5236eb132aea4605e93cdcc79eb64eaa✋🏻🤝🏻🌷💐 PERHATIKANLAH TETANGGAMU!
✍🏻 Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْـمُؤْمِنُ الَّذيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ
“Bukan seorang mukmin, orang yang kenyang perutnya sedangkan tetangga dekatnya kelaparan.” (HR. al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra no. 18108, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah no. 149)
¶ Beliau shallallahu `alaihi wa sallam juga bersabda,
إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوْفٍ
“Jika engkau memasak makanan berkuah, perbanyaklah kuahnya. Kemudian, lihatlah tetangga-tetanggamu. Bagikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik.” (HR. Muslim no. 4766)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita tentang pentingnya peduli terhadap tetangga dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi mereka, terutama dalam hal makanan dan kebutuhan hidup. Hadis pertama mengingatkan kita bahwa seorang mukmin tidak seharusnya merasa puas dan nyaman dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya sedang kelaparan. Keimanan seseorang bukan hanya diukur dari ibadah ritual yang ia lakukan, tetapi juga dari sejauh mana ia peduli terhadap orang lain, khususnya tetangganya.
Dalam Islam, tetangga memiliki hak yang besar terhadap kita. Rasulullah saw. selalu menekankan untuk berbuat baik kepada tetangga, bahkan dalam keadaan yang paling sederhana sekalipun. Memberikan perhatian kepada tetangga, terutama dalam hal makanan, adalah salah satu bentuk kasih sayang yang harus kita tunjukkan. Seperti yang disebutkan dalam hadis kedua, apabila kita memasak makanan berkuah, kita dianjurkan untuk memperbanyak kuahnya dan membagikan sebagian kepada tetangga. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap tetangga tidak harus dalam bentuk sesuatu yang besar atau mahal, tetapi bisa melalui tindakan sederhana seperti berbagi makanan.
Sikap peduli ini tidak hanya menunjukkan kebaikan kita sebagai individu, tetapi juga memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam) yang menjadikan masyarakat lebih harmonis. Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin yang baik adalah dia yang tidak hanya fokus pada dirinya sendiri, tetapi juga pada kesejahteraan orang lain di sekitarnya.
Bukan hanya dalam hal makanan, tetapi dalam segala aspek kehidupan, kita seharusnya memperhatikan dan membantu tetangga kita. Jika ada kesulitan atau masalah yang dihadapi tetangga, kita seharusnya menjadi orang pertama yang siap membantu. Ini adalah bentuk nyata dari keimanan kita dan pengamalan sunnah Rasulullah saw.
Selain itu, memperhatikan tetangga juga dapat memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain, terlebih dengan tetangga yang menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Menunjukkan kepedulian, baik melalui perbuatan kecil maupun besar, adalah salah satu cara kita untuk menambah pahala dan mendapatkan ridha Allah.
Dengan memperhatikan tetangga, kita tidak hanya menjaga hak mereka, tetapi juga mendidik diri kita untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, yang pada gilirannya akan membuat kita lebih dekat dengan Allah dan semakin mencintai sunnah Rasul-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab