a41fe6bd43515df7630fedb715c05214


Boleh² saja ingin punya rumah yang megah, mobil mewah, jalan² keluar negeri, makan enak, memiliki barang² mahal, pakai pakaian terbaik, pergi kesalon kecantikan, hidup enak, nyaman dll.

Namun jika semua kenikmatan, kesenangan dan kemewahan dunia yang menjadi tujuan utama kita dalam hidup, maka itulah yang akan menjadi musibah.

Maka jangan sampai kita hanya sibuk menyiapkan bagaimana agar hidup enak, namun kita melupakan bagaimana agar mati enak.

Ingatlah tetang kubur dan panjangnya kehidupan akhirat.

Bahwa pasti akan tiba masanya kita semua akan mendatanginya.

Dan di sinilah tempat di mana semua yg menanam akan mulai menuai hasilnya.

Bila kita menanam kebaikan, Maka kebaikan itu bagi diri kita sendiri,

Dan bila kita menanam keburukan, Maka keburukan itu juga akan kembali untuk diri kita sendiri,

Maka pada akhirnya kematian bisa menjadi dua hal yg semua tergantung amalnya:

Pertama kematian bisa menjadi kesedihan yg akan mempertemukan kita kepada penderitaan, siksaan, dan penyesalan yg lebih dahsyat di bandingkan saat kita berada di dunia.

Kedua kematian juga bisa menjadi kebahagiaan, pengantar kedamaian, penghancur kesedihan kita di dunia untuk di antarkan kepada kesenangan akhirat yg tiada tara,

Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda,

"Alam kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka." (HR. At-Tirmidzi, no. 2460)

Khalifah kaum muslimin yg ketiga Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu jika melihat perkuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.

Suatu hari ada seorang yg bertanya:

“Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata hasan gharib)

Demikianlah pada akhirnya kubur akan menjadi tempat yg dapat mengantarkan kita pada kebahagiaan yg tiada tara atau justru menjadi tempat yg mengantarkan kita pada kesengsaraan dan kesedihan yg tiada tara, Dan semua itu tergantung bagaimana amal kita.

Semoga hal ini dapat menjadi renungan untuk kita semua dan sekaligus dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan amal shalih, semoga Allah menutup usia kita dalam keadaan Husnul Khatimah.

✍ Habibie Quotes, 05/11/21

bdfb0b53f911749eb33f45afe5f12d19


📚Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H

Kemudian lafaz ihdinaa shirotol mustaqiim (Tunjukilah kami jalan yang lurus) maksudnya Tuntunlah kami, Bimbinglah kami dan Arahkan kami kepada jalan yang lurus. yaitu jalan yang sangat jelas yang menghantarkan kepada Allah dan kepada surganya. yaitu dengan mengetahui kebenaran dan melaksanakannya. Maka tunjukkanlah kami kepada jalan tersebut dan berikanlah petunjuk kepada kami di jalan tersebut. maka hidayah (petunjuk) kepada jalan adalah bentuk konsisten terhadap agama Islam dan meninggalkan agama agama selain Islam.

Hidayah (petunjuk) kepada jalan yang lurus meliputi petunjuk kepada seluruh perincian-perincian agama, baik Ilmu maupun amalannya. oleh karena itu doa ini adalah termasuk doa yang paling lengkap dan paling berguna bagi seorang hamba. dengan demikian maka wajiblah atas manusia untuk berdoa kepada Allah dengan doa itu dalam setiap rakaat salat nya karena kebutuhan yang sangat kepada hal tersebut.

Referensi : Link

8f025ccc73feccc98d73f336f77cea02


📖 Gotong Royong Dalam Kebaikan
Manusia tidak diciptakan untuk hidup sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah ta’ala menciptakan pasangan untuk Nabi Adam ‘alaihis salam sebagai bentuk saling melengkapi dan saling membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan bantuan, dukungan, serta kerja sama dari orang lain untuk bisa menjalani hidup dengan baik.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah berkata:

“Kehidupan anak Adam di dunia tidak akan sempurna kecuali dengan gotong royong antar sesama.”
📗 (Al-Fatawa Al-Kubra 3/364)

Perkataan ini mengajarkan bahwa kesempurnaan hidup manusia bergantung pada kerja sama, saling membantu, dan gotong royong, khususnya dalam perkara kebaikan. Tidak ada satu pun dari kita yang mampu memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Kita butuh orang lain dalam hal ilmu, pekerjaan, urusan keluarga, ibadah, dan seterusnya.

🔑 Gotong royong dalam kebaikan bukan hanya tradisi sosial, tetapi bagian dari ajaran Islam. Bahkan Allah perintahkan dalam Al-Qur’an:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."
📘 (QS. Al-Ma’idah: 2)

Ini adalah prinsip dasar dalam bermasyarakat. Kita diperintahkan untuk saling membantu dalam hal ketaatan, amal shalih, dakwah, pendidikan, dan kemaslahatan umat. Gotong royong seperti inilah yang membuat kehidupan menjadi ringan dan penuh keberkahan.

