b9ec92006e0cbc56a9d26ceadd1b6eb3


Sak Apik-Apike Dzikir
(Sebagus-Bagusnya Dzikir)

Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah.

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).”

(HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan)

[HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan].

Faedah Hadits:

1. Sebaik-baik dzikir adalah kalimat tauhid, laa ilaha illallah.
2. Di dalam kalimat tauhid tersebut terdapat kandungan makna dzikir lainnya seperti makna tasbih, tahmid, takbir, dan bentuk pengagungan terhadap Allah.

Link

dbad740ddd825eeb38c22a8b20ad4d42


CARI AMAN

Bagaimana agar bisa aman, hanya satu yaitu
Ittiba (mengikuti) Rasulullah ﷺ

Dan yang paling utama adalah menjaga Aqidah shahihah, diantaranya dalam firman Allah Ta’alal dalam surat Al-An’am ayat 82

‎ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Cara menjaga Tauhid:

1. Berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 103

‎وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًۭا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ

“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”

2. Jadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai hal yang sama dalam timbangan nya.

3. Konsultasi dengan ahlinya namun tidak mengesampingkan pengajian rutin.

Perhatikan Surat Al-Ashr
Ilmu, amal, dakwah, bersabar.

Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al Anshary dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
.
‎مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
.
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

Intinya adalah Mudah untuk Bersyukur.

Dalam masalah fikih untuk aman nya harus mudah berlapang dada, yang penting tidak keluar dari pendapat 4 Imam Madzhab.

Yang berbahaya adalah keluar dari pendapat 4 Imam Madzhab.

Dan timbangan yang paling utama adalah sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman para sahabat serta pendapat yang paling kuat.

diantara hal yang tidak aman adalah Teman.
Maka carilah teman yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah.)

5 sifat teman yang harus kita miliki:

1. Dia harus berakal.
2. Baik akhlaqnya.
3. Bukan orang Fasik (suka berbuat maksiat).
4. Bukan orang yang Berbuat Bid’ah (yang tidak diajarkan oleh nabi ‎ﷺ).
5. Bukan orang yang ambisi dan cinta dengan dunia.

Kemudian agar kita aman lakukan:
Perbanyak Istighfar.
Shalat Shubuh


Yang sebagian besar dianggap orang aman, namun ternyata tidak aman:

1. Mengambil pendapat yang paling cocok untuk dia.
2. Semua sama, ikut sana ikut sini.
3. Merasa paling toleransi namun salah dalam memahaminya.
4. Menjadi Islam yang biasa-biasa saja.

Mohon maaf jika ada kekurangan dalam penulisan. Semoga bermanfaat.
Disusun oleh
Rizqi Amir Abu Atqiyaa’

Kopdar MBIS
Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.
29 Oktober 2022
18.00 wib - 19.33 wib

.

a6c50c3452454788b602e3bbd9da6cad


BENSIN BISA DIBELI LAGI, TAPI WAKTU? ⏳

Bro, kalau di jalan bensin motor habis, kita tinggal mampir SPBU. Keluar duit dikit, tangki penuh lagi, perjalanan lanjut. Tapi kalau "Waktu" kita habis? Nggak ada toko yang jual refill-nya. Game over.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengingatkan kita:
"Waktu adalah kehidupan. Barang siapa menyia-nyiakan waktunya, berarti dia telah menyia-nyiakan hidupnya."

Setiap detik yang kita pakai buat hal nggak guna (maksiat/leha-leha), sama aja kita lagi membakar sisa jatah hidup kita sendiri. Jangan sampai nanti di garis finish (kematian), kita baru sadar kalau kita kalah telak.

"Orang yang menyia-nyiakan hidupnya, dia akan menyesal. Akan tetapi, penyesalan itu tidak berguna baginya."

Gaspol ibadahnya selagi jantung masih berdetak!

