6641688d36f526a0b74ee795afc593dc


💥💬 MERAUP PAHALA KARENA DICACI MAKI!

Berkata Sahabat Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhu kepada Ibunda 'Aisyah radhiyallahu 'anha,

"إن ناساً يتناولون أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم، حتى إنهم ليتناولون أبا بكر وعمر!"

"Ada sejumlah orang yang mencela para shahabat Nabi (radhiyallahu 'anhum) sampai sampai mereka mencela Abu Bakar dan Umar!"

فقالت: أتعجبون من هذا؟ إنّما قطع عنهم العمل، فأحب الله أن لا يقطع عنهم الأجر.

Ibunda 'Aisyah menjawab, "Apakah kalian heran dengan hal tersebut?! Allah ﷻ hanya memutus kesempatan beramal bagi mereka (dengan datangnya kematian, pent), namun Allah ﷻ tidak memutus mereka kesempatan untuk mendapatkan pahala (karena caci maki yang mereka dapatkan, pent)".

📚 Mukhtashar Tarikh Dimasyq, 6/46.

f99ba3945ee771c477ed79979ff429c5


Muslim Itu Bukan Pembantah
🎙Ustadz Rizqi Amirurrosyid
link url : Link

Jika antum mengaku muslim tapi masih sering membantah ayat Al-Qur`an atau menolak hadits yang shahih dengan alasan "sudah tidak relevan", maka antum belum memahami arti Islam. Muslim itu menyerah, bukan mendebat atau mengotak-atik sistem yang telah Allah Subhanahu wa Ta`ala tetapkan.

4ddb8941679ab339d43ece57414738b5


SEORANG MUKMIN TIDAK BERTINDAK JAHIL

✍🏻 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,

المؤمن لا يجهل، وإن جهل عليه حلم، لا يظلم وإن ظلم غفر، لا يبخل وإن بخل عليه صبر

“Seorang mukmin tidak mengganggu orang lain. Kalau diganggu, dia akan bersikap santun. Seorang mukmin juga tidak berbuat zalim. Kalau dia dizalimi, dia akan memaafkannya. Seorang mukmin juga tidak akan berbuat bakhil. Kalau ada yang bakhil terhadapnya, dia akan bersabar.”

📚 Rasail Ibnu Abid Dunya, hlm. 27

9eb070de3eaf3922f11bee4cbfd0bc77


Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah:152)

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ​ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ ؕ‏ ٢٨

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (QS. Ar-Ra`d:28)

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوۡبٰى لَهُمۡ وَحُسۡنُ مَاٰبٍ‏  ٢٩

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS. Ar-Ra`d:29)

-

814867b503315e93af60d43e595b7d5f


▶️ BERILMU, LALU AMAL!

📡Link Youtube :
Link

36ebf1a50ffe06be750eeb35183df114


Hukum Wanita Ikut Jumatan
Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A. حفظه الله تعال

Mari bersegera menyebarkan kebaikan untuk orang orang di sekitar Antum
Mohon dishare ke grup keluarga, grup kajian, grup kantor, dan seluruh grup yang diikuti
Semoga menjadi jalan dakwah kita semua serta menjadi jalan hidayah Allah ﷻ kepada orang-orang di sekitar kita.

85a6f1ffa148e90700c26bb1704fd9db


🚬 Bahaya dan ancaman dari rokok

8114efca81f18c138792d0e48cb4a213


SYA'BAN ADALAH BULAN DILAPORKANNYA AMALAN TAHUNAN SEORANG HAMBA KEPADA ALLAH

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhumā berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau banyak berpuasa (sunnah) pada suatu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban?’

Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, ‘Itulah bulan (Sya'ban) yang manusia lalai darinya, terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan yang di dalamnya amalan-amalan para hamba diangkat (dilaporkan) kepada Rabb semesta alam, maka aku senang amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.’

📚 Dishahihkan oleh Sheikh Al-Albānī di dalam Shahih An-Nasā'ī

3ef604fe3067beda90a37c22e555c0ed


🍁☘🍁🍁☘🍁
------------------------
BANYAK BERPUASA DIBULAN SYA`BAN.
-
Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Syaban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156)

Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,

أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya (Kaana yashumu Syaban kullahu)?

Asy Syaukani mengatakan,  “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Syaban adalah berpuasa di mayoritas harinya.

Lalu Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak puasa penuh di bulan Syaban?

