271de3ad2d70f89e51ff4c5c15d93f33


Ramadhan Waktu Perbaikan Diri

Di riwayatkan dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Taala memiliki hamba-hamba yang di merdekakan dari Api Neraka, pada setiap hari dan malam -yakni di bulan Ramadhan-, dan sesungguhnya setiap muslim memiliki doa yang mustajab pada setiap harinya"
[HR. Al-Bazzar, Shahih Targhib hadits 1002 bab puasa]

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, di dalamnya bertabur keridhaan Allah dan pahala dari-Nya. Mudah bagi seorang untuk berbuat kebaikan dan berebut pahala di bulan ini, maka tepatlah bila bulan ini kita jadikan acuan perbaikan diri.

Oleh Ustadz Abu Abd rahman bin Muhammad Suud Al-Atsary hafidzhahullah
generate by :Link

a094b751bf630caeb5c04961452fa4f9


"Kesenangan Tak Harus Membuat Dosa"
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Hakmu bersenang-senang tidak boleh melampaui hak orang lain untuk tenang.
Sound h_reg bukan ekspresi budaya, tapi bentuk kezaliman kepada sesama.

Allah Ta`ala berfirman,

وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata."

Referensi dalil: Link
======================



4fe4c2834dbd3898029e27091a298748


KEUTAMAAN SHOLAT DI MASJID NABAWI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

عَنْ ‌أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري: 1190]

Abu Hurairah -raḍiyallāhu `anhu- meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Mengerjakan satu salat di masjidku ini lebih baik daripada seribu salat di masjid lainnya, kecuali Masjidilharam."
[Sahih] - [Muttafaq `alaihi] - [Sahih Bukhari - 1190]

Uraian
Nabi ﷺ menerangkan keutamaan salat di masjid beliau, yaitu pahalanya lebih utama daripada seribu salat di masjid lainnya di muka bumi, kecuali Masjidilharam di Makkah; salat di Masjidilharam lebih utama daripada salat di Masjid Nabi ﷺ.

Faidah dari Hadis
1- Pelipatgandaan pahala salat di Masjidilharam dan Masjid Nabawi.
2- Salat di Masjidilharam lebih baik dari 100 ribu salat di masjid lainnya.


sumber: Link


0f5b626a913590db258198cade0f685a


Imam Ibrahim an-Nakha'i rahimahullah mengatakan

1 hari puasa di bulan Ramadhan, lebih utama
dari 1000 hari puasa (di luar bulan ramadhan),
Demikian pula 1 Tasbih di bulan tersebut, lebih
utama dari 1000 tasbih (di luar bulan ramadhan),
Dan 1 raka'at shalat di bulan itu, lebih utama
dari 1000 rakaat (di luar bulan Ramadhan).

Lathaiful Ma'arif

08a879e56f13926046e2a089210fb172


Mental seorang mukmin adalah, ia tidak segan mengangkat tangannya tuk mendoakan saudaranya yang sedang tergelincir. Bukan mental pembully seperti Musyrikin Quraish yang banyak kita temui di zaman ini. Seakan-akan ia akan mati begitu saja tanpa Allah minta pertanggung jawaban…

"Para sahabat dan tabi’in memiliki konsep, barang siapa yang mencela saudaranya, karena dosa-dosanya, sedangkan saudaranya itu sudah bertaubat kepada Allah (Hijrah) maka si pencela tidak akan meninggal dunia kecuali dia juga akan mengalami dosa yang di lakukan saudaranya tersebut." - Hasan Al-Basri-

Syaikh Al-Mubarakfuri menjelaskan, bisa jadi orang yang mengolok2 saudaranya yang terjerumus dalam dosa karena ada faktor kagum terhadap dirinya sendiri, sombong dan mensucikan diri. Seolah dia berkata “kamu kok bisa terjerumus dalam dosa itu, lihatlah aku, sulit terjerumus dalam dosa itu” Tentu ini bentuk kesombongan yang nyata dan sangat merendahkan orang lain. Maka di khawatirkan dosa yang dia sebut-sebut pada saudaranya, berbalik kepadanya.

Ibnu Qayyim berkata, “Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yang lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci.”

Seorang ulama Ibrahim An-Nakha’i berkata, “Aku melihat sesuatu yang aku tidak suka, tidak ada yang menahanku untuk berkomentar dan membicarakannya kecuali karena aku khawatir aku yang akan ditimpakan masalahnya dikemudian hari.”

