c130f114bb4b82d6b94be5a0fbd73fa5


Sebab yang diundang Allah bukan yang mampu, tapi yang dimampukan olehNya.

Sebab rezeki itu kadang datang tak disangka-sangka, maka tugas kita berikhtiar dan doa untuk menjemputnya.

Dan sebab ikhtiar dunia semata tanpa doa, bisa jadi sia-sia, maka mari langitkan doa.

Semoga tak lama lagi giliran kita bisa sampai di Mekah, Arafah, Muzdalifah dan Mina.

اللهم ارزقنا الحج والعمرة

“Ya Allah, berikan kami rezeki haji dan umroh”

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

21469ac1e62dc9bd23dcd6df7f0d59d9


Siapa Sangka…
Sebuah Senyuman ikhlas dari Syaikh Sulaiman ar ruhaili di media sosial Bisa Mengubah Satu Keluarga jadi salafi.

Masya Allah tabarakallah...
Karena Satu senyuman bisa melunakkan hati yang keras.
Karena Satu senyuman bisa membuka pintu hidayah yang tertutup

Dan semua itu… Berawal dari apa?
Hanya dari Sebuah senyuman
Dan dari media sosial.

Jangan remehkan konten dakwah.
Jangan anggap kecil satu video ceramah
Karena di balik layar kecil itu…

Bisa jadi ada hati yang sedang mencari jalan hidayah di atas manhaj salaf.

Dan siapa sangka…
Satu senyuman yang tersebar lewat layar, Mengubah satu lelaki…
Lalu mengubah satu keluarga…
Lalu mengubah arah hidup mereka selamanya.

Hidayah itu milik Allah.
Tapi Allah bebas memilih wasilah-Nya dan wasilah itu terkadang datang dari media sosial.

(Suatu nasihat Syaikh Sulaiman dihadapan para Mahasiswa Islamic university of Madinah)

Jika ini bermanfaat save dan share....

ffa5a62faf2203b1f41e2400a222592e


BUAH MANIS DARI KETEGUHAN DIATAS KETAATAN & KEBENARAN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنِ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«المُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِي القَبْرِ: يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ»، فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ} [إبراهيم: 27].
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 4699]

Al-Barā` bin `Āzib -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Seorang muslim ketika ditanya di kubur, ia akan bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Itulah (makna) firman Allah Ta`ala: `Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat.`" (QS. Ibrāhīm: 27)
[Sahih] - [Muttafaq `alaihi] - [Sahih Bukhari - 4699]

Uraian
Seorang mukmin pasti akan ditanya di kuburnya. Dua malaikat yang ditugaskan untuk itu akan bertanya kepadanya. Mereka berdua adalah Munkar dan Nakir, sebagaimana nama keduanya disebutkan di sejumlah hadis. Maka dia bersaksi bahwa tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Nabi ﷺ menyebutkan, inilah ucapan teguh yang disebutkan oleh Allah: "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrāhīm: 27)

Faidah dari Hadis
1- Pertanyaan dalam kubur benar-benar ada.
2- Karunia Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman di dunia dan akhirat dengan meneguhkan mereka di atas kalimat yang kokoh.
3- Keutamaan syahadat tauhid dan meninggal di atasnya.
4- Penguatan Allah bagi orang beriman saat di dunia ialah dengan keteguhan di atas iman dan menempuh jalan yang lurus, di saat kematian dengan meninggal di atas tauhid, dan saat di dalam kubur dengan menjawab pertanyaan dua malaikat.


sumber: Link

98a840b23259c8dd9c1db899a348dce1


❎ Jangan mencari keridhoan manusia

4150108f6525a1422a70908ba7272a75


📚 Tafsir as-Sa`di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa`di, pakar tafsir abad 14 H

18. “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi,” yakni hal-hal yang tidak Nampak yang ada di langit dan di bumi, yang tidak dapat dilihat oleh makhluk seperti apa yang terdapat dalam gelombang samudra serta kesunyian di dalamnya, semua yang ditutupi oleh malam dan disembunyikan oleh siang, Allah mengetahui setiap tetesan hujan, jumlah pasir, apa pun yang tersimpan dalam dada serta hal-hal yang tidak Nampak.

"dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" –Al-An’am:59-

“Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,” dan akan menghitung semua amal kalian dan akan disempurnakan serta akan dibalas sesuai tuntutan rahmatNya yang luas dan hikmahNya yang tinggi.

🌐 Link

Barokallahu fiikum

f577538350f40505ddb01092f5c117d5


MATI SYAHID PUN MENDAPAT KESULITAN KARENA UTANG

Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إلَّا الدَّيْنَ

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang” (HR. Muslim no. 1886).

Al Munawi Rahimahullah menjelaskan, “Semua dosa yang terkait dengan hak orang lain, baik dalam masalah darah, harta, kehormatan, semua ini tidak diampuni dengan syahadah (status syahid). Dan ini berlaku untuk orang yang mati syahid di darat. Adapun orang yang mati syahid di laut, maka semua dosanya diampuni termasuk dalam masalah hutang, karena terdapat hadis khusus tentang hal ini. Dan yang dibahas oleh hadis di atas adalah orang yang bermaksiat dalam hutangnya. Adapun orang yang berhutang ketika memang mampu untuk melunasi dan dia tidak mangkir dari pelunasan, maka dia tidak akan tertahan untuk masuk ke surga, baik dia syahid atau tidak” (Faidhul Qadir, 6: 463).