Contoh sederhana: ketika membangun masjid, membuka lembaga pendidikan Islam, membantu tetangga yang kesulitan, atau bahkan mengajak seseorang kembali kepada kebenaran. Semua ini adalah bentuk gotong royong yang bernilai ibadah.

Nabi Muhammad ﷺ pun mencontohkan semangat ini. Beliau ikut serta dalam pembangunan Masjid Nabawi, mengangkat batu bersama para sahabat, tidak sekadar memerintah. Ini menunjukkan bahwa pemimpin sekalipun hendaknya turun tangan bersama rakyatnya dalam kebaikan.

Selain itu, gotong royong melahirkan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat. Ketika satu sama lain saling mendukung, maka hati-hati menjadi dekat, hubungan menjadi hangat, dan rasa empati tumbuh subur. Inilah yang menjadikan umat Islam kuat dan kokoh, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”
📘 (HR. Bukhari dan Muslim)

Gotong royong dalam kebaikan juga menjadi tabungan akhirat. Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan dihitung oleh Allah. Bahkan tersenyum kepada saudara seiman pun adalah sedekah, apalagi ikut meringankan beban mereka.

📌 Maka dari itu, jangan pernah ragu untuk turut serta dalam amal kebaikan, walau hanya dengan tenaga, pikiran, atau doa. Jangan tunggu diminta. Jadilah bagian dari solusi, bukan penonton.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang ringan tangan, ringan hati, dan aktif dalam bergotong royong untuk menyebarkan kebaikan dan takwa di tengah umat.
Wallahu A'lam Bishawab

3a0fdc76b3861a60219844c0839a20cf


Meninggalkan Sholat Magrib Secara Berjamaah Disebabkan Karena Berbuka Puasa

وهنا أمر يجب التنبيه عليه وهو أن بعض الناس قد يجلس على مائدة الأفطار ويتعشى ويترك صلاة المغرب مع الجماعة في المسجد فيرتكب بذلك خطأ عظيما وهو التأخر عن الجماعة في المسجد ويفوت على نفسه ثواباً عظيما ويعرض للعقوبة والمشروع للصائم أن يفطر أولا ثم يذهب للصلاة تم يتعشى بعد ذلك ،

《 المخلص الفقهي للشيخ صالح الفوزان 1/381 》

✅Di sini ada hal yang perlu diberikan peringatan atasnya yaitu
✅ sebagian manusia kadang duduk di meja makan lalu ia makan malam dan meninggalkan sholat magrib secara berjamaah di masjid
👉 maka ia melakukan kesalahan yang sangat besar yaitu tertinggal dari sholat berjamaah di masjid
👉 dan ia telah membuat dirinya luput dari pahala yang besar, dan menjatuhkan dirinya kepada ancaman.
✅ Adapun yang di syariatkan untuk orang yang berpuasa, ia berbuka dahulu kemudian ia pergi sholat dan ia makan setelah itu.

( Mulakhos Al-Fiqih karya Syaikh Sholeh Al-Fauzan jilid 1 halaman 381)

11f026f8911340be63d622f75e85e607


Motivasi agar bersegera dan berlomba-lomba membaca surat Al-Kahfi pada malam jum’at,

Dari Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu,

«مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ»

“Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi di malam Jum’at, maka Allah akan memberinya cahaya antara dirinya dengan Ka’bah.”

(HR. Ad-Darimi no. 3450, dan dikatakan oleh Husain Salil Asad Ad-Daroni hadits ini sanadnya shohih sampai Abu Sa’id dan hadits ini hadits Mauquf.)

Dalam riwayat yang lain,

«مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ»

“Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi di hari Jum’at, maka Allah akan memberikan dia cahaya antara dua Jum’at .”

(HR. Hakim no. 3392 dan beliau mengatakan hadits ini shahih sanadnya, dan Baihaqy dalam kitabnya as-Sunanul Kubra no. 6063 , dan hadits ini dishohihkan oleh Al-Albani dalam kitabnya Shohih al-Jami’ hadits no. 6470)

Maksud dari cahaya di sini adalah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan dia hidayah agar dijauhkan dari kemungkaran, diberikan cahaya petunjuk kepada kebaikan (Lihat: At-Tanwir Syarhu Al-Jami’ As-Shaghir 10/351), dan Allah subhanahu wa ta’ala menjaga dirinya dari satu Jum’at ke Jum’at yang lain.

Sebuah hadits yang menyebutkan keutamaan membaca 100 ayat,

dari Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.”
(HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

✏️ Diantara referensi : Link

Link

074cc1b9643223f5fb3989ce953d0aca


🍀Broadcast Poster Nasihat SRB Telegram Official

🖼24. Hati-hati Bermaksiat Di Bulan Ini

Qatadah bin Di`amah rahimahullahu mengatakan,

“Kezaliman yang dilakukan di bulan yang Allah muliakan dosanya lebih besar dibanding di bulan yang lainnya.

Sekalipun diketahui bahwa semua kezaliman memang besar dosanya. Akan tetapi Allah azza wajalla berhak menambah apapun yang Dia kehendaki.”

(Tafsir at Thabari 14/238)

f026c4914f7323b6505053618eb52f9b


CONTOHLAH KEDERMAWANAN RASULULLAH


Kedermawanan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berlipat ganda di bulan Ramadhan secara khusus mengandung faidah yang banyak sebagaimana disebutkan oleh imam Ibnu Rajab rahimahullah, diantaranya:


1. Kemuliaan waktu itu dan dilipat gandakan ganjaran amal di dalamnya.
2. Membantu orang-orang yang berpuasa, shalat, dan orang-orang yang berdzikir dalam melaksanakan ketaatan mereka. Sehingga dengan demikian, beliau akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran pelakunya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Khalid al-Juhani Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa yang memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat ganjaran yang serupa dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun ganjaran orang yang berpuasa itu.

3. Di bulan Ramadhan, Allâh Azza wa Jalla memberikan pemberian (karunia) yang banyak kepada para hamba-Nya, baik itu berupa rahmat, ampunan, maupun pembebasan dari api neraka. Terlebih lagi pada saat lailatul qadar. Dan Allâh Azza wa Jalla menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maka, siapa yang berderma kepada para hamba-Nya, Allâh pun akan berderma kepadanya dengan pemberian dan karunia, dan balasan tergantung dari jenis pebuatan hamba.
4. Memadukan antara puasa dan sedekah merupakan amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ فِيْ الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا ، وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا ، أَعَدَّهَا الله لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ ، وَأَلاَنَ الْكَلاَمَ ، وَتَابَعَ الصِّيَامَ ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam, dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya. Allâh siapkan kamar-kamar tersebut bagi orang-orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, selalu berpuasa, dan shalat di tengah malam saat manusia tidur.
5. Mengumpulkan antara puasa dan sedekah lebih ampuh dalam menghapus dosa, melindungi serta menjauhkan diri dari neraka jahannam, terlebih lagi jika kedua perkara itu digabung dengan shalat malam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Mu’adz Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

… الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ …

“… Sedekah akan menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam …”

maksudnya, bahwa shalatnya seseorang ditengah malam pun dapat menghapus kesalahan (dosa).

6. Dalam puasa seseorang pasti ada kekurangannya, dan penambal kekurangan puasa tersebut dengan sedekah (zakat) fitrah dan macam-macam sedekah lainnya.
7. Menghibur orang-orang miskin merupakan salah satu wujud seseorang mensyukuri nikmat Allâh. Seorang yang berpuasa, apabila ia merasakan kelaparan, maka ia tidak akan melupakan saudaranya yang fakir dan miskin.
8. Imam asy-Syâfi’i rahimahullah berkata, “Aku menyukai apabila seseorang menambah kedermawanannya di bulan Ramadhan, sebagai bentuk peneladanan dia terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan juga karena kebutuhan manusia serta kesibukan sebagian mereka dengan puasa dan shalat sehingga mata pencaharian mereka terabaikan.

Referensi: Link

455cb44f3de69d78b8bb54a0a6b6645f


Syarat Mutlak Diterimanya Amal
🎙 Ustadz Gemma Ilhami

Amal ibadah tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala kecuali memenuhi dua syarat utama: Ikhlas karena Allah semata dan mengikuti tuntunan (Sunnah) Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Tanpa keduanya, amal hanya akan menjadi debu yang beterbangan.

link url : Link

7cae2f04b0a32eafd5a26a1ec6adc579


📛 Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa

✍ Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله

Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa

1. Tidak menyegerakan berbuka puasa, padahal waktunya telah tiba.

2. Menanti waktuberbuka puasa dengan kegiatan yang sia-sia, bahkan melanggar syariat.

Ngabuburit. Inilah istilah yang sekarang umum digunakan untuk menggambarkan kegiatan di saat menanti waktu berbuka puasa. Mulai dari sekedar nongkrong, berkumpul bersama teman-teman, jalan-jalan, berburu makanan untuk berbuka, dll. Ngabuburit bahkan sudah dikemas menjadi acara-acara khusus yang diisi berbagai macam kegiatan. Jika isi kegiatan adalah hal positif yang tidak melanggar syariat, tentunya tak mengapa. Tapi, kebanyakan ngabuburit yang dilakukan orang-orang sekarang banyak mengandung hal yang sia-sia atau bahkan melanggar syariat.
Misalnya: ikhtilat (bahkan dijadikan ajang pacaran), hiburan dengan musik, nongkrong dan “cuci mata”, ngobrol dan bercanda berlebihan, dll.

