271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

c9dffa9813b4f03aeb286e8b1986579d


INILAH SIKAP AHLUSSUNNAH KEPADA PEMIMPIN YANG DZOLIM
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أُمِّ المُؤمنين رضي الله عنها: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
«سَتَكُونُ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ، فَمَنْ عَرَفَ بَرِئَ، وَمَنْ أَنْكَرَ سَلِمَ، وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ» قَالُوا: أَفَلَا نُقَاتِلُهُمْ؟ قَالَ: «لَا، مَا صَلَّوْا».
[صحيح] - [رواه مسلم] - [صحيح مسلم: 1854]

Ummul Mukminin Ummu Salamah -raḍiyallāhu `anhā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Akan muncul pemimpin-pemimpin, kalian akan akui sebagian perbuatan mereka dan sebagiannya kalian ingkari. Siapa yang mengakuinya, maka dia telah bebas. Siapa mengingkari, maka dia telah selamat. Tetapi, masalahnya ialah siapa yang setuju dan ikut." Para sahabat bertanya, "Tidakkah kami perangi saja mereka?" Beliau bersabda, "Tidak, selama mereka menunaikan salat."
[Sahih] - [HR. Muslim] - [Sahih Muslim - 1854]

Uraian
Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa kita akan dikuasai oleh pemimpin-pemimpin, sebagian perbuatan mereka kita akui karena sesuai dengan ajaran syariat, dan sebagiannya kita ingkari karena menyelisihinya. Siapa yang membenci kemungkaran itu dengan hatinya dan tidak mampu mengingkarinya, maka ia telah selamat dari dosa dan kemunafikan. Demikian juga orang yang mampu mengingkari dengan tangan atau lisan lalu mengingkari hal itu pada mereka, maka ia telah selamat dari kemaksiatan dan keikutsertaan di dalamnya. Tetapi, orang yang rida dan mengikuti perbuatan mereka, maka ia akan binasa sebagaimana kebinasaan mereka.
Kemudian mereka bertanya kepada Nabi ﷺ: Tidakkah kita memerangi pemimpin-pemimpin yang seperti itu sifatnya? Namun beliau ﷺ melarang mereka dengan mengatakan: Jangan, selama mereka masih menegakkan salat di tengah-tengah kalian.

Faidah dari Hadis
1- Di antara bukti kenabian Muhammad ﷺ ialah beliau mengabarkan perkara gaib yang akan terjadi, lalu benar terjadi sebagaimana yang beliau kabarkan.
2- Tidak boleh meridai kemungkaran maupun ikut serta di dalamnya, melainkan wajib diingkari.
3- Apabila pemimpin mengadakan sesuatu yang menyelisihi syariat, maka mereka tidak boleh ditaati dalam hal itu.
4- Tidak boleh memberontak pada penguasa kaum muslimin karena akan melahirkan mudarat, pertumpahan darah, dan hilangnya stabilitas keamanan. Oleh karena itu, bersabar atas kemungkaran dan keburukan para pemimpin yang bermaksiat lebih ringan dari dampak pemberontakan itu.
5- Salat memiliki kedudukan yang besar karena menjadi pembeda antara kekafiran dan keislaman.


sumber: Link


960e57837f62f9b44c95fc9e6212c486


IA ADA BATASNYA! BERSEGERALAH SEBELUM SIRNA!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إن الله عز وجل يقبل تَوْبَةَ العَبْدِ ما لم يُغَرْغِرْ».
[حسن] - [رواه الترمذي وابن ماجه وأحمد]

Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu `anhumā, dari Nabi -ṣallallāhu `alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah -`Azza wa Jalla- menerima tobat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan."
[Hadis hasan] - [Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad]

Uraian
Allah -`Azza wa Jalla- menerima tobat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan. Apabila nyawa sudah sampai ke tenggorokan, maka tidak ada tobat baginya. Hal ini berdasarkan firman Allah -Ta`ālā-, "Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang dari mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." (QS. An-Nisa`: 18).



sumber: Link

40d13db267027508b44c3c9696b9c29e


▶️ JAGA HAL INI SAAT PUASA!

3ef47e42f2b147d5db17b4b4a79ec7d0


Al-Imam Al Qurthubi rahimahullah berkata,

Tidak mesti ketika semua setan dibelenggu membuat seorang hamba tidak bisa terjatuh dalam kejelekan, dosa, dan maksiat. Sebab, ada faktor lain selain setan, seperti jiwa yang jelek, kebiasaan buruk, dan setan dari bangsa manusia.

Fathul Bari, 4/114

77560b38c15b9b46e76c7bde3defe58a


UTANG MEMBUAT SESEORANG MUDAH BERDUSTA

Dari Aisyah radhillahu’anha, beliau berkata:

أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَدْعُو في الصَّلَاةِ: اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِن عَذَابِ القَبْرِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، وأَعُوذُ بكَ مِن فِتْنَةِ المَحْيَا، وفِتْنَةِ المَمَاتِ، اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بكَ مِنَ المَأْثَمِ والمَغْرَمِ فَقَالَ له قَائِلٌ: ما أكْثَرَ ما تَسْتَعِيذُ مِنَ المَغْرَمِ، فَقَالَ: إنَّ الرَّجُلَ إذَا غَرِمَ، حَدَّثَ فَكَذَبَ، ووَعَدَ فأخْلَفَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berdoa di dalam salatnya,

/allahumma inni a’udzubika min ‘adzabil qobri, wa a’udzubika min fitnatil masihid dajjal, wa a’udzubika min fitnatil mahya, wa fitnatil mamat, allahumma inni a’udzubika minal ma’tsam wal maghram/

(Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab kubur. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah al Masih ad Dajjal. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah orang yang hidup dan orang yang sudah mati. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan hutang).

