cb1d034e16beca4d47e682748e4bca58📖 Inilah Fungsi Punya Harta
Banyak manusia mendambakan harta. Mereka bekerja keras, berusaha siang dan malam, mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Namun, apa sebenarnya tujuan harta dalam pandangan Islam? Apakah sekadar untuk ditimbun? Atau dipamerkan? Atau dihambur-hamburkan dalam perkara sia-sia?
Sa'id bin Musayyib rahimahullah, memberikan nasihat yang sangat berharga:
"Tidak ada kebaikan pada harta seseorang yang tidak dia gunakan untuk menjaga kehormatannya, menyambung hubungan dengan kerabatnya, dan mencegahnya dari dosa-dosa."
📘 (Makarimul Akhlak, 136)
Kalimat ini menunjukkan bahwa harta adalah sarana, bukan tujuan. Harta yang diberkahi adalah harta yang digunakan untuk tiga hal penting:
1. Menjaga Kehormatan
Harta digunakan untuk menjaga kehormatan diri dari kehinaan meminta-minta, dari ketergantungan kepada makhluk, dan dari perbuatan yang merendahkan martabat. Dengan harta, seseorang bisa hidup terhormat, mandiri, dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."
📘 (HR. Bukhari dan Muslim)
Tangan di atas adalah tangan yang memberi, bukan meminta. Inilah kehormatan yang dijaga dengan harta.
2. Menyambung Hubungan dengan Kerabat
Harta juga berfungsi untuk menyambung silaturahmi. Memberi hadiah, membantu keluarga yang membutuhkan, membayar hutang saudara, atau sekadar mempererat hubungan dengan bantuan dan perhatian. Allah memerintahkan:
"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (nama-Nya) kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahmi."
📖 (QS. An-Nisa: 1)
Orang yang menggunakan hartanya untuk keluarganya, mempererat tali persaudaraan, maka hartanya menjadi wasilah kebaikan yang besar.
3. Mencegah Dosa
Harta juga menjadi benteng dari perbuatan dosa. Misalnya, seseorang yang memiliki harta bisa menikah dan menjaga dirinya dari perzinaan. Dengan harta, ia bisa menunaikan kewajiban, membayar zakat, bersedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan hartanya dalam jalan ketaatan justru bisa tergelincir dalam dosa: pelit, tamak, sombong, berfoya-foya dalam maksiat, atau terjebak dalam dunia yang melalaikan.
📌 Jadi, bukan banyaknya harta yang menjadi ukuran kemuliaan, tetapi bagaimana ia digunakan. Sebagaimana perkataan mulia dari Sa'id bin Musayyib ini, harta itu tidak berguna jika tidak dipakai untuk tiga fungsi mulia tersebut.
Maka, setiap kita yang Allah beri kelapangan rezeki, hendaknya selalu bertanya pada diri sendiri:
Apakah hartaku sudah membuatku lebih terhormat di sisi Allah?
Apakah hartaku mempererat hubunganku dengan keluarga dan saudara-saudaraku?
Apakah hartaku membantuku untuk menjauh dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah?
Jika jawabannya iya, maka bersyukurlah. Namun jika belum, maka segeralah perbaiki arah penggunaan harta kita, sebelum harta itu menjadi fitnah yang memberatkan hisab kita kelak di akhirat.
Wallahu A'lam Bishawab