32fb00d76f2d8c4b1850f5c64147a704


Doa Istikharah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ

Lalu orang yang shalat menyebut perkara yang ia bingungkan, setelah itu melanjutkan doa istikhorohnya berikut :

خَيْرًا لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – قَالَ: أَوْ فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ ”

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro.

Lalu orang yang shalat menyebut perkara yang ia bingungkan, setelah itu melanjutkan doa istikhorohnya berikut :

Khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau yang mampu dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini

baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau jelek bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya.

Link

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

2bad74363fa2ba2029f6f488a9d92a77


PERKARA YANG WAJIB DIPERHATIKAN OLEH IBU DALAM MENDIDIK ANAK-ANAKNYA
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

1. Menanamkan Aqidah Yang Bersih Yang Bersumber Dari Kitab Dan Sunnah Yang Shahih
2. Mengajari Mereka Shalat
3. Menanamkan Kecintaan Kepada Allah dan RasulNya dan
4. Mengajari Mereka Al Qur’an dan Menyuruh Mereka Menghafalnya
5. Membuat Mereka Cinta Kepada Sunnah Serta Menyuruh Mereka Menjaganya
6. Membuat Mereka Benci Kepada Bid’ah
7. Membuat Mereka Cinta Kepada Ilmu Syar’i dan Bersabar Dalam Mendapatkannya
8. Mengajari Anak Minta Izin
9. Menanamkan Kejujuran.
10. Menanamkan Sifat Sabar
11. Menyadarkan Mereka Tentang Berharganya Waktu
12. Menanamkan Sifat Pemberani
13. Bersikap Adil Diantara Anak-Anak.

Baca selengkapnya ditautan!
Referensi : Link


a6902a06a97bf37cad081678ece9baeb


SAUDARAKU! APA YANG MENGHALANGIMU UNTUK SHOLAT TAHIYATUL MASJID
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ ‌أَبِي قَتَادَةَ السَّلَمِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 444]

Abu Qatādah As-Salamiy -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Apabila salah seorang kalian masuk masjid, hendaklah ia salat dua rakaat sebelum duduk."
[Sahih] - [Muttafaq `alaihi] - [Sahih Bukhari - 444]

Uraian
Nabi ﷺ menganjurkan orang yang masuk ke dalam masjid di waktu kapan pun dan untuk tujuan apa saja, agar mengerjakan salat dua rakaat terlebih dahulu sebelum duduk, yaitu dua rakaat salat tahiyat masjid.

Faidah dari Hadis
1- Anjuran salat dua rakaat tahiyat masjid sebelum duduk.
2- Perintah ini untuk orang yang akan duduk, sehingga orang yang masuk masjid dan akan keluar sebelum duduk tidak masuk dalam perintah ini.
3- Apabila seseorang masuk ketika orang-orang sedang salat lalu ia ikut salat bersama mereka, hal itu telah cukup baginya untuk menggantikan dua rakaat tersebut.


sumber: Link

c505468424450611abf034ade7b99bb2


Syaikh Muhammad bin Shalih
al-Utsaimin rahimahullah berkata,

“Waktu adalah sesuatu yang paling berharga, akan tetapi sekarang menjadi hal yang murah di sisi kita. Betapa banyak waktu yang berlalu tanpa ada faidah yang bermanfaat bagi kita. Bahkan terkadang waktu berlalu dan menjadi madharat bagi kita.”

(Syarah Riyadhus Shalihin 1/345)

391447018a4ce72c6f10848451dbc1a2


✅ TERMASUK JIHAD FISABILILLAH ADALAH BELAJAR AGAMA DAN MENYEBARKANNYA




62cddeb482ed0d40ca2363911cbc9bae


BAGI YANG GEMAR BERPUASA SUNNAH

Pada sebagian puasa Sunnah yang telah diperintahkan oleh Allah bagi hamba-Nya, terdapat beberapa keutamaan khusus yang akan didapatkan ketika kita menjalankannya. Namun, ada keutamaan yang akan didapatkan oleh para penggemar puasa sunnah secara garis besar jika ia ikhlas melaksanakannya karena Allah, dan bukan karena riya dan sebagainya. Rasulullah ﷺ bersabda,

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ ..