An Nawawi rahimahullah menuturkan bahwa para ulama mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyempurnakan berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar tidak disangka puasa selain Ramadhan adalah wajib. ”(Syarh Muslim, 4/161)

Di antara rahasia kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Syaban adalah karena puasa Syaban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi

888f0a7d41eba3f7947853811a90caae


Tidak sedikit jamaah shalat Jumat yang duduknya dalam keadaan memeluk lutut. Bahkan saking enaknya duduk seperti sampai tertidur. Padahal ada larangan dalam hadits mengenai duduk seperti itu dalam khutbah Jumat.

Hadits yang dimaksud adalah dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya (Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy), ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud no. 1110. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Shalihin membawakan hadits di atas dengan menyatakan dalam judul bab,

كَرَاهَةُ الاِحْتِبَاءِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ لِأَنَّهُ يَجْلِبُ النَّوْم فَيَفُوْت اِسْتِمَاع الخُطْبَة وَيَخَافُ اِنْتِقَاض الوُضُوْء

“Dimakruhkan memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhutbah karena dapat menyebabkan tertidur sehingga terluput dari mendengarkan khutbah dan khawatir pula seperti itu dapat membatalkan wudhu.”

Imam Nawawi membawakan perkataan Al Khattabi yang menyatakan sebab dilarang duduk ihtiba’,

نُهِيَ عَنْهَا لِاَنَّهاَ تَجْلِبُ النَّوْم فَتَعْرِض طَهَارَتُه لِلنَّقْضِ وَيَمْنَعُ مِنَ اسْتِمَاعِ الخُطْبَةِ

“Duduk dengan memeluk lutut itu dilarang (saat mendengar khutbah Jumat) karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah yang dapat membatalkan wudhu, juga jadi tidak mendengarkan khutbah.” (Al Majmu’, 4: 592).



Sumber Link

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

ac0962b2c5048e7c4363502b8f04b024


Pandanglah Wajah Ayahmu Sejenak

d7286230ecddacc62f10a506b40cc92e


Ujian Baru Pasca Hijrah
🎙Ustadz Subhan Bawazier
link url : Link

Jangan mengira setelah hijrah hidup akan langsung tenang tanpa hambatan. Justru, hijrah adalah pintu masuk ke ujian-ujian baru yang lebih berkualitas. Allah Subhanahu wa Ta`ala menguji kita untuk melihat siapa yang benar-benar jujur dalam keimanannya. Jangan kaget kalau setelah "gaspol" hijrah, rintangannya justru makin menantang.

c114f98739d4c72ed797f43381c544b4


💐🌻🌷🌹 KEUTAMAAN IMAN YANG KUAT

✍🏼 Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`dy rahimahullah berkata:

«كلّما قويَ إيمان العبد تولّاه الله بِلطفه، ويسّره لليسرى، وجنّبه العسرى»

"Semakin kuat iman seorang hamba maka Allah akan mengurusinya dengan kelembutan-Nya, memudahkan urusannya, dan menjauhkannya dari kesulitan."

📚 Taisirul Karimir Rahman, hlm. 135

🌍 Sumber || Link


bd57d51da2ec10d5beedc05bd899fb00


Berbicara dengan Wajah Tersenyum

Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.

Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.”

(HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Di antara wasiat Rasul ﷺ dalam hadits di atas adalah janganlah menghina orang lain. Setelah Rasul menyampaikan wasiat ini, Jabir bin Sulaim pun tidak pernah menghina seorang pun sampai pun pada seorang budak dan seekor hewan.

Sumber Link

f311f80ea24a94d5d5bf89e049403900


🍃 Doa Yang Terkandung Dalam Ucapan Salam


Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata: "Jika engkau ucapkan kepada seseorang "Assalamu’alaikum", maka ini berarti bahwasanya engkau mendo’akan kepadanya agar Allah..

• Menyelamatkannya dari segala musibah
• Menyelamatkannya dari penyakit
• Menyelamatkannya dari kegilaan
• Menyelamatkannya dari kejelekan manusia
• Menyelamatkannya dari maksiat dan berbagai penyakit hati
• Dan menyelamatkannya dari api neraka". (Syarhu Riyadhus Sholihin 4/380)

b06a5d9c593fca83e6d087d63ae2612f


Do’a yang juga termasuk do’a yang singkat namun penuh makna disebutkan pula oleh An Nawawi dalam Riyadhus Shalihin.