© 2023 Link
Sumber: Link

9652f70cb3afe8cfcace19067779c331


BELAJARLAH SEBELUM TAMPIL BICARA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: "حدثوا الناس بما يعرفون، أتريدون أن يُكذَّب اللهُ ورسولهُ؟".
[صحيح] - [أخرجه البخاري]

Dari Ali bin Abi Ṭalib -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Berbicaralah dengan manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan?" [Diriwayatkan oleh Bukhari]

Penjelasan Hadith

Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Ṭalib -raḍiyallāhu 'anhu- memberikan bimbingan kepada kita bahwa tidak sewajarnya kita berbicara dengan orang lain kecuali terkait hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dalam pokok agama dan hukum-hukumnya berupa; tauhid, penjelasan halal dan haram, dan meninggalkan hal yang membuatnya lalai dari hal itu, yang tidak dibutuhkan atau hal yang kadang menimbulkan penolakan terhadap kebenaran dan tidak menerimanya, berupa hal-hal yang samar bagi mereka untuk memahaminya dan sulit untuk dicerna.

Faedah Hadith

1. Apabila dikhawatirkan akan mendatangkan masalah jika menyampaikan sesuatu pada orang lain yang mereka tidak mampu untuk memahaminya maka lebih baik seorang itu menahan diri untuk menyampaikan perkara tersebut meskipun perkara tersebut adalah kebenaran.
2. Segala perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan haram, maka itu juga haram.
3. Larangan menyampaikan sebuah perkara kepada orang lain pada perkara yang tidak mampu dipahami oleh akal mereka.

sumber: Link

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

afd96b9cea0080a71a4c40db5a5c2fdc


Hobi Motor vs Nafkah Istri
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Jangan sampai hobi motor melalaikan kewajiban nafkah keluarga. Istri minta perabotan sulit, tapi beli aksesoris motor mahal bisa. Ingatlah hak keluarga harus diutamakan sesuai Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum memuaskan hobi pribadi.


6e63e7a6a4eba452da863faa56cf6188


✋🏻✅⚠️💦 Peringatan Keras dari Al-Hasan al-Bashri: Siapa yang Paling Menderita di Hari Kiamat?
✍🏻 Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya manusia yang paling keras jeritannya pada hari kiamat adalah seseorang yang mengajarkan kesesatan, lalu dia diikuti; dan seorang hartawan yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya.”

📚 At-Tadzkirah al-Hamduniyah, 8/102

🚨 Dua Golongan Paling Celaka di Hari Kiamat
Dalam kutipan ini, memberikan peringatan keras kepada umat. Ia menyebutkan dua tipe manusia yang akan mengalami penderitaan paling hebat dan jeritan paling mengerikan pada hari kiamat:

Orang yang mengajarkan kesesatan, lalu diikuti oleh orang lain.

Orang kaya yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat.

Mengapa dua golongan ini begitu celaka? Mari kita bahas satu per satu.

🛑 1. Menyeret Orang Lain ke Dalam Kesesatan
Orang pertama adalah penyeru kesesatan, baik dalam bentuk ajaran menyimpang, pendapat sesat, bid’ah, atau pemikiran yang bertentangan dengan wahyu. Celakanya, bukan hanya dia yang sesat, tetapi dia juga menjadi sebab tersesatnya banyak orang lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Agar mereka memikul dosa-dosa mereka sepenuhnya pada hari Kiamat, dan juga dosa-dosa orang-orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu. Sungguh, amat buruklah dosa yang mereka pikul.”
(QS. An-Nahl: 25)

Bayangkan, setiap orang yang mengikuti kesesatannya, menambah beban dosa di pundaknya—walau ia telah wafat.

💰 2. Mengkhianati Nikmat Harta
Golongan kedua adalah orang kaya yang tidak bersyukur kepada Allah. Harta yang seharusnya menjadi sarana taat, justru ia gunakan untuk bermaksiat: foya-foya, zina, musik, bangga diri, atau mendukung hal-hal batil.

Allah berfirman:

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang nikmat (yang diberikan kepadamu).”
(QS. At-Takatsur: 8)

Padahal, harta adalah ujian. Bukan untuk kesombongan atau menuruti hawa nafsu, tapi untuk menolong agama, memberi kepada fakir, dan menyambung silaturahmi.

📢 Peringatan Bagi Kita
Perkataan ini bukan hanya ancaman, tapi juga nasihat agar:

Kita berhati-hati dalam berdakwah, tidak menyebarkan pendapat atau amalan yang tidak berdasar dalil.

Kita memanfaatkan nikmat, khususnya harta, untuk jalan yang diridhai Allah.

Kita sadar bahwa setiap pengaruh kita akan dimintai pertanggungjawaban, terutama di era digital, di mana satu postingan bisa menyebar ke ribuan orang.

Jangan jadi sebab tersesatnya orang lain. Jangan pula menjadi orang yang menjadikan nikmat sebagai jalan menuju neraka. Mari kita tundukkan hati, manfaatkan nikmat, dan dakwahkan hanya yang haq. Karena jeritan paling keras di hari kiamat bukan dari orang biasa—melainkan dari mereka yang seharusnya tahu, tapi memilih menyesatkan dan bermaksiat.
Wallahu A'lam Bishawab

b48f04bf8366dda5cb16e457331009c3


Dalil Touring dalam Al-Quran
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Allah Subhanahu wa Ta`ala memerintahkan kita untuk berjalan di muka bumi melihat tanda-tanda kebesaran-Nya. Touring bukan sekadar hobi, tapi wasilah untuk mentadabburi ayat-ayat Allah di alam semesta.