Lalu seseorang bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, betapa seringnya Engkau berlindung dari hutang?’ Beliau pun menjawab, ‘Sesungguhnya seseorang yang biasa berhutang, jika dia berbicara dia akan berdusta, jika dia berjanji dia akan mengingkarinya’” (HR. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 1325).

Ibnu Mulaqqin Rahimahullah menjelaskan, “Berhutang yang Nabi berlindung darinya, adalah hutang yang tidak disukai oleh Allah karena (sejak awal) tidak ada kemampuan untuk membayarnya. Atau hutang yang tidak bisa dibayar sehingga membuat harta saudaranya binasa. Atau orang yang berhutang mampu membayar, namun dia berniat untuk tidak melunasinya, sehingga dia termasuk orang yang bermaksiat kepada Allah dan menzalimi dirinya sendiri” (At Taudhih li Syarhil Jami’ Ash Shahih, 15: 423).

Mengapa orang yang suka berhutang cenderung suka berbohong dan mengingkari janji? Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjelaskan, “Dia akan berdusta agar bisa menghindarkan diri dari si pemberi hutang. Dan dia juga akan mudah ingkar janji agar bisa menghindarkan diri dari si pemberi hutang” (Syarhul Muharrar fil Hadits, 21: 11).



© 2023 Link
Sumber: Link

da3d80e078743ac878224ba033890176


AQIDAH SEPUTAR NABI ADAM `alayhissalam
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berharga:

Pelajaran pertama: Adam diciptakan dengan tangan Allah. Dan ini menjadi salah satu keutamaan beliau, karena Allah berfirman kepada Iblis ketika dia tidak mau sujud kepada Adam.

Pelajaran kedua: Wajib mengimani bahwa Allah memiliki tangan, tetapi tangan yang sesuai dengan ke-agungan-Nya, tidak serupa dengan tangan makhluk-Nya.

Pelajaran ketiga: Larangan adalah ujian dari Allah

Pelajaran keempat: Adam dan keturunannya memiliki musuh, dan musuh utama mereka adalah setan.

Pelajaran kelima: Adam telah ditakdirkan untuk turun ke bumi, dan diturunkannya Adam ke bumi sebagai hukuman atas dosanya.


sumber: Link

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

308c6375bbffa5ecfb0f94b6f3866135


Semua Akan Kamu Tinggalkan
🎙️ Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA
🎥 Link

📝 Harta, jabatan, hingga keluarga akan kita tinggalkan. Pada hari kiamat, tidak ada yang bermanfaat kecuali mereka yang menghadap Allah Subhanahu wa Ta`ala dengan hati yang selamat (Qolbun Salim). Mari perbaiki hati sebelum ajal menjemput.



d7983d93933461672dbc928b3f355591


📎 Bahaya Niat dan Pemahaman yang Tidak Benar

Syaikh Rabi` bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata:

"Apabila seseorang memiliki niat yang jelek disertai pemahaman yang buruk (dalam beragama), sungguh yang demikian itu (adalah tanda) Allah menginginkan (untuk menimpakan) pelakunya ke dalam berbagai macam kejelekan dan musibah yang besar."
📚 (Marhaban Ya Thalibal Ilmi, hlm. 36)

Pernyataan ini mengingatkan kita tentang bahaya memiliki niat yang salah dan pemahaman yang keliru, terutama dalam beragama. Niat yang buruk bisa merusak amal perbuatan, dan pemahaman yang salah dalam beragama bisa menyebabkan seseorang terjatuh dalam kesesatan. Ketika keduanya bersatu, maka seseorang akan terjerumus dalam berbagai kesalahan dan musibah, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:
"Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amal kalian."
📘 (QS. Al-Ahzab: 71)

Namun, jika seseorang tidak memahami dengan benar apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, ia bisa jatuh dalam kesesatan meskipun ia merasa beramal. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam menjaga niat dan pemahaman agama kita, serta berusaha untuk senantiasa merujuk kepada ilmu yang benar dan para ulama yang terpercaya.

Semoga Allah memberikan kita petunjuk yang benar, menjaga niat kita agar selalu ikhlas hanya karena-Nya, dan memberikan pemahaman yang tepat dalam menjalankan agama ini. Aamiin.
Wallahu A'lam Bishawab

7f7496dfd852abe27966e2d8b6950be2


Nasihat Muslim Bikers

Lakukan Amal Shalih Rahasia

"Siapa yang suka dibukakan kelapangan pada hatinya, selamat dari kengerian sakratulmaut, dan dahsyatnya hari kiamat, hendaknya amalan yang disembunyikan lebih banyak daripada amalan yang tampak. "

(Sumber: Tartiib al-Madaarik wa Taqriib al-Masaalikal-Masaalik, jilid 2, hlm 51)