Do’a tersebut adalah: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)



Sumber Link

2444380ee5c7dcdc0e39bae38f136d8a


Tidak sedikit jamaah shalat Jumat yang duduknya dalam keadaan memeluk lutut. Bahkan saking enaknya duduk seperti sampai tertidur. Padahal ada larangan dalam hadits mengenai duduk seperti itu dalam khutbah Jumat.

Hadits yang dimaksud adalah dari Sahl bin Mu’adz dari bapaknya (Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy), ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari duduk dengan memeluk lutut pada saat imam sedang berkhutbah.” (HR. Tirmidzi no. 514 dan Abu Daud no. 1110. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Riyadhus Shalihin membawakan hadits di atas dengan menyatakan dalam judul bab,

كَرَاهَةُ الاِحْتِبَاءِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ لِأَنَّهُ يَجْلِبُ النَّوْم فَيَفُوْت اِسْتِمَاع الخُطْبَة وَيَخَافُ اِنْتِقَاض الوُضُوْء

“Dimakruhkan memeluk lutut pada hari Jumat saat khatib berkhutbah karena dapat menyebabkan tertidur sehingga terluput dari mendengarkan khutbah dan khawatir pula seperti itu dapat membatalkan wudhu.”

Imam Nawawi membawakan perkataan Al Khattabi yang menyatakan sebab dilarang duduk ihtiba’,

نُهِيَ عَنْهَا لِاَنَّهاَ تَجْلِبُ النَّوْم فَتَعْرِض طَهَارَتُه لِلنَّقْضِ وَيَمْنَعُ مِنَ اسْتِمَاعِ الخُطْبَةِ

“Duduk dengan memeluk lutut itu dilarang (saat mendengar khutbah Jumat) karena dapat menyebabkan tidur saat khutbah yang dapat membatalkan wudhu, juga jadi tidak mendengarkan khutbah.” (Al Majmu’, 4: 592).



Sumber Link

5f28e990b5b223b0d339e9055a465e5b


Al HAKIM (Yang Maha Bijakasana)

Kesempurnaan kehendak dan ketetapan Ilahi merupakan bukti bahwasanya Allah adalah Al Hakim, Dzat Yang Maha Bijaksana.
Hukum terbaik adalah hukum yang dibuat oleh Al Hakim, karena Dialah Yang Paling Adil dan tidak ada yang lebih benar perkataannya kecuali Allah Subhanahu wata’la.

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا

"Maka Patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah."
(QS. Al-An’am: 114)

Nama Allah Al Hakim memiliki beberapa makna.

Pertama, Yang Menghukumi,karena milik-Nya lah hukum yang paling sempurna. Seluruh makhluk Allah tunduk terhadap hukum Allah. Allah menghukumi seluruh makhluk-Nya dengan qodho dan qodar-Nya. Allah telah menurunkan hukum yang sempurna pula agar manusia dapat berhukum dengan hukum tersebut, yaitu syari’at-Nya.



6b55024c78be23c380083e184eed1f94


KENAPA ORANG MUNAFIK MALAS IBADAH?

Syaikh As Sa’di menyatakan kenapa orang munafik sampai bisa sedikit berdzikir pada Allah,

لاِمْتِلاَء ِقُلُوْبِهِمْ مِنَ الرِّيَاءِ، فَإِنَّ ذِكْرَ اللهِ تَعَالَى وَمُلاَزَمَتَهُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ مِنْ مُؤْمِنٍ مُمْتَلِئِ قَلْبَهُ بِمَحَبَّةِ اللهِ وَعَظَمَتِهِ

“Karena hati mereka sudah dipenuhi dengan riya’ (beramal hanya ingin cari pujian). Ingatlah bahwa dzikir pada Allah dan bisa terus konsisten dalam dzikir hanyalah ada pada orang beriman yang hatinya penuh dengan kecintaan dan pengagungan pada Allah.” (Tafsir As Sa’di, hal. 210).

Sumber : Link

ea4eb1df0bd8e8902bebcdeaea8e3627


CEMAS DENGAN RIZKI ?

Perharikan bagaimana janji Allah ini
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."
(Qs. Ath-Talaq : 2-3)

.

a0ba7abe70484b757b658b9a6c0f828d


KARNA ALLAH KITA SALING CINTA

Al Hasan Al Bashri berkata:

إنَّ أحبَّ عبادِ الله إلى الله الذين يُحببون الله إلى عباده ويُحببون عباد الله إلى الله ، ويسعون في الأرض بالنصيحة

“Sesungguhnya hamba yang dicintai di sisi Allah adalah yang mencintai Allah lewat hamba-Nya dan mencintai hamba Allah karena Allah. Di muka bumi, ia pun memberi nasehat pada orang lain.”
(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 224).