Saudariku, bukankah sebelum berbuka itu berarti kita masih dalam keadaan berpuasa? Ingatlah bahwa puasa tidak akan sempurna, bahkan akan menjadi sia-sia jika kita tidak menjaga diri dari kemaksiatan dan hal yang sia-sia. Misalnya: menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar, menjaga lisan, menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang tercela, menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa, dll.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan yang terlarang, maka Allah tidak butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

“Puasa bukanlah dari makan, minum semata, tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim)

3. Makan dan Minum dengan Berlebihan

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk berbuka puasa dengan makanan yang sederhana. Seadanya saja. Tidak berlebihan-lebihan, atau bahkan sampai memaksakan diri.

Memang, adakala tidak mengapa menghadirkan hidangan istimewa di kala berbuka. Apalagi bila hal itu dilakukan untuk membahagiakan keluarga atau agar anak-anak lebih bersemangat untuk berpuasa. Akan tetapi, hendaknya hal itu tidak dijadikan kebiasaan. Ingatlah! Bahwa salah satu hikmah berpuasa adalah agar kita turut merasakan kesusahan yang dialami fakir miskin. Maka, kita juga perlu mendidik anak-anak kita untuk memupuk jiwa sosial mereka. Tidak hanya saat kita berpuasa, tetapi juga saat berbuka puasa.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak Menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-A’raf: 31)

Saat berbuka juga bukan berarti waktunya ‘balas dendam’. Semua dimakan sampai kekenyangan. Ingatlah, perut yang kenyang akan membuat malas ibadah.

4. Melalaikan adab makan.

Saudariku, bersegera untuk berbuka puasa bukan berarti boleh lalai berdoa sebelum makan. Bukan berarti boleh makan dan minum dengan tergesa-gesa. Saat kita berbuka puasa, berusahalah untuk tetap menjaga adab dan sunnah dalam makan dan minum. Seperti berdoa, duduk ketika makan-minum, tidak meniup makanan, dll.

5. Melalaikan shalat maghrib.

6. Mengisi acara berbuka dengan maksiat.

Makan bersama (makan berjama’ah) memang merupakan bagian dari sunnah Rasulullah.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Berkumpullah kalian dalam menyantap makanan kalian (bersama-sama), (karena) di dalam makan bersama itu akan memberikan berkah kepada kalian.” (HR. Abu Dawud. Hasan)

Akan tetapi, kita harus tetap berusaha membingkai acara buka bersama tersebut dalam bingkai syariat. Sebagaimana ngabuburit, acara buka bersama yang banyak dilakukan sekarang ini banyak berisi kemaksiatan dan penyimpangan. Misalnya ikhtilat, pacaran, musik, makanan yang berlebihan, sampai dengan melalaikan waktu shalat Maghrib.

📚 Link

ba86074188c1da4b874f4961dce87877


🎥 APA DOA KHUSUS DI HARI JUMAT?
.
👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan Hafidzahullah
.
➡️ Official Youtube ShahihFiqih : Link

92e37a88f63e9e16eac9293955fd0d4a


7 Manfaat Sedekah


Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,

أنها تقي مصارع السوء وتدفع البلاء حتى إنها لتدفع عن الظالم وتطفئ الخطيئة وتحفظ المال وتجلب الرزق وتفرح القلب وتوجب الثقة بالله وحسن الظن به

“Sungguh bersedekah itu mencegah kematian yang jelek, mencegah bala’ sampai penggemar maksiat pun terjaga dari bala’ karena rajin bersedekah, menghapus dosa, menjaga harta, mendatangkan rezeki, membuat gembira hati dan menyebabkan hati yakin dan baik sangka kepada Allah.”

(Uddah ash-Shabirin hlm 490)

gratis mbisurabaya

35a0cb0e06e052fe1ac0fe749e5325ca


📎 PERBANYAK DOA KETIKA BERPUASA

📝 An-Nawawi menjelaskan,

ﻳﺴﺘﺤﺐّ ﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻮ ﻓﻲ ﺣَﺎﻝِ ﺻَﻮْﻣِﻪِ ﺑِﻤُﻬِﻤَّﺎﺕِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻪُ ﻭَﻟِﻤَﻦْ ﻳُﺤِﺐُّ ﻭَﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ

“Dianjurkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa sepanjang waktu puasanya (selama ia berpuasa) dengan doa-doa yang sangat penting bagi urusan akhirat dan dunianya, bagi dirinya, bagi orang yang dicintai dan untuk kaum muslimin.”

📖 Syarh Al-Muhaddzab An-Nawawi

🌐 Sumber: Link

8d4387c016c14ad532af9b166829b81d


📖 Hati-Hati Dalam Berteman
Manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Dalam menjalani kehidupan, kita selalu membutuhkan orang lain: untuk bekerja sama, berbagi cerita, saling menasihati, bahkan dalam urusan ibadah. Namun, satu hal penting yang sering dilupakan adalah memilih siapa yang menjadi teman dekat kita.

Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu pernah mengingatkan dengan tegas:

"Siapa yang berteman dengan orang yang rusak maka dia tidak akan selamat (dari pengaruhnya)."
📘 (Az-Zuhud, Ibnu Abi Ashim 1/49)

Ini bukan hanya sekadar nasihat biasa, tetapi sebuah peringatan serius dari salah satu sahabat terbaik Rasulullah ﷺ. Umar bin Khathab dikenal sebagai sosok yang tegas dan penuh hikmah. Dan dalam kalimat tersebut, beliau mengisyaratkan bahwa sifat, akhlak, dan kebiasaan teman dekat bisa menular dan membentuk karakter kita—sedikit demi sedikit, tanpa kita sadari.

📌 Dalam Islam, persahabatan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga urusan akhirat. Teman bisa menjadi sebab keselamatan kita, atau sebaliknya, menjadi sebab kita terjatuh ke dalam keburukan. Itulah kenapa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seseorang itu tergantung pada agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa dia berteman.”
📘 (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan)

Teman yang buruk akan mengajak kepada kelalaian, membisikkan kemaksiatan, dan membenarkan kebatilan. Ia bisa membuat hati kita keras, menunda-nunda taubat, bahkan membuat kita merasa nyaman dalam dosa. Dan sering kali, semuanya terjadi tanpa terasa—karena dia dekat, karena kita percaya, dan karena kita terbiasa.

Sebaliknya, teman yang shalih akan selalu mengingatkan kita pada kebaikan. Ia tidak hanya hadir saat senang, tapi juga menasihati saat kita salah. Ia tidak membenarkan kesalahan kita, tapi menegur dengan hikmah. Dia adalah cermin kebaikan yang akan membuat kita merasa malu jika berbuat dosa.

Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah ta'ala menggambarkan penyesalan orang-orang di akhirat karena salah memilih teman:

“Kecelakaan besarlah bagiku! Seandainya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab.”
📘 (QS. Al-Furqan: 28)

Penyesalan ini muncul karena teman buruk tidak hanya merusak di dunia, tapi juga bisa menyeret seseorang ke neraka di akhirat. Maka dari itu, memilih teman bukan perkara sepele—ia adalah bagian dari menjaga agama kita.

🔑 Prinsip dalam memilih teman:

Lihat agamanya – Apakah ia taat kepada Allah?

Lihat akhlaknya – Apakah ia jujur, amanah, dan beradab?

Lihat pengaruhnya – Apakah ia mengajak kepada kebaikan atau malah membuat lalai?

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang berhati-hati dalam berteman, dan dipertemukan dengan teman-teman shalih yang bisa membantu kita menuju surga. Dan semoga kita juga menjadi teman yang baik bagi orang lain, menjadi penyebab hidayah dan keselamatan bagi saudara kita.
Wallahu A'lam Bishawab


13a21bb9b3a790f37e1c08fc2dcfe7c9


DOA MEMINTA JODOH & PEKERJAAN ‼️

Untuk setiap orang yang membutuhkan pekerjaan dan pernikahan

Syaikh Abdurrozak Al Badr hafizhahullah berkata:
Seorang pemuda yang membutuhkan perkerjaan dan membutuhkan pernikahan yang layak (istri yang sholihah ) maka ia selalu mengulang ulang doa yang mulia ini

رَبِّ إِنِّيْ لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

ROBBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHOIRIN FAQIIRUN
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”
(QS. Al-Qashas: 24)

(Syarhu Al Wabilush Shoyib)

4e52f9ee60becd1521437efefba30caa


Diterimanya amal adalah perkara yang terpenting bagi seorang muslim, bahkan melebihi memperbanyak amal tapi hati lalai atau niat yang bukan karena Allah sehingga amalan tersebut jauh dari keikhlasan..

Shahabat Abu Darda’ radhiallahu’anhu mengatakan:

لئن أستيقن أن الله تَقَبَّلَ مني صلاةً واحدةً أَحَبُّ إِلَيَّ من الدنيا وما فيها

“Andaikan aku mengetahui bahwa Allah menerima satu saja dari shalatku, itu lebih aku cintai daripada seluruh dunia dan seisinya” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/166).

Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu juga mengatakan:

كونوا لقبول العمل أشد اهتماماً منكم بالعمل، ألم تسمعوا لقول الله تعالى: إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Jadilah orang-orang yang lebih semangat dan fokus pada diterimanya amalan. Tidakkah kalian mendengar firman Allah Ta’ala (yang artinya): sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa (QS. Al Maidah: 27)” (Tafsir Al Qurthubi, 7/411).