940014485dd899e994e88c16837c7737


JANGAN BANYAK BERSUMPAH DALAM BERDAGANG

Sumpah dalam jual beli itu secara mutlak makruh, baik pelakunya seorang pendusta maupun orang yang jujur. Jika pelakunya seorang yang suka berdusta dalam sumpahnya, maka sumpahnya menjadi makruh yang mengarah kepada haram, dosanya lebih besar dan adzabnya sangat pedih, dan itulah yang disebut dengan sumpah dusta. Sumpah itu, jika menjadi satu sarana melariskan dagangan, maka ia akan menghilangkan berkah jual beli dan juga keuntungan. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Artinya : Sumpah itu dapat melariskan dagangan tetapi juga menjadi penghilang berkah” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Jika sumpah dalam jual beli itu dilakukan dengan penuh kejujuran, maka sumpahnya tetap makruh, tetapi makruh dengan pengertian tanzih (sebaiknya dihindari –ed) karena yang demikian itu sebagai upaya melariskan dagangan sekaligus sebagai upaya mencari daya tarik pembeli dengan banyak mengumbar sumpah. Padahal Allah telah memperingatkan dalam firmannya:
“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak (pula) akan melihat mereka pada hari Kiamat kelak, serta tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka adzab yang pedih”
(Ali-Imran : 77).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari As-Sulami, dia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Hindarilah banyak bersumpah dalam berjual beli, karena sesungguhnya sumpah itu memang bisa membuat laris, tetapi kemudian melenyapkan” (HR Muslim).
والله أعلم بالصواب

Rujukan:
Link

3411e7dd09ce80f856875b1f25d5859f


KIAT-KIAT MENGHADAPI FITNAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Secara global, solusi semua itu adalah dengan kembali kepada agama Islam dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata di awal risalahnya yang berjudul “Ad-Diin Ash-Shohih Yahullu Jami’a Al-Masyakil” (Agama Yang Benar Merupakan Solusi Segala Problematika): “Inilah sebuah risalah yang berkaitan dengan agama Islam yang menunjukkan ajaran terbaik dan membimbing hamba dalam aqidah dan akhlak serta mengarahkan mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akherat. Serta penjelasan yang gamblang bahwa tidak ada cara untuk memperbaiki umat sepenuhnya kecuali dengan Islam. Dan penjelasan bahwa semua undang-undang yang menyelisihi agama Islam tidak dapat memperbaiki dunia dan akherat kecuali apabila bersumber dari ajaran agam Islam.

Apa yang kami ungkapkan di atas telah dibuktikan kebenarannya oleh fakta dan pengalaman sebagaimana telah ditunjukkan kebenarannya oleh syari’at, fithrah dan akal yang sehat, karena agama ini seluruhnya adalah mengajak kepada kebaikan dan membendung kerusakan”.[Al-Majmu’ah Kamilah li Muallafat Syaikh As-Sa’di 1/333]


sumber : Link

3d6e4200213e7171568b0d86d0a221e4


BERSEDEKAH DENGAN KEMAMPUAN MAKSIMAL
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.


sumber : Link

881949a97ab0e5f15ef0fb196364e674


Samudra Kekayaan Allah Subhanahu wa Ta`ala
🎙️ Ustadz Askar Wardhana, Lc., Link.I
🎥 Link

📝 Seandainya seluruh jin dan manusia berdoa bersamaan dan dikabulkan semua permintaannya, hal itu tidak mengurangi kekayaan Allah kecuali seperti tetesan jarum yang dicelupkan ke samudra. Mari bergantung hanya kepada Sang Pemilik kekayaan mutlak.


c2ecb3dfb7fc7056fdccc45fc7bf46e1


Kemuliaan Seorang Mukmin

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
"Kemuliaan seorang mukmin adalah tatkala dia merasa cukup dari apa yang ada di tangan manusia."
📘 (At-Tahajjud, 2/36)

Nasihat ini mengandung pelajaran yang mendalam bagi seorang mukmin agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan sikap qana'ah (merasa cukup) terhadap rezeki yang Allah berikan. Seorang mukmin yang merasa cukup tidak akan menghinakan dirinya dengan meminta-minta atau bergantung pada apa yang dimiliki orang lain. Ia percaya bahwa semua rezeki telah Allah tetapkan sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya.

Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
"Bukanlah kekayaan itu banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kaya hati."
📘 (HR. Al-Bukhari, no. 6446; Muslim, no. 1051)

Kemuliaan seorang mukmin terletak pada tawakalnya kepada Allah, usahanya menjaga kehormatan diri, dan keikhlasannya dalam menerima takdir. Dengan begitu, ia akan senantiasa merasa cukup dan mulia di hadapan Allah maupun manusia. Semoga kita senantiasa diberi hati yang penuh rasa syukur dan dijauhkan dari sifat tamak. Aamiin.
Wallahu A`lam Bishawab

a1f811650dd8b2b173f71e7d94c6cb3a


Biker MBI Harus Tertib!
🎙️ Ustadz Subhan Bawazier
🎥 Link

📝 Berhenti di lampu merah itu berpahala, melanggar itu dosa. Pakai helm SNI itu bentuk syukur menjaga nyawa yang mahal. Mari biker MBI jadi contoh tertib lalu lintas sebagai wujud taat kepada Allah, Rasul, dan pemerintah (ulil amri).