Dianjurkan dengan sangat bagi kita mencintai seudara seiman dan saling mengasihi
Sebagaimana sabda Rasulullullah Shalallahu`alaihi Wasallam:

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Saudaraku.,
Mari saling mencintai dan mengasihi atas dasar kecintaan dan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata`ala.

Allahu`alam.




e6e065c2e43d20c6942c24a12f01ba9c


BOHONG YANG DIBOLEHKAN

Adakah bohong atau dusta yang dibolehkan?

Asalnya memang berbohong itu terlarang dikecualikan dalam tiga hal. Ketika itu berbohong jadi rukhsoh atau keringanan karena ada maslahat yang besar.

Ada hadits yang menyebutkan hal ini,

أَنَّ أُمَّهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِى مُعَيْطٍ وَكَانَتْ مِنَ الْمُهَاجِرَاتِ الأُوَلِ اللاَّتِى بَايَعْنَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يَقُولُ « لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِى يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِى خَيْرًا ». قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِى شَىْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلاَّ فِى ثَلاَثٍ الْحَرْبُ وَالإِصْلاَحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا.

Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bin ‘Abi Mu’aythin, ia di antara para wanita yang berhijrah pertama kali yang telah membaiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mengabarkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak disebut pembohong jika bertujuan untuk mendamaikan dia antara pihak yang berselisih di mana ia berkata yang baik atau mengatakan yang baik (demi mendamaikan pihak yang berselisih, -pen).”

Ibnu Syihab berkata, “Aku tidaklah mendengar sesuatu yang diberi keringanan untuk berdusta di dalamnya kecuali pada tiga perkara, “Peperangan, mendamaikan yang berselisih, dan perkataan suami pada istri atau istri pada suami (dengan tujuan untuk membawa kebaikan rumah tangga).” (HR. Bukhari no. 2692 dan Muslim no. 2605, lafazh Muslim).

Dusta dan Bohong Tetap Haram

Contoh perkataan suami pada istrinya yang dimaksud di atas, “Tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai selain dirimu.” Atau sebaliknya istri mengatakan seperti itu.

Intinya, dusta tetaplah suatu perkara yang diharamkan. Bohong atau dusta hanyalah diringankan pada suatu perkara yang dianggap punya maslahat yang besar yaitu yang disebutkan dalam hadits di atas. Dalam suatu kondisi berdusta malah bisa diwajibkan untuk menghindarkan diri dari kehancuran atau kebinasaan seseorang. (Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Syaikh Prof Dr. Musthofa Al Bugho, dkk, hal. 134).

Tawriyah, Permainan Kata

Namun apakah dusta yang dimaksudkan adalah dusta yang tegas ataukah cuma permainan kata-kata saja (disebut: tawriyah). Yang dimaksud tawriyah adalah menampakkan pada yang diajak bicara tidak sesuai kenyataan, namun dari satu sisi pernyataan yang diungkap itu benar.

Misalnya, ada yang mengatakan demi mendamaikan yang berselisih, “Si Ahmad (yang sebenarnya mencacimu) itu benar-benar memujimu.” Maksud pujian ini adalah pujian umum, bukan tertentu karena setiap muslim pasti memberikan pujian pada lainnya.

Misalnya yang lain, karena perselisihan demi mendamaikan, si pendamai berkata, “Si fulan yang penuh dendam padamu itu selalu mendoakanmu.” Mendengar seperti itu, tentu akan reda pertikaian yang ada. Karena memang setiap muslim itu akan mendoakan yang lainnya dalam doa termasuk dalam shalatnya. Seperti saat tasyahud pada bacaan “assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin” (salam untuk kita dan hamba Allah yang shalih). Yang dimaksud di sini adalah doa bagi setiap muslim. Jadi seakan-akan perkataannya tadi menunjukkan dusta, namun dari satu sisi benar karena ia pun mendoakan kaum muslimin secara umum dalam shalat.

Namun yang ingin menyelesaikan atau mendamaikan perselisihan hendaklah menjauhkan diri dari dusta. Kalau terpaksa, maka hendaklah yang dilakukan bentuknya adalah tawriyah. Tawriyah itu dibolehkan jika ada maslahat.