0d1de11cb1dd869c123e115ec6d4a542


Bacakan ini kepada saudaramu yang sedang sakit

abc80db62cb3438c7625165d08f11ce5


Jangan sampai terlewat yaa⁣
ㅤ⁣
Bisa jadi doa yang belum terkabul, Allah kabulkan di akhir jum’at ini⁣
ㅤ⁣
IMAM IBNUL QOYYIM BERKATA :⁣
ㅤ⁣
كان سعيد بن جبير إذا صلى عصر الجمعة لم يكلم أحدا حتى تغرب الشمس متحريا ساعة الإجابة ⁣
ㅤ⁣
Dahulu Said bin Jubair apabila selesai shalat asar di hari jumat, beliau tidak mengajak bicara seorangpun sampai tenggelam matahari, beliau bersungguh2 mencari waktu yg Mustajab (Doa)
ㅤ⁣
[Kitab : Zaadul Maad 1 / 394]⁣

6215cacacbaa553d86d90359b497502e


ORANG-ORANG KAYA AKAN MENJADI MISKIN DI HARI KIAMAT, KECUALI...
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّ المُكْثِرِينَ هُمُ المُقِلُّونَ يَومَ القِيَامَةِ، إلَّا مَن أعْطَاهُ اللَّهُ خَيْرًا، فَنَفَحَ فيه يَمِينَهُ وشِمَالَهُ، وبيْنَ يَدَيْهِ ووَرَاءَهُ، وعَمِلَ فيه خَيْرًا

"Sesungguhnya orang-orang kaya
akan menjadi miskin pahala di hari kiamat, kecuali orang yang Allah berikan harta, lalu ia sedekahkan ke kanannya, kirinya, depannya dan belakangnya, dan ia gunakan hartanya untuk berbagai kebaikan."
[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu]

PENJELASAN Para ulama menjelaskan bahwa orang-orang kaya menjadi miskin di hari kiamat karena:
1. Banyak harta tapi tidak banyak beramal dengan hartanya maka pahalanya sedikit, seperti:
- Tidak memperbanyak sedekah kepada fakir miskin. - Tidak memperbanyak infak di jalan Allah ﷻ.
- Tidak memperbanyak silaturahmi (menguatkan hubungan keluarga) dengan harta, dll.
2. Terlena dengan harta dan kesenangan dunia, sehingga sedikit beramal shalih, maka pahalanya sedikit. Tentu lebih parah lagi apabila hartanya digunakan untuk bermaksiat kepada Allah ﷻ. Adapun orang-orang kaya yang memperbanyak amal dengan hartanya dan tidak terlena dengan hartanya, sehingga banyak beramal shalih, akan tetap kaya di akhirat, yaitu mendapat pahala yang melimpah.
Wallahu A'lam Bishawab

efc4256e08a074117bf2e3006054bee5


Belajar bersama rizalarsyaddini owner Borneo Flasher workshop di Event Dauroh Muslim Biker Indonesia di kota Solo, Jawa Tengah
.

3bc166334abcb5f6be1dd18ad005cff5


Bedanya Basmalah dan Tasmiyah
🎙 Ustadz Gemma Ilhami

Banyak yang keliru menyebut antara Basmalah dan Tasmiyah. Sebelum makan, yang disyariatkan adalah mengucapkan "Bismillah" (Tasmiyah), sedangkan "Bismillahirrohmanirrohim" (Basmalah) umumnya digunakan untuk mengawali surat atau tulisan.

link url : Link

584bd6dcf68faa91893f6af531b092b8


💦💦💦
Bismillah
Barakallahu fik
Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA حفظه اللّٰه
🎥 Judul vidio:
Meraih Ampunan Di Hari Jum`at

Telegram:
Link

b3988ab2d00f3fc994b2deee1baa3281


📎 MENCICIPI MAKANAN KETIKA PUASA
.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, ia mengatakan:
.
"Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu (yang lainnya), selama tidak masuk ke dalam kerongkongan".
.
📚 HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnaf no.9369

71f5e7ac481e39e4cd5d644246ead8ef


Jagalah Allah

Nabi ﷺ bersabda:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau menjumpai pertolongan Allah ada di hadapanmu.” (HR. Tirmidzi 2516, maktabatu al ma’arif riyadh)

👤 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan hafizhahullah menjelaskan makna hadits di atas :

“Jagalah Allah” maksudnya jagalah agama-Nya. Jagalah (agama) Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Jagalah perkara yang Allah haramkan dengan menjauhinya.” (Al-Minhah ar-Rabbaaniyyah hlm. 174)

Sumber: Link

12c045c1c6fe81bd1385bb8ec842ce96


Syaikh Al Utsaimin berkata

Hendaklah seorang wanita yang mengetahui bahwa apa yang dia rasakan dari ketidaknyamanan dan rasa sakit ketika hamil, di saat melahirkan ataukah dalam masa pengasuhan.
Semua itu akan mengangkat derajatnya dan sebagai penghapus dosa untuknya ketika ia menjalaninya dengan mengharap pahala di sisi Allah subhanahu wa Ta'ala.

