e4ff2186c8bf85f4925085c059ef3633✋🏻📢⛔️⚠️ Petaka Riba: Dosa yang Menghancurkan
✍🏻 Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
"Ketahuilah! Perbuatan riba itu termasuk penyebab kehancuran. Ia lebih samar daripada langkah semut di atas batu pada malam yang gelap. Riba terkecil saja bagaikan berzina dengan ibu. Sementara itu, berzina dengan ibu dosanya tujuh puluh kali lebih besar daripada berzina dengan selain ibu."
📚 Bahru ad-Dumu', hlm. 175
Ucapan ini menggambarkan betapa mengerikannya dosa riba, baik dari sisi efeknya terhadap pelaku maupun dari sisi kerusakan sosial yang ditimbulkan. Riba bukanlah dosa kecil atau sepele yang bisa dianggap biasa, bahkan dosa riba memiliki tingkatan keburukan yang sangat besar dan menjijikkan dalam pandangan syariat.
📌 Riba: Dosa yang Samar Namun Mematikan
Imam Ibnul Jauzi menggambarkan riba sebagai lebih halus daripada jejak semut yang berjalan di atas batu licin di malam gelap gulita. Artinya, riba seringkali hadir dalam bentuk yang tidak terasa atau tidak disadari. Banyak orang tergelincir ke dalamnya tanpa sadar, karena wujud riba telah bercampur dengan berbagai bentuk transaksi dunia modern.
Hal ini menjadi peringatan keras agar kaum Muslimin lebih berhati-hati dalam bermuamalah, terutama dalam urusan utang-piutang, investasi, dan perbankan. Jangan sampai kita terjerumus ke dalam riba hanya karena kelalaian atau ketidaktahuan.
📌 Riba: Dosa yang Berat dan Keji
Perkataan Imam Ibnul Jauzi yang menyamakan riba terkecil dengan zina terhadap ibu adalah bentuk tasybih (penyerupaan) untuk menggambarkan betapa busuk dan keji dosa riba. Berzina dengan ibu adalah puncak kekejian dan kemaksiatan, namun dosa riba dalam timbangan Allah bahkan lebih berat dari itu. Rasulullah ﷺ juga pernah menyatakan bahwa satu dirham dari hasil riba lebih besar dosanya daripada berzina sebanyak 36 kali.
Ini menunjukkan bahwa riba bukan hanya merusak harta dan kehidupan dunia, tetapi juga mengundang murka Allah dan ancaman adzab yang pedih di akhirat.
📌 Menghindari Riba: Wajib Bagi Setiap Muslim
Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala menyatakan bahwa orang yang terus mengambil riba setelah datang kepadanya peringatan dari Allah, maka dia termasuk penghuni neraka, kekal di dalamnya (QS. Al-Baqarah: 275). Allah bahkan mengumumkan perang terhadap pelaku riba (QS. Al-Baqarah: 279). Maka siapa yang berakal dan beriman, hendaknya segera menjauhi segala bentuk riba, baik sebagai pemberi, penerima, penulis, atau saksinya.
📌 Riba adalah dosa yang mengundang kehancuran, baik kehancuran harta, keberkahan, maupun kehidupan. Ucapan tajam Imam Ibnul Jauzi bukan untuk menakut-nakuti tanpa alasan, tapi sebagai peringatan tegas agar kita menjauhi riba dalam bentuk apapun.
Semoga Allah melindungi kita dari segala bentuk riba dan menjadikan kita termasuk hamba yang bersih dari harta haram dan hidup dalam keberkahan.
Wallahu A'lam Bishawab