Tawriyah pada Pasangan Akan tetapi hendaklah tidak diperbanyak bentuk tawriyah di antara suami istri. Jika sampai apa yang diucap menyelisihi realita dan terungkap, maka yang muncul di antara pasangan adalah saling benci dan bermusuhan.

Penjelasan terakhir di atas, penulis nukil dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Sholihin, juz ke-3.

Semoga Allah memberikan kepahaman. Wallahu waliyyut taufiq.



Diselesaikan menjelang Maghrib, 22 Dzulqo’dah 1435 H di Pesantren DS

Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber Link

bf30495bcf395152d56fbad415794924


✅ PERUSAK DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA

d95b4b4a0796bd0e91a86511faa6bd2b


KAPAN WANITA SHALAT ZHUHUR DI HARI JUMAT?

__
Mau dapat Ilmu ?
Mari bergabung bersama GROUP MANHAJ SALAF

Telegram: Link
salaf1
Youtube: Link
Group WhatsApp: Link">wa.me
Twitter: Link
Web: Link
Instagram: Link
Facebook: Link

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

ca9c998a27ba9c7e029b87a0f62ad383


SEORANG HAMBA SENANTIASA DI ANTARA DUA PERKARA

✍🏻 Syaikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan,

فالعبد دائما بين نعمة من الله يحتاج فيها إلى شكر، و ذنب منه يجتاج فيه إلى استغفار، و كل من هذين من الأمور اللازمة للعبد دائما، فإنه لا يزال يتقلب في أنعم الله و آلائه، و لا يزال محتاجا إلى التوبة و الإستغفار.

Seorang hamba senantiasa berada di antara dua hal:

1. Kenikmatan dari Allah yang harus terus dia syukuri.

2. Dosa yang harus senantiasa diiringi permohonan ampun.

Kedua hal ini senantiasa menyertai seorang hamba. Keadaannya terus berputar, berada dalam gelimang nikmat dan karunia-Nya. Akan tetapi, dia juga senantiasa butuh untuk bertobat dan memohon ampunan.

📚 At-Tuhfah al-Iraqiyyah Fi al-A`mal al-Qalbiyyah, hlm. 457

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah memberikan gambaran yang sangat mendalam tentang keadaan seorang hamba di dunia ini. Seorang hamba, setiap saatnya, senantiasa berada di antara dua hal yang tak terpisahkan: kenikmatan dari Allah yang harus disyukuri, dan dosa yang harus selalu diiringi dengan permohonan ampun.

Setiap nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya, baik berupa kesehatan, harta, keluarga, atau bahkan kebahagiaan sederhana lainnya, adalah ujian sekaligus karunia yang harus disyukuri. Syukur kepada Allah atas segala nikmat adalah bentuk pengakuan atas segala kebaikan-Nya, yang akan mendatangkan keberkahan lebih besar dalam hidup. Namun, terkadang kita sebagai manusia sering kali lalai dalam bersyukur, lebih terfokus pada apa yang tidak kita miliki, dan lupa untuk mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita.

Di sisi lain, setiap hamba juga tidak pernah lepas dari dosa dan kesalahan. Tidak ada manusia yang sempurna, dan terkadang kita tergelincir dalam perbuatan dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Maka, selain bersyukur, seorang hamba harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah atas segala kekhilafan dan kesalahan yang telah diperbuat. Setiap detik kehidupan adalah kesempatan bagi kita untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Ibnu Taimiyyah mengingatkan kita bahwa keadaan ini tidak akan pernah terpisah selama kita hidup. Sebagai hamba Allah, kita akan selalu berputar antara menikmati nikmat-Nya dan memohon ampunan atas dosa-dosa kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga keseimbangan antara keduanya. Ketika kita berada dalam kenikmatan, bersyukurlah kepada Allah dengan hati yang tulus. Ketika kita terjatuh dalam dosa, bersedihlah dan segera bertaubat kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan kesungguhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa merasakan betapa pentingnya dua hal ini: syukur dan istighfar. Mengingatkan diri kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang ada, dan tidak berhenti untuk terus bertaubat atas segala kekurangan dan dosa. Dengan begitu, hidup kita akan senantiasa penuh dengan berkah, karena Allah akan senantiasa memberikan pertolongan-Nya kepada hamba yang rendah hati dan selalu berusaha memperbaiki diri.

Semoga kita bisa selalu mengingat dua hal ini dalam setiap langkah hidup kita, yaitu mensyukuri segala nikmat dan memohon ampunan atas segala dosa, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

58978962fba5254815b0c385f42c3d27


Biker Muslim Anti-Baper
🎙Ustadz Subhan Bawazier
link url : Link

Seorang biker muslim itu tidak boleh gampang tersinggung atau "baper". Jika ada yang menyinggung, cara terbaik adalah tabayyun (klarifikasi), bukan malah dipendam dalam hati atau langsung memblokir nomor teman. Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hakim bagi kesalahan mereka.

65fb7ea23d3bbba711a6f40b4ed99e8b


Bismillah
📌 FAEDAH SINGKAT

KEUTAMAAN DO`A
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Allah Ta`ala berfirman :

{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ}

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Ghafir : 60)

➖➖➖➖➖➖➖➖
📲 Abu Ghozie Official
Link

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

b8f8827ef96470c4f662205031dfdfc5


CIKAL BAKAL SUAP
➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah ta`ala berfirman (yang artinya), "Kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang- orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan harta as-Suht. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. (QS. al-Maidah: 62)

Makna kata as-Suht adalah sogok. (Zadul Masir, 2/234)

Dikutip dari Buku Fiqh ASN dan Karyawan


c043f8eb6057f4c7679e564d42538018


BATAS AKHIR TAUBAT!
➖➖➖➖➖➖➖➖

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ».
[صحيح] - [رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu `alaihi wa sallam-bersabda, "Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah menerima tobatnya."
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Muslim]

Uraian
Hadis ini memberi faedah bahwa Allah -Subḥānahu wa Ta`ālā- menerima tobat hamba-Nya yang berdosa sebelum terbit matahari dari barat, karena itu merupakan batas akhir waktu diterimanya tobat dan itu merupakan salah satu tanda kiamat besar.



sumber: Link

5706a2e7a477748309fcd53656e78717


Sehat Itu Lebih Mahal dari Uang
🎙 Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
link url: Link

Nikmat sehat seringkali kita lupakan sampai rasa sakit itu datang. Banyak orang rela menghabiskan seluruh hartanya hanya untuk berburu afiah (kesehatan) hingga ke luar negeri. Mari bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala atas nikmat fisik yang masih berfungsi baik hari ini.


79de29637c31b23b5dc547d254a5e288


GENEROSITY IN CONVEYING THE KNOWLEDGE.

4f0beed09358cffbfc9bcedc23f41034


RUH SESEORANG TERKATUNG-KATUNG KARENA UTANGNYA

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

نفس المؤمن مُعَلّقة بدَيْنِه حتى يُقْضى عنه

“Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena hutangnya sampai hutangnya dilunasi” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Al Mula Ali Al Qari Rahimahullah menjelaskan, “Sebagian ulama mengatakan, ‘Ruhnya tertahan untuk menempati tempat yang mulia.’ Al Iraqi mengatakan, ‘Maksudnya, ia (di alam barzakh) dalam kondisi terkatung-katung. Tidak dianggap sebagai orang yang selamat dan tidak dianggap sebagai orang yang binasa sampai dilihat apakah masih ada hutang yang belum lunas atau belum?`” (Mirqatul Mafatih, 5: 1948).



© 2023 Link
Sumber: Link

9a7a95b8155725f9d344a91af80dcc16


AMALAN PENGHAPUS DOSA SEBANYAK BUIH DI LAUTAN
➖➖➖➖➖➖

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mengusahakan seribu kebajikan setiap hari? Ada di antara sahabat yang hadir bertanya kepada beliau: ‘Bagaimana mungkin ada di antara kita yang mampu mengusahakan seribu kebajikan?’ Beliau bersabda: “Ia bertasbih seratus kali, akan dituliskan baginya pahala seribu kebajikan atau dihapuskan darinya seribu keburukan.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa membaca ‘subhanallahi wabihamdihi’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim).


Sumber : Link

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

252bd188b19cf27446a6b10c07604d78


Maslahat Dakwah Bukan Alasan Menyelisihi Dalil
🎙️ Ustadz Moch. Danu Kurniadi, Link
🎥 Link

📝 Jangan jadikan `maslahat dakwah` sebagai alasan untuk menyelisihi Al Quran dan Sunnah. Sejati-jatinya maslahat adalah saat kita tunduk pada perintah Allah Subhanahu wa Ta`ala, bukan sekadar kumpul rukun di atas kesalahan.



e45e9af739149b0677366e0fa2b1bf7e


📚 Fawaid Pagi Hari Ini :

TETAPLAH BERSEMANGAT MENEMPUH JALAN DI ATAS AL-HAQ (KEBENARAN), MESKIPUN JUMLAHMU SEDIKIT !