Fatawa Nur Ala Ad-Darb 11/280

ee9a544ef17505defb49b063ff2a19cb


Bismillah
📌 ARTIKEL ISLAM

Sikap Bijak Dikala Fitnah Melanda
BERDO`A KEPADA ALLAH MEMINTA PERLINDUNGAN DARI FITNAH
Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie


Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda :

تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi”.
(HR Muslim : 2867)

Berdasarkan hadits diatas maka lafadz do’anya : Allahumma inni a’udzubika minal Fitan Maa Dzaharo minha wama bathan.

➖➖➖➖➖➖➖➖

26b07a3482fcdf45aeb2258eadf134e7


🌹🌻🌷💐 IMAM SHALAT TARAWIH HENDAKNYA TIDAK MEMBERATKAN KAUM MUSLIMIN

✍🏼 Abu Utsman an-Nahdy rahimahullah berkata,

دعا عمر القراء في رمضان فأمر أسرعهم قراءة أن يقرأ ثلاثين آية، والوسط خمسة وعشرين آية، والبطيء عشرين آية.

"Pada bulan Ramadhan, Umar memanggil para penghafal Al-Qur`an. Beliau menyuruh yang paling cepat bacaannya di antara mereka agar membaca 30 ayat (dalam setiap rakaat), yang bacaannya sedang agar membaca 25 ayat, dan yang bacaannya lambat agar membaca 20 ayat."

📚 Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 7754

6c5d89e652130a6cc74324b6dee00193


BERANI MENGATAKAN KEBENARAN MESKIPUN PAHIT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Pahitnya kebenaran, tidak boleh mencegah kita untuk mengucapkannya, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri. Apabila sesuatu itu jelas sebagai sesuatu yang haram, syirik, bid’ah dan munkar, jangan sampai kita mengatakan sesuatu yang haram adalah halal, yang syirik dikatakan tauhid, perbuatan bid’ah adalah Sunnah, dan yang munkar dikatakan ma’ruf.

Menyembah kubur, misalnya, yang sudah jelas perbuatan syirik namun banyak para dai yang beralasan bahwa hal tersebut, adalah permasalahan yang masih diperselisihkan. Seorang dai harus tegas mengatakan kebenaran, perbuatan yang bid’ah harus dikatakan bid’ah, dan perbuatan yang haram harus dikatakan haram, dengan membawakan dalil dan penjelasan para ulama tentang keharamannya.

Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (kebenaran) kepada penguasa.

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ.

Jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat yang haq (kebenaran) kepada penguasa yang zhalim.[Hadits hasan. Diriwayatkan oleh  Ahmad (V/251, 656)]

Yaitu dengan mendatangi mereka dan menasihati mereka dengan cara yang baik. Jika tidak bisa, dapat dilakukan dengan menulis surat atau melalui orang yang menjadi wakil mereka, tidak dengan mengadakan orasi, provokasi, demonstrasi. Dan tidak boleh menyebarkan aib mereka melalui mimbar, mimbar Jum’at, dan yang lainnya.

Islam telah memberikan ketentuan dalam menasihati para pemimpin (ulil amri). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِي سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاَنِيَةً وَلَكِنْ يَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَ إِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ.

Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia menampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasihat itu, maka itu yang terbaik. Dan bila si penguasa itu enggan (tidak mau menerima), maka sungguh ia telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya. (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah)


Referensi : Link

1039aedc4c09b54d5166c4dff907ee0d


JAGALAH KEHORMATAN PEMIMPINMU!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عن أبي بكرة رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «من أهان السلطان أهانه الله».
[حسن] - [رواه الترمذي]

Dari Abu Bakrah -raḍiyallāhu `anhu-, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah -ṣallallāhu `alaihi wa sallam- bersabda, "Siapa yang menghina penguasa, pasti Allah menghinakannya."
[Hadis hasan] - [Diriwayatkan oleh Tirmiżi]

Uraian
Hadis ini mengandung pengharaman meremehkan berbagai perintah penguasa karena berakibat ancaman yang keras berupa kehinaan yang Allah timpakan kepadanya di dunia dan akhirat, karena balasan itu sesuai dengan jenis amal perbuatan.

Faedah Hadis
1. Anjuran untuk memuliakan dan menghormati orang-orang yang memiliki kedudukan, seperti para pemimpin dan ulama, agar mereka memiliki wibawa di hati masyarakat, sehingga perkataan mereka didengar dan perintah mereka ditaati.

2. Ancaman keras dari meremehkan, mengejek, dan tidak menaati pemimpin.

3. Salah satu tujuan dakwah adalah menjaga keamanan dan kestabilan dalam masyarakat Muslim.

sumber: Link


916f4ab997c33b41e8a7f3c0e32bfba8


TINGKATKAN TEMPO AMAL SHALIH

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

“Ketahuilah bahwa bulan kalian (Ramadhan) terus berkurang, maka tambahlah frekuensi amalan kalian. ”

[Lathoiful Maarif]

7c3460b16543f2a082889c93250c5077


MAAF PAK.. INI BARANGNYA ADA YANG RUSAK

Pertanyaan: Apa hukumnya menjual barang yang seseorang membelinya dari pabrik dalam keadaan maghsyusyah (ada cacat tapi tidak diberitahukan)?