“Puasa dan Al Qur’an itu akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Puasa akan berkata, ’Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa’at kepadanya..”( HR. Ahmad 2: 174)

Begitu banyak nya keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim jika berpuasa karena Allah, dan ini merupakan tabungan amal yang sangat luar biasa. Dan ada satu puncak keutamaan yang akan didapatkan oleh seorang Muslim yang gemar berpuasa kelak di akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda,

فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ

Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar-Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257).

Semoga Allah kuatkan kita menjadi orang-orang yang gemar berpuasa dan senantiasa memanfaatkan waktu untuk mengejar kebaikan setiap saat. Barakallahu fiikum

Allahu Ta’ala A’lam bishawab

29c46d06bf1746a46c4930b32f259187


PENYESALANKU DI SORE HARI

Malu Itu
Usia bertambah
Amal tidak tambah

Makin tua
Makin tamak dunia

Semoga dimudahkan beramal dan membantu sesama

Merupakan penyesalan, usia bertambah tetapi amal tidak bertambah

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang (usia bertambah), namun amalanku tidak bertambah.” [1]

Makin tua seharusnya sudah siap-siap menghadapi kematian bukan semakin tamak dengan dunia. Tanda-tanda sudah ada:
-Rambut mulai memutih: tinggalkanlah dunia hitam jika digeluti selama ini
-Badan mulai membungkuk: Hentikan membusungkan dada dan mendongakkan kepala karena sombong
Kematian sudah hampir mendekat dan menghancurkan kelezatan dunia yang selama ini membuat lalai akan akhirat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian ”. [2]

Khusus bagi mereka yang sudah mendekati usia 60 tahun maka ada himbauan khusus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻋْﺬَﺭَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺃَﺧَّﺮَ ﺃَﺟَﻠَﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺑَﻠَّﻐَﻪُ ﺳِﺘِّﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔً

“Allah telah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga mencapai usia 60 tahun.”[3]

Maksudnya adalah umur 60 tahun seharusnya tidak bisa menjadi udzur lagi yaitu beralasan masih punya umur untuk menunda melakukan kebaikan dan menunda bertaubat, karena umur 60 tahun sudah sangat dekat dengan kematian.

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,

ﻭَﺍﻟْﻤَﻌْﻨَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺒْﻖَ ﻟَﻪُ ﺍﻋْﺘِﺬَﺍﺭٌ ﻛَﺄَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﻟَﻮْ ﻣُﺪَّ ﻟِﻲ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺟَﻞِ ﻟَﻔَﻌَﻠْﺖُ ﻣَﺎ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺑِﻪ

“Makna hadits yaitu tidak tersisa lagi udzur/alasan  misalnya berkata, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.” [4]

Demikian semoga bermanfaat

@Markaz YPIA, Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen

ee8e53ae0fc35ac7d356c6b5feeaf7b5


HUKUM AQIQAH UNTUK BAYI YANG MENINGGAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Fatwa Lajnah Da-imah (Majelis Fatwa dan Ulama Senior Saudi Arabia) berkata,

إذا توفي الحمل بعد نفخ الروح فيه، وسقط من بطن أمه فإنه يغسل ويكفن ويصلى عليه ويدفن، ويستحب أن يسمى وأن يعق عنه وهو ما تسمونه الطلوعة، والسنة عن الذكر اثنتان وعن الأنثى واحدة من الغنم كل واحدة تجزئ في الأضحية. وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

“Jika janin meninggal setelah ditiupkan ruh, kemudian ibunya keguguran, maka janin itu dimandikan, dikafani dan disholatkan, kemudian dikuburkan. Disunnahkan diberi nama dan diaqiqahkan. Bagi anak laki-laki dua kambing, anak perempuan satu kambing, kriterianya adalah kambing yang sah untuk qurban. Semoga Allah memberikan taufiq, shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad serta keluarga dan para sahabat beliau.” (Fatwa Lajnah Da-imah jilid 10 hal. 459-460)

Selain itu, bayi yang sudah ditiupkan ruh (yakni sejak umur 4 bulan di dalam kandungan), sudah dihukumi sebagai manusia. Yang kelak di hari kiamat akan dibangkitkan. Sehingga dianjurkan diaqiqahkan.

Link

5d65cd0cbb6792754f038ef572d72783


▶️ SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA!

📡 Link Youtube:
Link

Secara perhitungan dunia kita mengetahui pada saat kita mengeluarkan uang untuk bersedekah berarti mengurangi harta yang kita miliki. Namun, hal ini bertolak belakang dengan perhitungan Allah.