26e5b7ed863e5668ac31739f6f5ac4ed


📎 DIANTARA MAKNA I’TIKAF
👤Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan mengatakan:
حتى جلوس المسلم في المسجد ينتظر إقامة الصلاة هذا يسمى اعتكافا وإن كان قليلا لكن له أجر المعتكف إذا نوى بذلك الاعتكاف

Bahkan duduknya seorang muslim di masjid sembari menunggu iqamah shalat Ini pun dinamakan i’tikaf, meski hanya sebentar Namun, ia baru akan meraih pahala i’tikaf jika ia berniat untuk melakukan i’tikaf __
📚 Link

🌍 Web | Link

9083c888aede91032aaf6f3e347ed461


🍁☘🍁☘🍁☘
------------------------
MEMANFAATKAN HARI-HARI RAMADHAN

Berkata Al-Allamah Ahmad An-Najmi rahimahullah:

Seorang Muslim harus memanfaatkan hari-hari Ramadhan, karena itu adalah hari-hari rampasan, di dalamnya ada keutamaan yang besar dan pahala yang besar, yaitu pahala puasa, pahala shalat, pahala sedekah, pahala mengajarkan ilmu, pahala amar makruf dan nahi mungkar, dan semua ini termasuk dari perkara-perkara yang akan dilipatgandakan bagi seorang hamba di bulan ini".

📕 Fadhlu As-Shiyam (hal. 46).
----------------
• قَال العلاَّمةُ أحمد النجمي - رَحِمَهُ اللهُ - :

《 ‏وينبغي للمسلم أن يغتنم أيَّام رمضان فإنَّها أيَّام الغنائم، وفيها فضائلُ عظيمةٌ وأجرٌ كبيرٌ، وهو أجر الصِّيام، وأجر القيام، وأجر الصدقة، وأجر التعليم، وأجر الأمر بالمعروف، والنهي عن المنكر، ‏وكلُّ هذه من الأمور التي تُضاعَف للعبد في هذا الشهر 》.

📚 |[ فضل الصيام (ص٤٦) ]|
------------------------
📝 Yuk bersama² berdakwah! tebarkan manfaat! Jadikan media sosialmu, pemberat timbangan amal kebaikan di akherat kelak.
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ ..

c2ecb3dfb7fc7056fdccc45fc7bf46e1


Kemuliaan Seorang Mukmin

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Kemuliaan seorang mukmin adalah tatkala dia merasa cukup dari apa yang ada di tangan manusia."
📘 (At-Tahajjud, 2/36)

Nasihat ini mengandung pelajaran yang mendalam bagi seorang mukmin agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan sikap qana'ah (merasa cukup) terhadap rezeki yang Allah berikan. Seorang mukmin yang merasa cukup tidak akan menghinakan dirinya dengan meminta-minta atau bergantung pada apa yang dimiliki orang lain. Ia percaya bahwa semua rezeki telah Allah tetapkan sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya.

Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Bukanlah kekayaan itu banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kaya hati."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 6446; Muslim, no. 1051)

Kemuliaan seorang mukmin terletak pada tawakalnya kepada Allah, usahanya menjaga kehormatan diri, dan keikhlasannya dalam menerima takdir. Dengan begitu, ia akan senantiasa merasa cukup dan mulia di hadapan Allah maupun manusia. Semoga kita senantiasa diberi hati yang penuh rasa syukur dan dijauhkan dari sifat tamak. Aamiin.
Wallahu A`lam Bishawab

aed71a93d95ba64c6887c61bdc0f1058


🎥 MULAI DARI RAMADHAN HIDUP DAN MATI HANYA UNTUK ALLAH
.
👤 Syaikh Sa`ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafidzahullah
.

fbda3b3fb31efeb177e7e9794e463b8b


DOA KETIKA ADA TANJAKAN DAN TURUNAN
____✒️

🔵 KONDISI MENANJAK
BACA :

اللَّهُ أَكْبَرُ

(Allah Maha Besar)

🔵 KONDISI MENURUN
BACA :

سُبْحَانَ اللَّهِ

(MAHA SUCI ALLAH)

• Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

Kami para sahabat ketika melewati jalana yang naik, kami bertakbir. Dan ketika melewati jalanan yang turun, kami bertasbih.

(HR. Bukhari 2993)

🍃🍃

Dibagikan Oleh : Mutiara Risalah Islam

271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

600fca11f2ebe5fa641249be5001a121


SEGUDANG MANFAAT MENYAMBUNG TALI SILATURAHMI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Silaturahmi memiliki sekian banyak manfaat yang sangat besar, diantaranya sebagai berikut.

1. Dengan bersilaturahmi, berarti kita telah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya.
2. Dengan bersilaturahmi akan menumbuhkan sikap saling tolong-menolong dan mengetahui keadaan karib kerabat.
3. Dengan bersilaturahmi, Allah akan meluaskan rezeki dan memanjangkan umur kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bersabda:
مَنْ أَ حَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ .

Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.[23]

4. Dengan bersilaturahmi, kita dapat menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu, menyuruh berbuat baik, dan mencegah berbagai kemungkaran yang mungkin akan terus berlangsunng apabila kita tidak mencegahnya.
5. Silaturahmi sebagai sebab seseorang masuk surga.

Tulisan Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas rahimahullahu ta`ala


Referensi : Link



254e47ac247768278425937638217a86


JANGAN JADIKAN KUBURAN SEBAGAI TEMPAT BERIBADAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Menjadikan Kubur Sebagai Tempat Beribadah
Rosululloh mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kubur beliau sebagai berhala yang disembah selain Alloh, terlebih lagi apabila kubur itu kubur selain beliau. Beliau berkata, “Ya Alloh janganlah Kau jadikan kuburku sebagi berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Alloh terhadap orang yang menjadikan kubur nabi mereka sebagai masjid.” (HR. Malik, Abu Nu’aim)

Bandingkan dengan realita kaum muslimin sekarang ini. Mereka lebih senang untuk membaca Al Quran di kuburan, akan tetapi di rumahnya sendiri kosong dari bacaan Al Quran. Bukankah Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan…” (HR. Abu Daud, Ahmad)



Sumber: Link
Copyright © 2025 Link

d4d88972d74c7654b1ea0c83d1494804







Bolehkah orang yang berpuasa mandi untuk menyegarkan badan?

Bukhari membawakan Bab dalam kitab shohihnya ‘Mandi untuk orang yang berpuasa.’

Ibnu Hajar berkata, “Maksudnya adalah dibolehkannya mandi untuk orang yang berpuasa.

Az Zain bin Al Munayir berkata bahwa mandi di sini bersifat mutlak mencakup mandi yang dianjurkan, diwajibkan dan mandi yang sifatnya mubah. Seakan-akan beliau mengisyaratkan tentang lemahnya pendapat yang diriwayatkan dari ‘Ali mengenai larangan orang yang berpuasa untuk memasuki kamar mandi. Riwayat ini dikeluarkan oleh ‘Abdur Rozaq, namun dengan sanad dho’if. Hanifiyah bersandar dengan hadits ini sehingga mereka melarang (memakruhkan) mandi untuk orang yang berpuasa.” (Fathul Bari, 6/180)

Hal ini juga dikuatkan oleh sebuah riwayat dari Abu Bakr, beliau berkata,

“Sungguh, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya -karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik- dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa. ” (HR. Abu Daud no. 2365)

Abu Ath Thoyib mengatakan, “Hadits ini merupakan dalil bolehnya orang yang berpuasa untuk menyegarkan badan dari cuaca yang cukup terik dengan mengguyur air pada sebagian atau seluruh badannya. Inilah pendapat mayoritas ulama dan mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah atau mubah."

(‘Aunul Ma’bud, 6/352, Asy Syamilah)

30a5421ccaff3ca14f2483cf51b524a7


Bismillah
📌 ARTIKEL RAMADHAN

RENUNGAN PERPISAHAN (Bagian 1)
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah- berkata :

إِخْوَانِيْ إِنَّ شَهْرَكُمُ الْكَرِيْمَ قَدْ عزَم على الرحيل، ولم يبقَ منه إلاَّ الزمنُ القليلُ، فمَنْ كان منكم محسِناً فليحمدِ اللهَ على ذلك ولْيَسْألْه القَبولَ، ومَنْ كان منكم مهملاً فلْيتبْ إلى اللهِ ولْيَعْتَذِرْ من تقصيرِه فالعذرُ قبْلَ الموتِ مَقْبولٌ.

“Wahai saudaraku bahwasanya bulan Ramadhan yang mulia ini akan segera pergi meninggalkan kalian, tidak tersisa darinya melainkan beberapa waktu yang singkat. Barang siapa yang berbuat baik didalamnya maka hendaklah ia memuji Allah dan meminta pengqabulannya, sedangkan siapa yang berbuat buruk maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan dari kelalaiannya. Sebab permohonan ampun sebelum kematian tiba akan diterima. (Majlis Syahri Ramadhan, hal. 236)

Sebelum kita berpisah dengan bulan penuh berkah, marilah sejenak merenungkan kembali ayat puasa Ramadhan yang didalamnya penyebutan beberapa nikmat agung, yang kemudian ayat tersebut ditutup dengan ungkapan bersyukur. Allah ﷻ berfirman :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah : 185).


Baca selengkapnya di : Link

4fdae1d043c7625e307c7680775df1c8


🔥 Kehebatan Tauhid, Menghapus Semua Dosa

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

742d8c2f07e2d267e194bde7122c65f6


Ujian Hidup: Syarat Lulus Ke Surga
🎙️ Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA
🎥 Link

📝 Hidup bukan tentang siapa yang terkaya atau tertampan, tapi siapa yang terbaik amalannya. Ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah syarat mutlak agar ujian hidup kita berbuah surga.



7f9e2c53bb3401b69c9372efc235179c


✍🏻 Ibnu Abdil Bar rahimahullah menyatakan,

طلب الدنيا يمنع الإستفادة من العلم ، وأنه كلما ازداد المرء طلباً لها ازداد جهلاً وقل عمله

(Fokus hanya) mencari dunia dapat menghalangi untuk mengambil faidah ilmu (agama). Semakin seorang rakus dalam mencari dunia maka dia akan semakin bodoh terhadap agama dan semakin sedikit amalnya.

📚 At-Tamhid Lima fi al-Muwaththa` min al-Ma`ani wa al-Asanid (3/202)

Kata-kata Ibnu Abdil Bar rahimahullah ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Beliau menjelaskan bahwa ambisi untuk mengejar duniawi, tanpa keseimbangan dengan pencarian ilmu agama, dapat menyebabkan seseorang menjadi bodoh terhadap prinsip-prinsip agama dan memperkecil amal ibadahnya. Ini adalah peringatan penting agar kita tidak terjebak dalam kesibukan mengejar dunia yang sementara, melupakan ilmu yang akan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Ilmu agama adalah landasan yang akan menuntun kita menuju kebahagiaan yang hakiki. Dunia ini memang penting, tetapi tidak boleh sampai menghalangi kita dari mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Sebaliknya, ketika kita memperbanyak pencarian ilmu dan amal shaleh, dunia pun akan datang dengan sendirinya sebagai tambahan keberkahan.

Penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup: dunia perlu dicari dengan cara yang benar, namun ilmu agama dan amal saleh harus tetap menjadi prioritas utama.
Wallahu A'lam Bishawab

6bd40c8a90f020a6b0cffaeb97fb4d60


PILIH MAJELIS YANG BANYAK MEMBUAT KITA MENANGIS DARI PADA YANG BANYAK MEMBUAT KITA TERTAWA