● قال الشيخ أحمد بن يحيى النجمي رحمه الله تعالىٰ :

《 فاحرص يا عبدالله على إتباع الحق ، وسلوك الطريق المستقيم ، والاقتداء بالسلف اﻷول أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ولا تستوحش من قلة السالكين وكثرة المخالفين ، فقد كان إبراهيم عليه السلام أمة وحده ، وبالله التوفيق 》.

📓📔 |[ إرشاد الساري في شرح السنة للبربهاري (ص٥٤) ]|

Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmy rohimahulloh pernah berkata :

"Bersemangatlah kalian wahai hamba Alloh, untuk berittiba' (mengikuti) kepada Al-Haq (kebenaran), dan menempuh jalan yang lurus, serta meneladani jalan hidup generasi awal umat ini, yaitu para Sahabat Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

Janganlah kalian merasa sedih karena sedikitnya orang-orang yang menempuh (jalan yang haq tersebut), dan karena banyaknya orang-orang yang menyelisihi (jalan yang haq tersebut).

Sungguh, dahulu Nabi Ibrohim alaihis salam adalah hanya satu umat (yakni bersendirian saja di masa beliau diutus sebagai seorang Nabi dan Rosul, di tengah-tengah umat manusia yang berbuat kesyirikan dan kekufuran, edt.).

Dan kepada Alloh ta'ala sajalah kita memohon taufiq-Nya .... !"

[ Irsyadus Saari fii Syarhis Sunnah lil Barbahary , hal. 54]

Keterangan :

1. Subhanalloh, sungguh benar nasehat beliau !

Tetaplah istiqomah di atas kebenaran, meskipun jumlah orang-orang yang seperti ini adalah sedikit.

Ya, karena nilai kebenaran itu bukan dilihat dari banyaknya jumlah orang-orang yang mengikutinya.

Tetapi dilihat dengan apa seseorang itu berpegang teguh.

2. Kalau kita perhatikan dalil-dalil yang ada, justru kebanyakan (mayoritasnya) orang adalah di atas kejelekan.

Alloh ta'ala mengingatkan kita dalam firman-Nya :

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Alloh)” (QS. Al An’am: 116)

Ayat-ayat yang semakna dengan ayat tersebut di atas adalah sangat banyak.

Alloh ta'ala menjelaskan, kebanyakan orang adalah itu adalah bodoh/tidak mengetahui :

ولكن أكثر الناس لا يعلمون

"Linkn tetapi kebanyakan manusia itu adalah
tidak mengetahui." [QS Al-A'rof : 187]

Kemudian,
kebanyakan orang itu berada dalam kefasikan (yakni banyak melakukan kemaksiatan dan dosa) :

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ

"Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS Al-A'rof : 102]

Alloh ta'ala juga menjelaskan, bahwa orang-orang yang mau beriman itu adalah sangatlah sedikit :

وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

"Link tidaklah beriman bersama dengannya (yakni bersama Nabi Nuh alaihis salam) kecuali sedikit." [QS Hud : 40]

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

"Dan sebagian besar manusia itu adalah tidak akan beriman, meskipun kamu (wahai Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa sallam) sangat menginginkannya." [QS Yusuf : 102]

Demikianlah ! Hal itu menunjukkan, bahwa tidak semua yang banyak itu mesti benar, sedangkan yang sedikit itu adalah salah/keliru.

Justru sebaliknya, mayoritasnya orang adalah di atas kebodohannya (kecuali yang betul-betul mau belajar), dan di atas kejelekan yang lainnya.

Semoga Alloh subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar kita bisa selalu istiqomah di atas Al-Haq (kebenaran), yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shohih.

Wallohu Waliyyut Taufiq...

Surabaya , Ahad pagi yg sejuk, 25 Dzulqo'dzah 1445 H / 2 Juni 2024 M

✍️ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby



7a2be5ce8498155e0c3f4bf52579c975


Bocoran Umur Manusia
🎙 Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Umur umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Mari gunakan sisa usia kita untuk produktif dalam kebaikan sebelum kembali menghadap Allah Subhanahu wa Ta`ala.