Allah dan Rasul-Nya telah menjamin tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, terutama yang bersedekah di jalan Allah, bahkan mengundang keberkahan yang besar terhadap harta dan kehidupan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah [2]:261)”.

Hilangkan sifat Bakhil dan kecintaan yang berlebihan terhadap harta yang ada di dalam diri kita, karena harta yang disedekahkan di jalan Allah tidak akan pernah hilang, bahkan tersimpan di langit dan kelak akan Allah berikan balasannya di dunia dan terutama di Akhirat.

Allahu Ta’ala A’lam bisshowab

c5c30372408059a02f3adfbd565e5fe6


1300 Ayat Al-Quran Membahas Alam
🎙 Ustadz Hermanto Abu Rozan
🎥 Link

📝 Tahukah Anda? Sekitar 1300 ayat dalam Al-Quran membahas tentang alam semesta. Ini adalah pilihan Allah Subhanahu wa Ta`ala agar manusia senantiasa mengambil pelajaran (ibrah) dari ciptaan-Nya sepanjang masa sampai hari kiamat.


e3747bb60cba2028b8f08bebf2120f36


📎 Jangan Menunda Kebaikan

Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Betapa sering pahala datang menghampirimu dan diapun menunggu depan pintu. Namun penjaga pintu bernama "nanti" dan "kelak" mengusirnya".

📘 (Al Fawaid hlm. 95)

Menunda kebaikan adalah salah satu jebakan terbesar yang sering menimpa manusia. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dengan indah menggambarkan bagaimana pahala datang menghampiri seseorang dan menunggu di depan pintu. Namun, justru penjaga pintu bernama "nanti" dan "kelak" mengusirnya, sehingga kesempatan itu hilang begitu saja.

Manusia sering berpikir bahwa masih ada hari esok untuk melakukan kebaikan. Ketika mendengar adzan, kita berkata, "Nanti shalat kalau sudah santai." Ketika melihat orang membutuhkan bantuan, kita berkata, "Besok saja kalau ada waktu." Ketika ingin membaca Al-Qur'an, kita berkata, "Nanti kalau tidak sibuk." Begitulah seterusnya, hingga tanpa disadari, waktu terus berlalu dan akhirnya kesempatan itu hilang.

Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
(QS. Ali 'Imran: 133)

Perintah untuk bersegera menunjukkan bahwa kebaikan tidak boleh ditunda. Setiap kesempatan yang datang harus segera diambil, karena kita tidak tahu apakah besok kita masih hidup atau tidak.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Bersegeralah dalam melakukan amal shalih, sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Di pagi hari seseorang beriman, namun di sore hari ia menjadi kafir, atau di sore hari ia beriman namun di pagi hari ia menjadi kafir. Dia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia."
(HR. Muslim)

Dari hadits ini, kita memahami bahwa.menunda kebaikan bisa berbahaya. Bisa jadi hari ini kita masih semangat dalam kebaikan, namun jika kita terus menundanya, hati bisa menjadi keras dan akhirnya kita kehilangan kesempatan untuk melakukannya.

Orang-orang shalih terdahulu sangat memahami pentingnya tidak menunda kebaikan. Mereka segera shalat begitu mendengar adzan, segera bersedekah ketika memiliki rezeki, segera beristighfar ketika melakukan kesalahan, dan segera berdakwah ketika memiliki ilmu. Mereka tidak memberi ruang bagi "nanti" dan "kelak" dalam urusan akhirat.

Maka dari itu, mari kita ubah kebiasaan menunda. Jika ada peluang untuk bersedekah, lakukan sekarang. Jika ada waktu untuk membaca Al-Qur'an, bacalah sekarang. Jika ada kesempatan untuk shalat tepat waktu, jangan tunda. Jangan biarkan "nanti" dan "kelak" menjadi penghalang antara kita dan pahala yang sudah menunggu di depan pintu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk selalu bersegera dalam kebaikan dan menjauhkan kita dari sifat menunda yang bisa merugikan diri sendiri.
Wallahu A'lam Bishawab

269d74a4c8d2f4657e72d54458f9817f


Biker Itu Harus Punya Prinsip
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Biker MBI tak boleh takut miskin atau bersaing. Selama punya Allah, prinsip kita kuat: rezeki sudah diatur, tugas kita cuma bersyukur atau bersabar. Tunjukkan jiwa kelaki-lakianmu yang berlandaskan iman kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala.