluaskan rezeki dan memanjangkan umur kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bersabda:
مَنْ أَ حَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ .

Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.[23]

4. Dengan bersilaturahmi, kita dapat menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu, menyuruh berbuat baik, dan mencegah berbagai kemungkaran yang mungkin akan terus berlangsunng apabila kita tidak mencegahnya.
5. Silaturahmi sebagai sebab seseorang masuk surga.

Tulisan Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas rahimahullahu ta`ala


Referensi : Link



254e47ac247768278425937638217a86


JANGAN JADIKAN KUBURAN SEBAGAI TEMPAT BERIBADAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Menjadikan Kubur Sebagai Tempat Beribadah
Rosululloh mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kubur beliau sebagai berhala yang disembah selain Alloh, terlebih lagi apabila kubur itu kubur selain beliau. Beliau berkata, “Ya Alloh janganlah Kau jadikan kuburku sebagi berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Alloh terhadap orang yang menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Malik, Abu Nu’aim)

Bandingkan dengan realita kaum muslimin sekarang ini. Mereka lebih senang untuk membaca Al Quran di kuburan, akan tetapi di rumahnya sendiri kosong dari bacaan Al Quran. Bukankah Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan…” (HR. Abu Daud, Ahmad)



Sumber: Link
Copyright © 2025 Link

30a5421ccaff3ca14f2483cf51b524a7


Bismillah
📌 ARTIKEL RAMADHAN

RENUNGAN PERPISAHAN (Bagian 1)
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah- berkata :

إِخْوَانِيْ إِنَّ شَهْرَكُمُ الْكَرِيْمَ قَدْ عزَم على الرحيل، ولم يبقَ منه إلاَّ الزمنُ القليلُ، فمَنْ كان منكم محسِناً فليحمدِ اللهَ على ذلك ولْيَسْألْه القَبولَ، ومَنْ كان منكم مهملاً فلْيتبْ إلى اللهِ ولْيَعْتَذِرْ من تقصيرِه فالعذرُ قبْلَ الموتِ مَقْبولٌ.

“Wahai saudaraku bahwasanya bulan Ramadhan yang mulia ini akan segera pergi meninggalkan kalian, tidak tersisa darinya melainkan beberapa waktu yang singkat. Barang siapa yang berbuat baik didalamnya maka hendaklah ia memuji Allah dan meminta pengqabulannya, sedangkan siapa yang berbuat buruk maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan dari kelalaiannya. Sebab permohonan ampun sebelum kematian tiba akan diterima. (Majlis Syahri Ramadhan, hal. 236)

Sebelum kita berpisah dengan bulan penuh berkah, marilah sejenak merenungkan kembali ayat puasa Ramadhan yang didalamnya penyebutan beberapa nikmat agung, yang kemudian ayat tersebut ditutup dengan ungkapan bersyukur. Allah ﷻ berfirman :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah : 185).


Baca selengkapnya di : Link

4fdae1d043c7625e307c7680775df1c8


🔥 Kehebatan Tauhid, Menghapus Semua Dosa

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

742d8c2f07e2d267e194bde7122c65f6


Ujian Hidup: Syarat Lulus Ke Surga
🎙️ Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA
🎥 Link

📝 Hidup bukan tentang siapa yang terkaya atau tertampan, tapi siapa yang terbaik amalannya. Ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah syarat mutlak agar ujian hidup kita berbuah surga.



7f9e2c53bb3401b69c9372efc235179c


✍🏻 Ibnu Abdil Bar rahimahullah menyatakan,

طلب الدنيا يمنع الإستفادة من العلم ، وأنه كلما ازداد المرء طلباً لها ازداد جهلاً وقل عمله

(Fokus hanya) mencari dunia dapat menghalangi untuk mengambil faidah ilmu (agama). Semakin seorang rakus dalam mencari dunia maka dia akan semakin bodoh terhadap agama dan semakin sedikit amalnya.

📚 At-Tamhid Lima fi al-Muwaththa` min al-Ma`ani wa al-Asanid (3/202)

Kata-kata Ibnu Abdil Bar rahimahullah ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Beliau menjelaskan bahwa ambisi untuk mengejar duniawi, tanpa keseimbangan dengan pencarian ilmu agama, dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh terhadap prinsip-prinsip agama dan memperkecil amal ibadahnya. Ini adalah peringatan penting agar kita tidak terjebak dalam kesibukan mengejar dunia yang sementara, melupakan ilmu yang akan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Ilmu agama adalah landasan yang akan menuntun kita menuju kebahagiaan yang hakiki. Dunia ini memang penting, tetapi tidak boleh sampai menghalangi kita dari mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, ketika kita memperbanyak pencarian ilmu dan amal shaleh, dunia pun akan datang dengan sendirinya sebagai tambahan keberkahan.

Penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup: dunia perlu dicari dengan cara yang benar, namun ilmu agama dan amal saleh harus tetap menjadi prioritas utama.
Wallahu A'lam Bishawab

6bd40c8a90f020a6b0cffaeb97fb4d60


PILIH MAJELIS YANG BANYAK MEMBUAT KITA MENANGIS DARI PADA YANG BANYAK MEMBUAT KITA TERTAWA