Al-Lajnah menjawab:

Bila dia ingin menjualnya dalam keadaan tahu bahwa barang itu cacat, dia wajib untuk menjelaskannya kepada pembeli bahwa barang itu ada cacatnya. Bila dia tidak menjelaskannya, maka dia berdosa, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan kami.”

Referensi: Link

07353d604f12af17ededda478cdf1955


KETIKA KITA MAMPU MENSYUKURI NIKMAT DARI ALLAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Allah Ta’ala menegaskan,

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Ini menunjukkan bahwa bersyukur adalah amalan yang sangat penting dalam kehidupan seorang hamba.



Sumber: Link
Copyright © 2025 Link

7bc66fcba486ea3f89926f4aa4d5dc71


Jangan Salah Sebut Nama Dalam Doa!
🎙️ Ustadz Askar Wardhana, Lc., Link.I
🎥 Link

📝 Doa adalah ibadah yang murni. Jangan pernah menyebut nama selain Allah Subhanahu wa Ta`ala saat memohon perlindungan atau bantuan, meskipun itu nama Nabi atau malaikat. Pastikan hanya nama-nama Allah Subhanahu wa Ta`ala (Asmaul Husna) yang menghiasi doa kita agar tidak jatuh pada syirik.


d4a9b8e1407f34f1ca3143e86687cca9


📎 Taubatlah, Dosamu Adalah Bebanmu

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

"Apabila punggung telah berat oleh beban tumpukan dosa, maka hati akan terasa berat melangkah menuju Allah dan anggota badan akan terasa berat untuk bangkit melakukan ketaatan".

📘(Al Kalam 'Ala Masalati Sama', hlm. 278)


Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak. Namun, yang membedakan seorang hamba yang baik dengan yang lalai adalah seberapa besar kesadarannya untuk kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menggambarkan bagaimana dosa dapat menjadi beban berat yang menghambat perjalanan seorang hamba menuju Allah.

Dosa bukan sekadar catatan buruk dalam lembaran amal seseorang, tetapi ia adalah belenggu yang mengikat hati, pikiran, dan anggota badan. Seseorang yang hatinya dipenuhi dosa akan merasa berat untuk mengingat Allah, enggan beribadah, dan sulit melakukan amal shalih. Setiap kali ia ingin melangkah menuju kebaikan, dosa-dosanya seolah menariknya ke belakang, membuatnya malas, lalai, dan lebih memilih kenyamanan duniawi daripada mendekat kepada Allah.

Seorang mukmin seharusnya menyadari bahwa dosa tidak hanya membebani kehidupan akhirat, tetapi juga mempengaruhi keberkahan hidup di dunia. Dosa bisa membuat hati menjadi keras, menjauhkan seseorang dari ketenangan, serta menyebabkan berbagai kesulitan dan musibah dalam hidupnya. Allah berfirman:

"Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah akibat dari perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahan kalian)."
(QS. Asy-Syura: 30)

Karena itu, solusi terbaik bagi seorang hamba yang merasa berat dalam beribadah dan jauh dari Allah adalah segera bertaubat. Taubat yang sungguh-sungguh akan mengangkat beban dosa yang menekan hati dan menjadikan langkah lebih ringan dalam meniti jalan menuju-Nya.

Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia tidak akan menolak siapa pun yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sungguh, Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba-Nya dibanding kegembiraan seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di tengah padang pasir."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Taubat yang benar bukan hanya sekadar mengucap istighfar, tetapi harus disertai dengan penyesalan mendalam, meninggalkan dosa, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak manusia, maka harus ada usaha untuk meminta maaf dan mengembalikan hak tersebut.

Jangan biarkan dosa terus menumpuk hingga hati semakin berat dan semakin sulit untuk kembali kepada Allah. Semakin cepat seseorang bertaubat, semakin ringan pula langkahnya dalam menjalani kehidupan ini. Sebaliknya, semakin lama ia menunda taubat, semakin besar beban yang harus ia tanggung.

Semoga Allah memberi kita hidayah untuk selalu menjaga hati dari dosa, memudahkan kita dalam taubat, dan menguatkan langkah kita dalam mendekat kepada-Nya.
Wallahu A'lam Bishawab


4d497b55f74b969609c8efcf763e4f23


Dampak Takwa: Solusi & Kemudahan
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Orang yang bertakwa akan diberikan makhrajan (solusi) dan yusran (kemudahan). Hidup biker memang penuh masalah, tapi takwa adalah kunci pintu kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta`ala. Percayalah, janji Allah itu pasti!