2c354eff40f5c20478fbfe02abf6b28dBENTENGI DIRI DAN KELUARGA DARI GEJOLAK API NERAKA!
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sudah menjadi kelaziman bagi setiap muslim untuk mengindahkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas. Maka, langkah-langkah apa saja yang seyogyanya dilakukan oleh seorang muslim guna membentengi diri dan keluarganya dari api Neraka?
a. Prioritaskan tauhid
Karena syirik merupakan suatu dosa yang akan mengekalkan seorang hamba di dalam Neraka, yakni jika ia meninggal di atas kesyirikan, maka memprioritaskan tauhid merupakan sesuatu hal yang wajib atas setiap muslim bagi diri dan keluarganya. Saking agungnya perkara ini, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam pun tidak luput berlindung dari perbuatan syirik bagi diri dan keluarganya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35).
b. Ajarkan yang wajib
Pelajarilah hal-hal yang wajib diketahui oleh setiap muslim, berupa hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala atas hamba-Nya, rukun iman, rukun Islam, dan dosa-dosa besar yang wajib dihindari.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَيُقِيْمُ الصَّلَاةَ وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ وَيَجْتَنِبُ الْكَبَائِرَ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، قَالَ : فَسَأَلُوْهُ مَا الْكَبَائِرُ ؟ قَالَ : الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ وَقَتْلُ النَّفْسِ
“‘Tidaklah seorang hamba menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menjauhi al-Kaba’ir (dosa-dosa besar), kecuali ia dijamin masuk ke dalam Surga.’ Perawi berkata, ‘Maka para sahabat bertanya, “Apakah al-Kaba’ir (dosa-dosa besar) itu wahai Rasulullah?”’ Beliau menjawab, ‘Berbuat kesyirikan, lari dari medan pertempuran, dan membunuh jiwa (tanpa hak).’” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak, no. 60, Beliau berkata, “Shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim”).
c. Tanamkan akhlak
Penanaman akhlak Islami bagi diri dan keluarga merupakan salah satu sendi yang tidak boleh dikesampingkan. Dimana baik dan buruknya akhlak, sejatinya juga menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya seorang muslim hidup di dunia dan di akhirat. Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسُنَ خُلُقُهُ
“Dan (aku menjamin) sebuah rumah di Surga paling atas, bagi siapa yang baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud, no. 4802, dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani).
sumber:
Link